Visitor

Wednesday, February 24, 2016

Mengenal Toxoplasma Pada Hewan

Tidak!
Jangan dekatkan kucing padaku!
Kucing itu bisa menyebarkan virus mematikan!

Beberapa kali aku sempat mendengar kata-kata yang menyudutkan bahwa hewan kesayangan Nabi tersebut menjadi salah satu hewan yang paling ditakuti wanita terutama ibu-ibu hamil. Sebab berita yang beredar adalah kucing memiliki suatu penyakit/virus dan semacamnya yang bisa terjangkit pada manusia dan efeknya adalah mandul. Aku, sebagai pecinta dan penyayang kucing merasa sangat sedih atas pemberitaan yang sudah lama sekali menjadi isu di masyarakat kita. Walaupun aku bukan dokter hewan dan ahli dalam bidang medis, setidaknya aku bisa banyak bertanya ke dokter dan mencari tahu kebenaran dari kasus tersebut.

Tokso yang disebut-sebut sebagai virus itu ternyata merupakan parasit yang memiliki nama lain yaitu toxoplasma gondii. Ia adalah sejenis hewan bersel satu yang berbentuk protozoa. Toxoplasmosis adalah nama penyakit pada hewan dan manusia yang disebabkan oleh parasit toxoplasma gondii tersebut. Toxoplasmosis terkenal sebagai salah satu penyakit yang harus diwaspadai pada ibu-ibu atau wanita hamil. Penyakit lainnya adalah Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes. Semua penyakit ini sering disingkat menjadi TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes). Ketiga penyakit terakhir disebabkan oleh virus, sehingga orang sering salah pengertian dan menganggap toxoplasma adalah virus. Toxoplasma berkembang biak seperti siklus kupu-kupu. Dan kucing merupakan induk semang utama toxoplasma. Dalam tubuh kucing, toxoplasma dapat berkembangbiak dengan cara seksual maupun non seksual (membelah diri). Namun fakta yang sesungguhnya adalah bahwa tidak hanya kucing saja yang dapat dihinggapi oleh toxoplasma, hampir semua hewan berdarah panas seperti anjing, babi, sapi, kambing, kuda, tikus, domba, ayam dan burung juga dapat terinfeksi toxoplasma.

Kucing yang terjangkit toxoplasma hanya menyebarkan kista dalam jangka waktu 10 hari sejak terinfeksi. Setelah 10 hari, jumlah kista yang disebarkan biasanya sangat sedikit dan mempunyai resiko penularan yang sangat kecil. Penyebaran kista ini biasanya terjadi pada kucing muda karena tubuh mereka masih rentan untuk terjangkit penyakit. Sebaliknya, jarang sekali terjadi penyebaran toxoplasma pada kucing dewasa karena sistem kekebalan tubuh mereka lebih baik dan relatif dapat mengendalikan sendiri infeksi toxoplasma tersebut.

Perlu diketahui, kucing ataupun hewan lainnya bukanlah penyebab utama kemandulan wanita yang dikait-kaitkan dengan toxoplasma. Banyak yang menyebutkan bahwa toxoplasma hidup di bulu atau air liur kucing. Jika ditelusuri secara ilmiah, penularan toxoplasma adalah bradizoit dan kista yang hanya dikeluarkan oleh kucing yang positif terinfeksi toxoplasma melalui kotorannya. Bukan di tubuh, bulu dan air liur kucing. Bahkan, jika seandainya pun di bulu kucing terdapat kista, penularan masih bisa dicegah dengan mencuci tangan dengan bersih. Fakta berikutnya yang perlu kita ingat adalah air liur kucing mengandung banyak vitamin sehingga tubuh kucing yang sudah dijilati oleh air liurnya menjadi sangat bersih dan bebas kuman.

Sebagian besar manusia yang terinfeksi toxoplasma ini tidak menunjukkan gejala sama sekali. Namun pada infeksi akut dapat mengakibatkan pembengkakan kelenjar pertahanan (limfoglandula) yang terdapat di sekitar leher, ketiak, dll. Begitu pun juga yang terjadi pada hewan, mereka yang terjangkit toxoplasma juga tidak menunjukkan gejala yang mencurigakan. Dan efek buruk yang terjadi jika toxoplasma ini terjangkit pada manusia baik karena tertular dari hewan maupun lingkungan dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening. Selain itu dapat juga menyebabkan peradangan pada saluran sperma. Akibatnya pria tersebut menjadi mandul karena sperma yang diproduksi tidak dapat dialirkan untuk membuahi sel telur. Seperti pada pria, infeksi toxoplasma yang berlangsung terus menerus dapat menginfeksi juga pada saluran telur wanita. Bila saluran ini menyempit atau tertutup, sel telur yang telah dihasilkan oleh indung telur (ovarium) tidak dapat sampai ke rahim untuk dibuahi oleh sperma.

Inilah yang sering dikatakan oleh kebanyakan orang bahwa toxoplasma dapat menyebabkan kemandulan.

Selain daripada penyebaran toxoplasma dari hewan, ternyata ada hal lain yang bisa menyebabkan manusia tertular toxoplasma. Yaitu, memakan makanan yang tidak 100% matang, tidak dicuci dengan bersih, dan berikut juga yang dianggap sepele namun sangat penting yaitu jarang cuci tangan sehingga kuman bisa terjangkit dengan cepat.

Kucing peliharaan yang setiap harinya berada di dalam rumah, tidak memakan makanan sampah, tidak bergaul dengan kucing liar yang penyakitan, rutin dimandikan, tidak berburu tikus maupun kecoak, sudah disuntik vaksin oleh dokter hewan dan dirawat dengan baik sangat kecil kemungkinannya kucing tersebut terkena toxoplasma. Apalagi jika kucing tersebut tidak membuang kotoran di sembarang tempat. Dan sebaliknya, kucing liar yang tidak terawat, tidak pernah diperiksakan ke dokter hewan, memakan makanan sembarangan, pipis dan buang air di sembarang tempat akan sangat memungkinkan terjangkitnya toxoplasma tersebut.

Moeslemates, aku punya sahabat yang sudah berpuluh-puluh tahun memelihara kucing di rumahnya. Ada sekitar 10 ekor yang dirawatnya sampai meninggal. Sampai tiba saatnya menikah, ia tetap memelihara kucing seolah-olah mereka ini adalah bagian dari keluarganya. Baik itu pada saat hamil anak pertama sampai anak ketiga, ia tetap tidak melakukan diskriminasi atau perbedaan perilaku pada kucing-kucingnya. Ia hanya percaya dan menyakini betul bahwa yang mampu memberikan anak atau memandulkannya hanyalah Allah semata saja. Bukan karena kucing, maupun hal lainnya. “Nabi Zakaria yang sudah tua dan mandul saja tetap bersabar dan percaya bahwa Allah akan memberikannya keturunan. Sungguh, beriman itu rasanya nikmat sekali.” ucapnya lantang. Sampai-sampai ia menambahkan, “Jangan pernah takut mandul karena kau punya Allah. Jangan bertingkah dan berpikir seperti kau tidak punya agama. Aku ini tidur setiap hari dengan kucing-kucingku dan Allah tetap memberi keturunan sampai aku bisa melahirkan 3 anak yang sehat-sehat. Kurang baik apa Allah itu?”tambahnya.

Tidak!
Sungguh jangan takut untuk menyayangi hewan semanis dan selucu kesayangan Nabi itu.
Mereka itu tidak berdosa.
Dan mereka juga tidak berbahaya.
Jangan sebut-sebut lagi mereka adalah penyebar virus mematikan.

No comments:

Post a Comment