Visitor

Monday, June 29, 2015

give me Your Hidayah, oh Allah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Sudah sekian lama sepertinya aku belum sempat update blog ini. Maaf ya. Ada beberapa sahabat yang memang mempertanyakan 'ketidakmunculan' aku ini. Sebenarnya bukan berniat untuk menghilang, tapi karena ada banyak hal yang dikerjakan, jadi sepertinya tidak sempat menulis apa-apa di sini. Anyway, aku mau sedikit cerita tentang hidayah. 

Kenapa kita harus berdakwah?

Kalau kita lihat bagaimana tauladan Rasulullah SAW, yang pada saat itu mendoakan dan mendakwahkan Islam di depan para pemuka kafir quraisy, termasuk Ummar ibn Khattab yang dulunya beliau ini benci sekali kepada Islam. Rasulullah SAW berharap jika mereka masuk Islam, maka akan ada pemuka atau pembesar yang bisa membela beliau kelak, untuk membela agama ini. Allah kabulkan doa Rasulullah SAW.

Yang Rasul dakwahi itu adalah kaum kafir, yang notabenenya ingkar pada Allah, tidak percaya Allah. Tetapi urusan hidayah adalah hak preogatif Allah. Sungguh, lihat betapa Abu Thalib yang selama 23 tahun mendampingi Rasul, apa ia beliau meninggal dalam keadaan Islam? Tidak kan? Dan apakah Rasul berhenti mendakwahi dan mendoakan Abu Thalib? Tidak sekali pun. Tapi Allah yang tidak berkehendak Abu Thalib masuk Islam. Itulah hak Allah. Allah lebih mengerti dan tahu yang terbaik bagi setiap hamba-Nya.

Tapi, Hindun, yang saat Perang Uhud membunuh Hamzah dan memakan jantungnya, Allah berikan kesempatan mendapatkan hidayah. Jadi, tidak akan pernah ada yang sia-sia dalam berdakwah.

Sahabatku, kalau kita lihat bagaimana umat terdahulu menanggapi hidayah Allah, tentu kita bisa berpikir bahwa dakwah itu penting. Islam adalah agama yang rahmatan lil' alaamin. Kita ini umat Islam bersatu, bukan untuk bercerai-berai. Jadi, bisa terbayang tidak bahagianya ketika ada seorang dua orang muallaf yang menjadi saudara kita?

Di akhir zaman ini, akan banyak terjadi perpecahbelahan antar umat. Sudah terlihat mungkin tanda-tandanya. Kita, akan memiliki fondasi yang kuat jika tauhid kita juga kuat. Dan dakwah adalah hal yang wajib dilakukan umat Islam. Dakwah merupakan bentuk rasa syukur kita yang telah lebih dulu merasakan nikmat Islam. Oleh sebab itu, jika kita lihat bagaimana semangat Rasulullah SAW dalam berdakwah, di hadapan orang-orang yang selalu menghina, menghujat, membenci beliau, beliau tetap berhuznudhan kepada Allah bahwa Allah pasti akan memberikan hidayah-Nya kepada orang-orang yang dipilih-Nya. Tugas kita mendakwahi umat, hidayah biar Allah yang atur.

Dan tahukah kamu, bahwa Allah senang melihat hamba-Nya berusaha keras, tetap berpikiran positif, tetap pada keimanan, sehingga walaupun Allah berikan sedikit 'sentilan' untuk para pendakwah, sampai-sampai mereka berkata, "Duh, berat sekali berada di jalan dakwah ini.", di situlah Allah akan melihat kesungguhan kita. Jangan pernah berhenti untuk terus berada di jalan ini. Jika kita merasa masih kurang baik dalam hal pengetahuan agama, bolehlah kita katakan 'yuk belajar bersama'. Mendakwahi bukan berarti menggurui kok. Bukan berarti para pendakwah itu sudah yang paling benar. Maka dari itu, itulah mengapa, kita, butuh sama yang namanya asupan ilmu agama. Itu penting. Kalau kita dakwah tapi tidak tahu ilmunya, nah bagaimana kita mau berdakwah ke umat? Bagaimana kita memperkenalkan Allah dan Rasul kalau kita saja belum mengenal lebih dalam Allah dan Rasul kita?

Aku, sahabat-sahabat pendakwah, dan kalian semua, pasti akan diuji sama Allah. Allah itu sangat sayang sama kita. Allah Maha Baik. Siapa sangka, Allah yang kasih kita ujian ini, buat pribadi kita tambah kuat, tambah kuat lagi. Allah pengen tunjukkin ke kita, kalau kita itu TIDAK LEMAH. Kita mampu melewati segala macam ujian dakwah ini. Ingat loh, kita tidak beristirahat dalam berdakwah. Istirahat kita nanti di Surganya Allah, insya Allah. Rezeki terbaik dan karunia terbesar dari Allah untuk kita, jika kelak kita mampu meyakinkan diri ini bahwa kita sanggup untuk tetap berada di jalan dakwah. Maka dari itu sahabat, kalau ada dari kalian yang merasa putus asa dalam berdakwah, sementara niat itu muncul karena Allah semata, insya Allah, nanti akan ada jalan keluarnya kok. Aku pun sangat percaya itu. Karena aku sendiri sedang mengalaminya. Benar-benar berat. Sungguh berat. Tidak mau berhenti rasanya, sungguh aku merasa kalau Allah pasti akan berikan kemudahan setelah ini. Jadi, tidak boleh berputus asa ya dari rahmat Allah. 

Dia selalu melihat kita, melihat usaha kita, sampai kita mati nanti, kalau kita tetap berusaha, Allah akan hitung sebagai amal shalih. So, keep up the energy ya guys. Semoga kita dikuatkan iman Islamnya, semoga kita dikuatkan untuk tidak menyerah dalam berdakwah. Aamiin.

Cukup sekian cuap-cuap dari aku. Selamat menjalankan ibadah puasa. Dan perbanyak doa. Doakan saudara-saudara kita yang kita sayangi. Baik mereka yang kafir maupun yang muslim. Jika berdoa untuk mereka yang kafir, doakanlah agar mereka diberikan hidayah. Jika berdoa untuk mereka yang muslim, doakanlah agar mereka tetap berada di jalan yang lurus, jalannya Allah. Insya Allah qobul.


Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh