Visitor

Wednesday, October 8, 2014

Fenomena Indigo

"Saya mulai merasa banyak yang berdatangan di sini. Sepertinya, mereka mulai memasuki ruangan kita."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

"Banyak cara, mulai dari berdoa, menahan energi dari dalam, dan masih banyak lagi."

"Sebenarnya, dengan sixsense itu kita bisa mendapatkan jodoh dan rezeki. Jadi, kita bisa manfaatkan kemampuan sixsense itu untuk karir kita. Memang banyak sih orang-orang yang punya sixsense mau berhenti kayak gitu. Tapi, ada efek sampingnya. Ya itu tadi, jauh dari jodoh."



Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Sahabatku semua, izinkan aku hari ini untuk menulis sebuah artikel yang berhubungan dengan indigo. Kebetulan, memang aku sedang iseng ganti-ganti channel di TV. Nah, habis itu aku lihat deh tayangan-tayangan yang seperti 'itu'. Bukan karena apa yang mereka katakan saya 'iya'-kan. Tapi, justru saya ingin mengulas dan kembali me-refresh materi yang Abi Bachtiar pernah sampaikan ke kami. Tema kali ini sangat menarik. Dan aku mendapatkan ide untuk menulis artikel ini setelah menonton tayangan itu. Semoga saja Allah berikan banyak kemudahan untuk kita bisa menerima ilmu yang bermanfaat ini. Aamiin.

Prolog di atas merupakan perkataan yang kira-kira banyak diucapkan oleh para si 'peramal'. Waktu itu kami (aku dan sahabat-sahabatku) pernah dijelaskan oleh beberapa guru kami di AQL tentang penghafal hadist palsu. Ya, justru beliau itu mendalami hadist-hadist dhoif. Cara ini efektif sekali untuk kita bisa membedakan mana yang dhoif dan mana yang shahih. Begitu pun juga dengan 'aksi'-ku, hehehe. Aku memang iseng nonton tayangan ini karena aku ingin tahu apa saja sih yang mereka lakukan. Dari ucapannya, dari perilakunya, dari sikap yang ditunjukkan, semua itu membuat aku ingin lebih mengetahui dalam-dalam apa sebenarnya indigo itu.

Pertama, kita harus ingat bahwa yang dapat atau mampu melihat sesuatu yang ghaib adalah orang yang memang dipilih Allah untuk bisa melihat itu. Salah satunya adalah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bisa melihat malaikat Jibril yang menyampaikan wahyu Allah. Dengan demikian, orang-orang yang bisa melihat sesuatu yang ghaib (indigo) adalah mereka yang diberikan kemampuan untuk melihat jin.

Kedua, jin yang mereka lihat itu bisa berubah bentuk. Bisa menjadi manusia, atau makhluk lainnya. Tetapi pada dasarnya, jin itu tidak bisa dilihat oleh kasat mata kita. Sebaliknya, mereka bisa melihat aktivitas manusia. Sebagaimana firman Allah:

"Sesungguhnya dia (iblis) dan kabilahnya (semua jin) bisa melihat kalian (manusia) dari suatu tempat yang kalian (manusia) tidak bisa melihat mereka (jin)."
(QS. Al-A'raf: 27)

Namun, kita harus ingat, bahwa jika ada orang yang mengaku bisa melihat jin, membaca pikiran, apalagi memprediksi masa depan, janganlah kita takut atau merasa was-was dengan kemampuannya. Justru, sebagai sesama saudara muslim kita harus mengingatkan bahwa indigo bukan hal yang membanggakan. Sebaliknya, memprihatinkan. Harus ada yang dilakukan untuk bisa memberhentikan kemampuan itu. Karena jika dibiarkan terus-menerus, jin yang dekat dengannya akan semakin senang dan tidak mau berpisah dengan orang indigo ini.

Ketiga, banyak cara yang bisa dilakukan agar kita tidak masuk dalam perangkap indigo. Beberapa saudara muslim justru malah ingin bisa melihat setan atau jin. Tapi mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka inginkan itu justru bisa menyesatkan jiwanya. Tugas kita adalah terus mencari ilmunya dan beritahu mereka pelan-pelan.  

"Suatu ketika Ubay pernah menangkap jin yang mencuri makanannya. Ubay bin Ka'ab berkata kepada jin: 'Apa yang bisa menyelamatkan kami (manusia) dari gangguan kalian?' si jin menjawab: 'Ayat kursi. Barangsiapa yang membacanya di waktu sore, maka ia akan dijaga dari gangguan kami hingga pagi. Dan barangsiapa yang membacanya di waktu pagi, maka ia akan dijaga dari gangguan kami hingga sore.' lalu paginya Ubay menemui Rasulullah shallahu 'alaihi wa sallam untuk menuturkan hal itu. Dan beliau menjawab: 'Si buruk itu berkata benar.'" 
(HR. Hakim, Ibnu Hibban, Thabarani dan lainnya, Albani mengatakan: Sanadnya Thabarani Jayyid)


Bagaimana Indigo Terjadi?

Sebagian ahli medis menyebutkan bahwa anak indigo mengidap ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), semacam gangguan perkembangan dan keseimbangan aktivitas motorik seseorang sehingga menyebabkan aktivitasnya tidak lazim dan cenderung berlebihan. Jadi, orang indigo itu, siapapun dia, tetaplah manusia. Dia tidak akan melampaui batas kemampuannya sebagai manusia. Karena manusia itu lemah dan butuh Allah, jangan sampai manusia merasa sudah hebat dengan kemampuan dirinya sehingga melupakan Allah yang menciptakan dirinya.

Jadi intinya, orang indigo itu bukan melihat jin. Tetapi jin-lah yang menampakkan dirinya. Sehingga ia bisa melihat wujud yang ditunjukkan jin tersebut. 

Catatan tambahan yang penting disebutkan. Kejadian orang indigo itu sejatinya adalah kondisi yang tidak normal. Baik karena sebab ADHD atau pun melihat jin. Karena normalnya manusia, dia hanya bisa berinteraksi dengan sesuatu yang bisa memberikan respon kepadanya. Oleh karena itu, sebaiknya datangi perukyah-rukyah syar'i untuk bisa menyembuhkan penyakit indigo tersebut.

Nah, teman-teman, mungkin hanya itu sedikit ulasan yang bisa aku simpulkan mengenai indigo ini. Jika masih banyak kekurangan, mohon dimaafkan ya. Karena ini juga menulisnya sudah tengah malam. Untuk saran saja, sebaiknya kita memulai aktivitas apa pun itu dengan perbanyak bismillah dan dzikrullah. Bisa ayatul kursi, membaca 3 surah terakhir, tersenyum dan biarkan semuanya mengalir mengikuti skenario indah Allah. 

Salaam. 

No comments:

Post a Comment