Visitor

Wednesday, September 3, 2014

#latepost

Galeri Nasional Indonesia
16 Agustus 2014








Museum Nasional Indonesia
16 Agustus 2014









Manusia Indonesia dan Lingkungannya






Aksara dan Bahasa di Indonesia: Aksara Arab




Bangunan Masjid Kuno





Tas & Sepeda Kuno





Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman


Organisasi Sosial dan Pola Pemukiman Masa Islam


Agama Islam masuk di Indonesia sekitar abad ke-13 yang dibawa oleh para pedagang dari Gujarat, Persia dan Arab. Para pedagang itu sering mengunjungi wilayah Selat sebagai pusat perdagangan. Masuknya agama Islam di kawasan Nusantara dengan sendirinya membawa perubahan dalam berbagai aspek kebudayaan misalnya arsitektur bangunan, gaya berbusana dan ragam khas.

Adapun kerajaan yang merupakan pusat penyebaran agama Islam adalah Kerajaan Samudera Pasai, Aceh, Demak, Banten, Ternate, Gowa dan Talo. Dalam sistem kerajaan-kerajaan Nusantara yang bercorak agama Islam, penataan masyarakat pun agak berbeda dari keadaan sebelumnya. Kerajaan-kerajaan Islam Nusantara merdeka sebelum kedatangan Eropa (abad ke-13 sampai ke-17 M) dan telah banyak dikunjungi oleh pedagang dari Cina, India, Arab dan penduduk Asia Tenggara lainnya. Pada masa itu perniagaan telah berkembang pesat sehingga sangat mempengaruhi perkembangan politik dan ekonomi suatu kerajaan.


Kain Sarung 
(Sulawesi)
Kain tenun berbahan dasar serat pisang dengan warna dasar coklat muda. Kedua ujung sarung yang berupa rumbai disatukan di tengah. Sarung polos ini digunakan oleh perempuan.



Baju (Karai Ne Tuama)
(Minahasa, Sulawesi Utara)
Baju ini merupakan salah satu busana yang digunakan oleh laki-laki pada masyarakat Tonsea di bagian utara Minahasa. Bahan dasarnya terbuat dari serat pisang, namun pada perkembangannya dilapisi katun agar tidak gatal atau panas.



Selendang
(Jamdena, Tanimbar)
Kain ini dihiasi dengan motif nenek moyang yang digayakan. Kain ini digunakan seperti syal berukuran lebar yang disampingkan pada kedua bahu. Fungsinya adalah sebagai pelindung tubuh. Kain ini diperoleh dari tuan C.M.A Groeneveldt di Jakarta.



Ikat Kepala (Siga)
(Lore, Posso, Sulawesi Tengah)
Siga adalah kain kulit kayu yang digunakan sebagai ikat kepala atau destar laki-laki yang digunakan pada upacara adat. Permukaannya dihiasi motif-motif geometris yang dipercaya dapat memberi kekuatan bagi pemakainya. 



Kain Dodot 
(Surakarta, Jawa Tengah)
Kain dodot dengan motif batik alas-alasan. Di masa lalu, motif ini dipandang sakral dan hanya dipergunakan oleh kalangan tertentu di dalam keraton. Kain ini biasa digunakan sebagai busana pengantin basahan di lingkungan keraton. 



Isi Rumah Kuno








No comments:

Post a Comment