Visitor

Thursday, August 14, 2014

di antara yang haqq dan yang bathil


Bismillahirrahmanirrahim

Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, sebagian dari kita mungkin sering mendengar berita tentang ISIS maupun kelompok-kelompok yang dianggap sesat oleh media dan siaran televisi. Dengan adanya berita tersebut, saya ingin bergegas mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan izin Allah, saya menulis informasi ini dan semoga apa yang saya sampaikan tidak menimbulkan hal-hal yang buruk, maupun lainnya. 


“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: 'Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…” 
(QS. Al-Mumtahanah: 4)


Sejak dulu, Islam dianggap sebagai agama perang yang tidak bisa mempersatukan keberagaman. Perang dan jihad dijadikan satu arti yang sama. Sehingga menimbulkan kesan bahwa jihad yang dilakukan umat muslimin adalah perang yang harus dicegah. Keterbatasan ilmu dan pengetahuan tentang jihad membuat beberapa kaum muslimin menolak untuk berperang. Padahal maksud berperang di sini sangat berbeda dari pandangan mereka. Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan di dalam Al-Qur'an tentang perintah jihad untuk membasmi kaum munafiqun, kaum musyrikin dan kaum kafir yang berbuat kerusakan di muka bumi. Jadi, perang dalam Islam hanya bertujuan untuk memusnahkan musuh-musuh Islam. Bukan untuk membuat kekacauan belaka.



Daulah Islamiyyah (ISIS)

ISIS atau lengkapnya Islamic State of Iraq & Al-Sham (Negara Islam Iraq & Syam) adalah sebutan untuk kelompok Islamis bersenjata yang aktif di wilayah Iraq dan Suriah. Nama Al-Sham pada kelompok ini diambil dari nama versi Arab kawasan di sebelah timur Laut Mediterania. Belakangan ini, ISIS juga bisa dideskripsikan sebagai negara tanpa pengakuan internasional karena para personil ISIS memang bercita-cita menjadikan wilayah taklukannya sebagai negara berbasis hukum Islam. Berbeda dengan negara-negara kebanyakan. Mereka menggunakan unsur-unsur demokrasi, liberalisasi, atau pun hukum-hukum lainnya yang bukan berasal dari hukum Allah.

ISIS yang keanggotaannya didominasi oleh Muslim Sunni ini kerap melakukan penyerangan kepada komunitas Syiah. Hal tersebut membawa dampak yang besar bagi masyarakat awam yang menilai tanpa mencari kebenaran sesungguhnya. Lihatlah bagaimana media massa memberitakan tentang ISIS yang harus diwaspadai. Mereka menyatakan juga bahwa ISIS merupakan kelompok radikal yang harus dibasmi dan tidak boleh berkembang di Indonesia. Mereka dengan mudahnya menilai ISIS adalah kelompok sesat yang mengatasnamakan Islam sebagai dasar ideologi mereka. 

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah pembasmian kelompok-kelompok sesat seperti Syiah yang mulai banyak berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa ISIS (Daulah Khilafah Islamiah) adalah haram hukumnya. Perlu kita ketahui, MUI mengeluarkan fatwa demikian dengan alasan karena nilai-nilai ISIS tidak sesuai dengan Pancasila. Pertanyaannya adalah, apakah Pancasila sudah sesuai dengan hukum Islam?

Hukum yang diterapkan oleh ISIS memang tidak sesuai dengan Pancasila karena ISIS hanya menerapkan hukum Allah dan Rasulullah. Pandangan ini ditolak oleh masyarakat yang kebanyakan pro pada nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia. Namun pada kenyataannya, Pancasila mendapat doktrin Zionisme dan Freemasonry yang jarang kita ketahui.

Gerakan Zionisme dan Freemasonry di seluruh dunia sesungguhnya memiliki asas yang sama. Asas dari kedua gerakan ini disebut "Khams Qanun" atau 5 sila.

Kelima sila itu adalah:

1. Monotheisme
2. Nasionalisme
3. Humanisme
4. Demokrasi
5. Sosialisme

Asas Freemasonry dan Zionisme pada dasarnya sama, yang berbeda hanya urutannya saja. Keduanya diilhami oleh ajaran Talmud -- kitab suci agama Yahudi. Prinsip indoktrinasi Zionisme, agaknya cukup fleksibel karena mampu beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik di setiap negara. Mengenai urutannya boleh saja berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama, mengacu kepada doktrin baku Zionisme.

Lalu nilai-nilai ISIS yang mana yang dianggap sesat dan tidak sesuai dengan aturan Islam? 

Beberapa dari berita di internet tersebar tentang pengakuan orang-orang yang mempertanyakan mengenai bendera ISIS itu sendiri. Mari kita jabarkan satu per satu.


1. TULISAN ARAB BERWARNA PUTIH DI BAGIAN ATAS

Tulisan yang ada di bagian ini aslinya merupakan kalimat berbahasa Arab yang ditulis tanpa memakai tanda baca. Adapun kalimat yang ada di dalam tulisan tersebut berbunyi: "Laa illa ha illallah."

Sebuah kalimat yang mengekspresikan pandangan keimanan umat Islam. Jika untuk kasus ISIS, kalimat ini bisa dimaknai sebagai klaim sepihak dan pernyataan tidak langsung dari kelompok ISIS bahwa mereka sedang berjuang demi menegakkan agama.

2. LINGKARAN PUTIH DENGAN TULISAN ARAB DI BAGIAN TENGAH

Bagian ini menampilkan lingkaran putih yang tidak digambar bulat sempurna dengan 3 baris tulisan Arab berwarna hitam di dalamnya. Tulisan-tulisan tersebut jika dilafalkan berturut-turut dari atas ke bawah adalah 'Allah', 'Rasul', dan 'Muhammad'. Simbol lingkaran berhuruf Arab ini sendiri diambil dari cap stempel yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam surat-surat resminya.


3. WARNA LATAR BELAKANG HITAM

Bendera berwarna hitam memiliki sejarah yang cukup panjang dalam sejarah bangsa-bangsa Muslim. Awalnya bendera berwarna hitam pertama kali muncul dalam Pertempuran Badar antara pasukan Muslim melawan suku Quraisy. Lalu sesudah itu, bendera hitam digunakan oleh Kekhalifahan Abbasiyah sebagai bendera resmi negaranya. Begitu populernya penggunaan bendera tersebut, sampai-sampai Dinasti Tang di Cina menjuluki orang-orang Abbasiyah sebagai orang-orang yang berjubah hitam.

Di luar aspek historis, di sebuah hadist menyatakan bahwa menjelang akhir zaman, Imam Mahdi akan memimpin pasukan yang mengusung bendera hitam. 


Namun berita tentang ISIS yang muncul di media, yang kerap dipublikasikan hanyalah tentang kekerasan -- yang kemudian dikaitkan dengan jaringan teroris. Tidak hanya itu, sikap media yang selalu membuat berita buruk tentang ISIS pun seakan ingin menarik garis penghubung antara ajaran Islam dan terorisme. Anehnya, isu mengenai ISIS ini baru saja "meledak" pada pertengahan tahun 2014, sedangkan kehadiran ISIS dalam kancah jihad di Timur Tengah sudah dari beberapa tahun sebelumnya.

Media lokal dan internasional bahu-membahu untuk memberikan citra buruk ISIS kepada masyarakat, sehingga masyarakat awam yang awalnya tidak mengerti apa-apa menjadi terprovokasi oleh berita yang ditayangkan oleh media. Masyarakat dibuat takut dengan adanya isu ISIS tersebut.

"Dakwah" miring tentang ISIS yang dilakukan oleh media sebenarnya ingin menyamakan persepsi kekerasan dengan Islam. Seakan-akan, bila negara Islam itu tegak di tengah-tengah masyarakat kita, mereka akan diberlakukan dengan kekerasan -- dengan gaya diktator yang memaksa kehendak rakyat untuk menuruti keinginan penguasa. Media secara tidak langsung telah membuat gambaran "semu" tentang negara Islam dengan menampilkan video kekerasan yang dilakukan oleh ISIS, guna menjelaskan kepada masyarakat bahwa inilah potret negara Islam sebenarnya. 

Tujuan media yang sebenarnya dalam menyikapi fenomena ISIS adalah untuk meraih satu simpul suara dari masyarakat untuk menolak adanya konsep bernegara dalam Islam, meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945. Hal itu sangat berkaitan erat dengan politik di Indonesia. Mengapa demikian? Karena jika negara Islam ditegakkan di negeri ini, yang pertama kali dirugikan adalah kapitalis yang saat ini mencengkeram persendian ekonomi negara kita. Keberadaan mereka akan terancam dan secara otomatis, kekayaan alam yang mereka kuasai akan dikelola sepenuhnya oleh negara demi kemakmuran rakyatnya. Hal tersebut sangat ditakuti oleh negara-negara imperialis, seperti AS, Inggris, Prancis, dll. Oleh karen itu, dibuatlah isu tentang kekejaman ISIS yang sebenarnya mereka gunakan sebagai alat untuk mengarahkan masyarakat untuk menolak sistem pemerintahan Islam. 

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta kepada Allah sedang dia mengajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan tipu daya mereka, tetapi Allah justru menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya."
(QS. Ash-Shaff: 7-8)

Membenci Khilafah Islamiyyah berarti membenci Islam. Karena pada dasarnya, Daulah Islamiyyah itu murni membawa ajaran para Nabi dan Rasul. Sebagaimana Rasulullah yang juga dituduh oleh kaumnya yang kafir sebagai orang sinting alias gila.

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ


"Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), mereka menyombongkan diri dan berkata: 'Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?'."
(QS. Ash-Shaffat: 35-36)



أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنكِرُونَ أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءهُم بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ


"Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya? Atau apakah patut mereka berkata: 'Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.' Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka dan kebanyakan mereka benci pada kebenaran." 
(QS. Al-Mu'minun: 69-70)

Jadi, jangan heran bila para pendukung ISIS (Daulah Islamiyyah) itu dituduh sinting karena panutan mereka yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga dituduh gila oleh para tokoh pada masa itu.

Dan rupanya sudah banyak fitnah yang dilontarkan kepada ISIS. Seperti berikut:

1. ISIS bentukan AS, Israel, dan Inggris?

Sejak dulu, ISIS ketika masih disebut ISI (Daulah Islam Iraq) di Iraq sudah bertempur melawan AS dan sekutunya. Bagaimana mungkin bisa disebut ISIS sebagai bentukan AS?

2. Khalifah Ibrahim (pemimpin ISIS) keturunan Yahudi? Agen Mossad?

Justru sebaliknya, Khalifah Ibrahim (Abu Bakar Al-Baghdady) justru adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, ahlul bait (atau yang biasa kita kenal habib) yang bermanhaj ahlussunnah. Bukti-buktinya pun sudah lama beredar dan sudah lama diketahui publik. Klaim "Agen Mossad" pun sumbernya tidak jelas dan mengarah ke sumber berita Iran.

3. Menghancurkan Makam?

Yang dihancurkan oleh ISIS adalah bangunan yang berada di atas makam. Bukan makamnya. Tujuannya adalah untuk menghindari syirik terhadap kuburan tersebut. Padahal Nabi Muhammad SAW sudah melarang hal tersebut. 



Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lima hari sebelum kematiannya, "Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan (para nabi dan orang-orang shalih dari mereka) sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai tempat ibadah (masjid), karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu."
[Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Masajid 532]

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” 
(HR. Muslim No. 970)


4. Membantai Muslim?

ISIS sebenarnya ingin memerangi Syiah yang sudah banyak beredar. Ada baiknya kita kenal lebih dahulu apa itu Syiah dan bagaimana ajarannya. Sila cek di link berikut ini:

www.videosyiah.com

Perlu ditekankan bahwa SYIAH BUKAN ISLAM. Ajaran Syiah sangat bertolak belakang oleh ajaran Islam. Jadi, dengan kata lain, kaum Syiah termasuk dalam kelompok musuh Islam yang harus diperangi.

Berpikirlah dengan jernih. Jangan hanya karena dibombardir oleh media yang beredar, kita jadi ikut larut di dalamnya. Pengecaman kepada ISIS ini pun membuat kita bertanya-tanya. 

Lalu bagaimana jika Imam Mahdi muncul? Apa yang akan mereka katakan?

Apakah mereka akan mengecam bahwa...

IMAM MAHDI TIDAK SESUAI DENGAN PANCASILA KARENA IMAM MAHDI HANYA MEMBELA ISLAM. 

IMAM MAHDI TIDAK SESUAI DENGAN HAM KARENA MEMIMPIN PASUKAN MEMERANGI YAHUDI (YAHUDI MANUSIA YANG DILINDUNGI HAM).

IMAM MAHDI TERORIS.

Wallahu'alam bisshawab.

[Ringkasan dari Fath Al-Kade'iy]


Demikianlah apa yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa membuka mata hati kita untuk bisa membedakan MANA YANG HAQQ DAN MANA YANG BATHIL. Karena sungguh, memasuki akhir zaman, kaum muslimin akan menerima semakin banyak fitnah yang merajalela, sehingga membuat masyarakat awam menelan mentah-mentah berita yang belum diketahui kebenarannya. 

Jika kita sungguh beriman, akankah kita mengikuti orang-orang yang menggerakkan sistem di luar dari hukum Allah?



"Ya Allah bila Daulah ini adalah daulah khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq.


Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang berhukum dengan Kitab-Mu dan Sunnah Nabi-Mu serta menjihadi musuh-musuh-Mu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin di muka bumi, serta jadikanlah ia sebagai khilafah ‘alaa minhaj an nubuwwah. 



Katakanlah; 'Aamiin' wahai kaum muslimin. 



Ya Allah berilah hukuman kepada setiap orang yang memecah belah barisan mujahidin, mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin, membuat bahagia orang-orang kafir, membuat dongkol kaum mu’minin serta memundurkan jihad bertahun-tahun ke belakang. 



Ya Allah bongkarlah rahasianya, tampakkanlah niat buruknya, dan turunkanlah kepadanya kemurkaan-Mu dan Laknat-Mu, serta perlihatkanlah kepada kami keajaiban Qudrah-Mu. 



Katakanlah wahai kaum muslimin: 'Aamiin'."



[Do'a Mubahalah Juru Bicara Resmi Daulah Islam, Asy-Syaikh Abu Muhammad Al-'Adnaniy hafidzahullaah, dalam risalah Maa Kaana Haadza Minhajunaa walay Yakun]



Aamiin Ya Robbal'alamiin




Aku tidak peduli fitnah apa yang para kafir sebarkan. Tapi Demi Allah, perasaan ini hancur bak dihantam peluru artilleri jika saudara seimanku termakan dan ikut menyebarkan fitnah itu. - Abu Ibraheem



Sumber:
http://millahibrahim.wordpress.com/
http://kdiofficial.blogspot.com/

No comments:

Post a Comment