Visitor

Thursday, August 14, 2014

di antara yang haqq dan yang bathil


Bismillahirrahmanirrahim

Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, sebagian dari kita mungkin sering mendengar berita tentang ISIS maupun kelompok-kelompok yang dianggap sesat oleh media dan siaran televisi. Dengan adanya berita tersebut, saya ingin bergegas mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi. Dengan izin Allah, saya menulis informasi ini dan semoga apa yang saya sampaikan tidak menimbulkan hal-hal yang buruk, maupun lainnya. 


“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: 'Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…” 
(QS. Al-Mumtahanah: 4)


Sejak dulu, Islam dianggap sebagai agama perang yang tidak bisa mempersatukan keberagaman. Perang dan jihad dijadikan satu arti yang sama. Sehingga menimbulkan kesan bahwa jihad yang dilakukan umat muslimin adalah perang yang harus dicegah. Keterbatasan ilmu dan pengetahuan tentang jihad membuat beberapa kaum muslimin menolak untuk berperang. Padahal maksud berperang di sini sangat berbeda dari pandangan mereka. Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan di dalam Al-Qur'an tentang perintah jihad untuk membasmi kaum munafiqun, kaum musyrikin dan kaum kafir yang berbuat kerusakan di muka bumi. Jadi, perang dalam Islam hanya bertujuan untuk memusnahkan musuh-musuh Islam. Bukan untuk membuat kekacauan belaka.



Daulah Islamiyyah (ISIS)

ISIS atau lengkapnya Islamic State of Iraq & Al-Sham (Negara Islam Iraq & Syam) adalah sebutan untuk kelompok Islamis bersenjata yang aktif di wilayah Iraq dan Suriah. Nama Al-Sham pada kelompok ini diambil dari nama versi Arab kawasan di sebelah timur Laut Mediterania. Belakangan ini, ISIS juga bisa dideskripsikan sebagai negara tanpa pengakuan internasional karena para personil ISIS memang bercita-cita menjadikan wilayah taklukannya sebagai negara berbasis hukum Islam. Berbeda dengan negara-negara kebanyakan. Mereka menggunakan unsur-unsur demokrasi, liberalisasi, atau pun hukum-hukum lainnya yang bukan berasal dari hukum Allah.

ISIS yang keanggotaannya didominasi oleh Muslim Sunni ini kerap melakukan penyerangan kepada komunitas Syiah. Hal tersebut membawa dampak yang besar bagi masyarakat awam yang menilai tanpa mencari kebenaran sesungguhnya. Lihatlah bagaimana media massa memberitakan tentang ISIS yang harus diwaspadai. Mereka menyatakan juga bahwa ISIS merupakan kelompok radikal yang harus dibasmi dan tidak boleh berkembang di Indonesia. Mereka dengan mudahnya menilai ISIS adalah kelompok sesat yang mengatasnamakan Islam sebagai dasar ideologi mereka. 

Padahal yang sebenarnya terjadi adalah pembasmian kelompok-kelompok sesat seperti Syiah yang mulai banyak berkembang di dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa bahwa ISIS (Daulah Khilafah Islamiah) adalah haram hukumnya. Perlu kita ketahui, MUI mengeluarkan fatwa demikian dengan alasan karena nilai-nilai ISIS tidak sesuai dengan Pancasila. Pertanyaannya adalah, apakah Pancasila sudah sesuai dengan hukum Islam?

Hukum yang diterapkan oleh ISIS memang tidak sesuai dengan Pancasila karena ISIS hanya menerapkan hukum Allah dan Rasulullah. Pandangan ini ditolak oleh masyarakat yang kebanyakan pro pada nilai-nilai leluhur bangsa Indonesia. Namun pada kenyataannya, Pancasila mendapat doktrin Zionisme dan Freemasonry yang jarang kita ketahui.

Gerakan Zionisme dan Freemasonry di seluruh dunia sesungguhnya memiliki asas yang sama. Asas dari kedua gerakan ini disebut "Khams Qanun" atau 5 sila.

Kelima sila itu adalah:

1. Monotheisme
2. Nasionalisme
3. Humanisme
4. Demokrasi
5. Sosialisme

Asas Freemasonry dan Zionisme pada dasarnya sama, yang berbeda hanya urutannya saja. Keduanya diilhami oleh ajaran Talmud -- kitab suci agama Yahudi. Prinsip indoktrinasi Zionisme, agaknya cukup fleksibel karena mampu beradaptasi dengan pola pikir pimpinan politik di setiap negara. Mengenai urutannya boleh saja berbeda, tetapi prinsipnya tetap sama, mengacu kepada doktrin baku Zionisme.

Lalu nilai-nilai ISIS yang mana yang dianggap sesat dan tidak sesuai dengan aturan Islam? 

Beberapa dari berita di internet tersebar tentang pengakuan orang-orang yang mempertanyakan mengenai bendera ISIS itu sendiri. Mari kita jabarkan satu per satu.


1. TULISAN ARAB BERWARNA PUTIH DI BAGIAN ATAS

Tulisan yang ada di bagian ini aslinya merupakan kalimat berbahasa Arab yang ditulis tanpa memakai tanda baca. Adapun kalimat yang ada di dalam tulisan tersebut berbunyi: "Laa illa ha illallah."

Sebuah kalimat yang mengekspresikan pandangan keimanan umat Islam. Jika untuk kasus ISIS, kalimat ini bisa dimaknai sebagai klaim sepihak dan pernyataan tidak langsung dari kelompok ISIS bahwa mereka sedang berjuang demi menegakkan agama.

2. LINGKARAN PUTIH DENGAN TULISAN ARAB DI BAGIAN TENGAH

Bagian ini menampilkan lingkaran putih yang tidak digambar bulat sempurna dengan 3 baris tulisan Arab berwarna hitam di dalamnya. Tulisan-tulisan tersebut jika dilafalkan berturut-turut dari atas ke bawah adalah 'Allah', 'Rasul', dan 'Muhammad'. Simbol lingkaran berhuruf Arab ini sendiri diambil dari cap stempel yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam surat-surat resminya.


3. WARNA LATAR BELAKANG HITAM

Bendera berwarna hitam memiliki sejarah yang cukup panjang dalam sejarah bangsa-bangsa Muslim. Awalnya bendera berwarna hitam pertama kali muncul dalam Pertempuran Badar antara pasukan Muslim melawan suku Quraisy. Lalu sesudah itu, bendera hitam digunakan oleh Kekhalifahan Abbasiyah sebagai bendera resmi negaranya. Begitu populernya penggunaan bendera tersebut, sampai-sampai Dinasti Tang di Cina menjuluki orang-orang Abbasiyah sebagai orang-orang yang berjubah hitam.

Di luar aspek historis, di sebuah hadist menyatakan bahwa menjelang akhir zaman, Imam Mahdi akan memimpin pasukan yang mengusung bendera hitam. 


Namun berita tentang ISIS yang muncul di media, yang kerap dipublikasikan hanyalah tentang kekerasan -- yang kemudian dikaitkan dengan jaringan teroris. Tidak hanya itu, sikap media yang selalu membuat berita buruk tentang ISIS pun seakan ingin menarik garis penghubung antara ajaran Islam dan terorisme. Anehnya, isu mengenai ISIS ini baru saja "meledak" pada pertengahan tahun 2014, sedangkan kehadiran ISIS dalam kancah jihad di Timur Tengah sudah dari beberapa tahun sebelumnya.

Media lokal dan internasional bahu-membahu untuk memberikan citra buruk ISIS kepada masyarakat, sehingga masyarakat awam yang awalnya tidak mengerti apa-apa menjadi terprovokasi oleh berita yang ditayangkan oleh media. Masyarakat dibuat takut dengan adanya isu ISIS tersebut.

"Dakwah" miring tentang ISIS yang dilakukan oleh media sebenarnya ingin menyamakan persepsi kekerasan dengan Islam. Seakan-akan, bila negara Islam itu tegak di tengah-tengah masyarakat kita, mereka akan diberlakukan dengan kekerasan -- dengan gaya diktator yang memaksa kehendak rakyat untuk menuruti keinginan penguasa. Media secara tidak langsung telah membuat gambaran "semu" tentang negara Islam dengan menampilkan video kekerasan yang dilakukan oleh ISIS, guna menjelaskan kepada masyarakat bahwa inilah potret negara Islam sebenarnya. 

Tujuan media yang sebenarnya dalam menyikapi fenomena ISIS adalah untuk meraih satu simpul suara dari masyarakat untuk menolak adanya konsep bernegara dalam Islam, meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dan UUD 1945. Hal itu sangat berkaitan erat dengan politik di Indonesia. Mengapa demikian? Karena jika negara Islam ditegakkan di negeri ini, yang pertama kali dirugikan adalah kapitalis yang saat ini mencengkeram persendian ekonomi negara kita. Keberadaan mereka akan terancam dan secara otomatis, kekayaan alam yang mereka kuasai akan dikelola sepenuhnya oleh negara demi kemakmuran rakyatnya. Hal tersebut sangat ditakuti oleh negara-negara imperialis, seperti AS, Inggris, Prancis, dll. Oleh karen itu, dibuatlah isu tentang kekejaman ISIS yang sebenarnya mereka gunakan sebagai alat untuk mengarahkan masyarakat untuk menolak sistem pemerintahan Islam. 

"Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta kepada Allah sedang dia mengajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim. Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan tipu daya mereka, tetapi Allah justru menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya."
(QS. Ash-Shaff: 7-8)

Membenci Khilafah Islamiyyah berarti membenci Islam. Karena pada dasarnya, Daulah Islamiyyah itu murni membawa ajaran para Nabi dan Rasul. Sebagaimana Rasulullah yang juga dituduh oleh kaumnya yang kafir sebagai orang sinting alias gila.

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ


"Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: 'Laa ilaaha illallah' (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), mereka menyombongkan diri dan berkata: 'Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?'."
(QS. Ash-Shaffat: 35-36)



أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنكِرُونَ أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءهُم بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ


"Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya? Atau apakah patut mereka berkata: 'Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.' Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka dan kebanyakan mereka benci pada kebenaran." 
(QS. Al-Mu'minun: 69-70)

Jadi, jangan heran bila para pendukung ISIS (Daulah Islamiyyah) itu dituduh sinting karena panutan mereka yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga dituduh gila oleh para tokoh pada masa itu.

Dan rupanya sudah banyak fitnah yang dilontarkan kepada ISIS. Seperti berikut:

1. ISIS bentukan AS, Israel, dan Inggris?

Sejak dulu, ISIS ketika masih disebut ISI (Daulah Islam Iraq) di Iraq sudah bertempur melawan AS dan sekutunya. Bagaimana mungkin bisa disebut ISIS sebagai bentukan AS?

2. Khalifah Ibrahim (pemimpin ISIS) keturunan Yahudi? Agen Mossad?

Justru sebaliknya, Khalifah Ibrahim (Abu Bakar Al-Baghdady) justru adalah keturunan Nabi Muhammad SAW, ahlul bait (atau yang biasa kita kenal habib) yang bermanhaj ahlussunnah. Bukti-buktinya pun sudah lama beredar dan sudah lama diketahui publik. Klaim "Agen Mossad" pun sumbernya tidak jelas dan mengarah ke sumber berita Iran.

3. Menghancurkan Makam?

Yang dihancurkan oleh ISIS adalah bangunan yang berada di atas makam. Bukan makamnya. Tujuannya adalah untuk menghindari syirik terhadap kuburan tersebut. Padahal Nabi Muhammad SAW sudah melarang hal tersebut. 



Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata lima hari sebelum kematiannya, "Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan (para nabi dan orang-orang shalih dari mereka) sebagai masjid, maka janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan itu sebagai tempat ibadah (masjid), karena sungguh aku melarang kalian dari hal itu."
[Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Masajid 532]

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” 
(HR. Muslim No. 970)


4. Membantai Muslim?

ISIS sebenarnya ingin memerangi Syiah yang sudah banyak beredar. Ada baiknya kita kenal lebih dahulu apa itu Syiah dan bagaimana ajarannya. Sila cek di link berikut ini:

www.videosyiah.com

Perlu ditekankan bahwa SYIAH BUKAN ISLAM. Ajaran Syiah sangat bertolak belakang oleh ajaran Islam. Jadi, dengan kata lain, kaum Syiah termasuk dalam kelompok musuh Islam yang harus diperangi.

Berpikirlah dengan jernih. Jangan hanya karena dibombardir oleh media yang beredar, kita jadi ikut larut di dalamnya. Pengecaman kepada ISIS ini pun membuat kita bertanya-tanya. 

Lalu bagaimana jika Imam Mahdi muncul? Apa yang akan mereka katakan?

Apakah mereka akan mengecam bahwa...

IMAM MAHDI TIDAK SESUAI DENGAN PANCASILA KARENA IMAM MAHDI HANYA MEMBELA ISLAM. 

IMAM MAHDI TIDAK SESUAI DENGAN HAM KARENA MEMIMPIN PASUKAN MEMERANGI YAHUDI (YAHUDI MANUSIA YANG DILINDUNGI HAM).

IMAM MAHDI TERORIS.

Wallahu'alam bisshawab.

[Ringkasan dari Fath Al-Kade'iy]


Demikianlah apa yang bisa saya sampaikan. Mudah-mudahan bisa membuka mata hati kita untuk bisa membedakan MANA YANG HAQQ DAN MANA YANG BATHIL. Karena sungguh, memasuki akhir zaman, kaum muslimin akan menerima semakin banyak fitnah yang merajalela, sehingga membuat masyarakat awam menelan mentah-mentah berita yang belum diketahui kebenarannya. 

Jika kita sungguh beriman, akankah kita mengikuti orang-orang yang menggerakkan sistem di luar dari hukum Allah?



"Ya Allah bila Daulah ini adalah daulah khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq.


Ya Allah bila ia itu Daulah Islam yang berhukum dengan Kitab-Mu dan Sunnah Nabi-Mu serta menjihadi musuh-musuh-Mu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin di muka bumi, serta jadikanlah ia sebagai khilafah ‘alaa minhaj an nubuwwah. 



Katakanlah; 'Aamiin' wahai kaum muslimin. 



Ya Allah berilah hukuman kepada setiap orang yang memecah belah barisan mujahidin, mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin, membuat bahagia orang-orang kafir, membuat dongkol kaum mu’minin serta memundurkan jihad bertahun-tahun ke belakang. 



Ya Allah bongkarlah rahasianya, tampakkanlah niat buruknya, dan turunkanlah kepadanya kemurkaan-Mu dan Laknat-Mu, serta perlihatkanlah kepada kami keajaiban Qudrah-Mu. 



Katakanlah wahai kaum muslimin: 'Aamiin'."



[Do'a Mubahalah Juru Bicara Resmi Daulah Islam, Asy-Syaikh Abu Muhammad Al-'Adnaniy hafidzahullaah, dalam risalah Maa Kaana Haadza Minhajunaa walay Yakun]



Aamiin Ya Robbal'alamiin




Aku tidak peduli fitnah apa yang para kafir sebarkan. Tapi Demi Allah, perasaan ini hancur bak dihantam peluru artilleri jika saudara seimanku termakan dan ikut menyebarkan fitnah itu. - Abu Ibraheem



Sumber:
http://millahibrahim.wordpress.com/
http://kdiofficial.blogspot.com/

Sunday, August 10, 2014

asking about dog


Menyebalkan memang jika kita berdebat dengan orang yang mudah emosian dan keras kepala. Beberapa waktu yang lalu saya pernah ditanya sama seorang teman mengenai hewan anjing. Bagaimanakah hukum fikihnya? Can we pet a dog as a Muslim? Duh, kenapa sih Islam itu ribet banget?! Gue suka anjing dan gue mau memelihara mereka di rumah. Tapi kenapa Islam melarang itu? Apa salah anjing? Mereka 'kan juga makhluk ciptaan Allah? 

Well, to be honest, saya bukan seseorang yang ahli dalam hal hukum-hukum Islam. Saya pun masih belajar dan akan terus belajar. Mengenai hal ini, saya punya beberapa poin penting yang bisa disimpulkan.


1. "Anjing itu hewan yang menyenangkan. Kasihan dong para pecinta anjing yang agamanya Islam. Tersiksa dengan ribuan alasan tidak boleh memeliharanya lantaran air liur yang najis."


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من أمسك كلبا فإنه ينقص كل يوم من عمله قيراط إلا كلب حرث أو ماشية
“Barangsiapa memelihara anjing, maka amalan sholehnya akan berkurang setiap harinya sebesar satu qiroth (satu qiroth adalah sebesar gunung uhud), selain anjing untuk menjaga tanaman atau hewan ternak.”

Ibnu Sirin dan Abu Sholeh mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,


إلا كلب غنم أو حرث أو صيد


Selain anjing untuk menjaga hewan ternak, menjaga tanaman atau untuk berburu.”

Abu Hazim mengatakan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كلب صيد أو ماشية


Selain anjing untuk berburu atau anjing untuk menjaga hewan ternak.” 
(HR. Bukhari)
[Bukhari: 46-Kitab Al Muzaro’ah, 3-Bab Memelihara Anjing untuk Menjaga Tanaman]

Dari hadist di atas, saya menyimpulkan bahwa hanya beberapa uzur syar'i saja yang bisa memperbolehkan kita untuk memelihara anjing. Namun, hal ini perlu dibicarakan oleh ulama atau guru yang lebih paham. Hukum Allah itu sudah sempurna. Jangan sampai kita lebih mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan, daripada 'nurut' sama Allah.


2. "Bolehkah memelihara anjing dengan maksud untuk menjaga rumah? Karena rumah saya sering kemalingan."


Ibnu Qudamah rahimahullah pernah berkata,
وَإِنْ اقْتَنَاهُ لِحِفْظِ الْبُيُوتِ ، لَمْ يَجُزْ ؛ لِلْخَبَرِ .وَيَحْتَمِلُ الْإِبَاحَةَ .وَهُوَ قَوْلُ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ ؛ لِأَنَّهُ فِي مَعْنَى الثَّلَاثَةِ ، فَيُقَاسُ عَلَيْهَا .وَالْأَوَّلُ أَصَحُّ ؛ لِأَنَّ قِيَاسَ غَيْرِ الثَّلَاثَةِ عَلَيْهَا ، يُبِيحُ مَا يَتَنَاوَلُ الْخَبَرُ تَحْرِيمَهُ . قَالَ الْقَاضِي : وَلَيْسَ هُوَ فِي مَعْنَاهَا ، فَقَدْ يَحْتَالُ اللِّصُّ لِإِخْرَاجِهِ بِشَيْءِ يُطْعِمُهُ إيَّاهُ ، ثُمَّ يَسْرِقُ الْمَتَاعَ .
“Tidak boleh untuk maksud itu (anjing digunakan untuk menjaga rumah dari pencurian) menurut pendapat yang kuat berdasarkan maksud hadits (tentang larangan memelihara anjing). Dan memang ada pula ulama yang memahami bolehnya, yaitu pendapat ulama Syafi’iyah (bukan pendapat Imam Asy Syafi’i, pen). Karena ulama Syafi’iyah menyatakan anjing dengan maksud menjaga rumah termasuk dalam tiga maksud yang dibolehkan, mereka simpulkan dengan cara qiyas (menganalogikan). Namun pendapat pertama yang mengatakan tidak boleh, itu yang lebih tepat. Karena selain tiga tujuan tadi, tetap dilarang. Al Qodhi mengatakan, “Hadits tersebut tidak mengandung makna bolehnya memelihara anjing untuk tujuan menjaga rumah. Si pencuri bisa saja membuat trik licik dengan memberi umpan berupa makanan pada anjing tersebut, lalu setelah itu pencuri tadi mengambil barang-barang yang ada di dalam rumah”. (Al Mughni, 4/324)
Walaupun sebagian ulama membolehkan memanfaatkan anjing untuk menjaga rumah, namun itu adalah pendapat yang lemah yang menyelisihi hadits yang telah dikemukakan di atas.

Sebagian orang berpendapat bahwa dengan adanya anjing di rumah, rumah akan aman dan pencuri tidak akan berani masuk ke dalam. Sebenarnya, kita tidak perlu repot-repot mencari cara agar rumah tidak mudah kemalingan karena jawabannya satu, ketakwaan. Allah telah mengatakan bahwa barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, dia akan memperoleh kemenangan. Jangankan cuma masalah rumah yang sering kemalingan, Allah akan siapkan rumah di surga nanti bagi mereka yang selalu bertakwa kepada Allah.


Allah Ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Tholaq: 2-3). Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Barangsiapa bertakwa pada Allah dan menyandarkan urusannya pada Allah, maka Allah yang mencukupinya.” (Tafsir Ath Thobari, 23/46)

Dan bangunkanlah jiwa-jiwa penghafal Al-Qur'an di rumah. Karena dengan itulah, setan tidak akan berani masuk ke dalam hati manusia yang selalu mengingat Allah. Bahaya apapun yang akan mengancam, termasuk kemalingan dan pencurian di rumah, akan dijauhkan oleh Allah. 


3. "Mengapa menyentuh anjing saja dianggap najis? Padahal yang najis itu air liurnya. Tapi mengapa Islam dengan kakunya melarang kita untuk mengelus-elus anjing?"

Memang betul. Yang najis itu bukan anjingnya. Namun perlu kita ingat, ketika kita ingin menggunakan wadah yang berisi air yang airnya sempat terminum oleh anjing, air di wadah tersebut harus ditumpahkan. Namun jika wadah tersebut khusus untuk anjing, maka tidak perlu disucikan.

"Sucinya wadah kalian apabila dijilat anjing, adalah dengan dibasuh sebanyak tujuh kali, basuhan pertama dengan debu." (HR. Muslim, No. 279)

Dengan dalil yang jelas, shahih, dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, kita bisa pertahankan pendapat kita. Hanya saja kita sangat perlu ilmu yang haqq. Tidak sembarang kita mencari ilmu untuk mendapatkan kebenaran. 

"Hal demikian, karena asal pada setiap benda adalah suci, maka tidak boleh menyatakan sesuatu najis atau haram kecuali berdasarkan dalil."

Majmu Fatawa, 21/530.

Mendengar penjelasan saya tentang hukum memelihara anjing, teman saya yang bertanya itu sedikit marah karena ia merasa Islam terlalu melarangnya sebagai seorang Muslim untuk memelihara hewan yang sangat disukainya. Karena kalau kita memelihara anjing, sudah pasti kita satu rumah dengannya. Dan sudah pasti banyak kegiatan yang akan dilalui bersamanya. Dengan begitu, kita justru akan lebih sering dan lebih mudah terkena air liurnya. Itu yang menjadi masalah utama dari memelihara anjing.


4. "Ini sih namanya terlalu fanatik sama agama. Banyak loh cerita tentang keluarga Muslim yang memelihara anjing. Dan mereka fine-fine aja."

Doktrin semacam ini sering sekali saya dengar. Dan saya merasakan ini hanya semacam 'hasutan' agar kita bisa 'lolos' dari hukum Allah. Kita hidup di mana memangnya? Di bumi Allah, bukan? Bahkan sekali pun kita pergi ke planet Mars, Pluto, Saturnus atau planet apapun itu, tetap saja toh mereka milik Allah. Dan Allah sudah mengaturnya agar kita selamat dan aman. Tinggal kitanya yang mau ngikut apa tidak.

Masalah fanatik dan terlalu mudah ketakutan sama yang halal-haram, riba, dosa-tidak berdosa, sebenarnya itu yang membedakan mana yang beriman dan mana yang tidak. Orang yang takut sama Allah, sudah pasti was-was kalau ketemu sama yang haram, yang berbau riba, atau menyentuh yang mendekati dosa. Karena itulah, orang beriman menjauhi hal-hal yang Allah tidak suka, termasuk 3 hal di atas. Berbeda dengan orang-orang yang memang Islam secara KTP, tetapi menomorduakan hukum Allah. Orang-orang seperti ini sering sekali disebutkan di dalam Al-Qur'an. 

Tentang mereka, muslim yang memelihara anjing dan membuat statement 'melegakan' buat para pecinta anjing, biarlah Allah yang menilai. Hanya Allah yang lebih mengetahui atas apa-apa yang telah kita perbuat di dunia ini. Dosa atau tidak dosa bukan ketentuan kita untuk meng-judge. Kewajiban kita hanya memberikan nasihat yang baik dan tetap berperilaku sebagaimana akhlak Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam.


5. "Sungguh kasihan nasib sang anjing. Dan teganya Tuhan menciptakan satu makhluk yang hanya untuk dijauhi. Janganlah kita berpatokan kepada satu hadist tapi Qur'an itu pedoman kita. Carilah di dalam Qur'an apakah ada yang namanya binatang anjing dilarang untuk dipelihara? Jangan terlalu munafik, bagaimana jika ada ular yang akan mematuk kita lalu anjing itu menyelamatkan kita dari patukan si ular? Tidak ada satu pun yang Tuhan ciptakan dengan sia-sia walaupun sekecil zarrah. Itu yang tertulis di dalam Al-Qur'an. Coba kita berpikir lebih jauh. Jangan merasa diri paling suci, paling benar."

Dari 1 doktrin berpindah ke doktrin lainnya. Hanya Al-Qur'an dan As-Sunnah yang akan menjadi pedoman hidup kita. Dan sampai kapan pun, kebenaran itu hanyalah milik Allah. Ucapan-ucapan orang yang tidak memiliki ilmu dengan yang memiliki ilmu itu sangat berbanding terbalik. Semua akar pola pikirnya berasal dari logika, logika dan logika. Logika yang masuk akal. Bukan sesuatu yang membuatnya menerawang -- atau dengan kata lain, samar-samar. Kita hidup tidak hanya berpatokan pada logika. Orang pintar yang memiliki pengetahuan sains, ilmu bumi, fisika, kedokteran, atau apapun itu tidak menjamin mereka mampu membedakan mana yang haqq dan mana yang bathil. Karena kemampuan itu hanya akan ditemukan dari orang-orang yang mendapatkan hikmah. Jadi sudah jelas, pengetahuan ilmu dunia itu hanya akan menjadi nomer 2. Sedangkan yang pertama adalah ilmu agama. Dengan berpatokan pada Al-Qur'an dan hadist Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, hidup kita akan jauh lebih baik daripada orang-orang yang tidak memiliki aturan atau memilih menggunakan aturan hidup liberal. 


----

Ahmad Khan: This was utter rubbish from the Muslim political bigots. Even I as a Muslim is ashamed about this. There’s nothing wrong if you touched a dog. If you touched it, you always can wash it later. Have they forgotten about the ashabul kahfi story with their loyal dog named qitmir? Even the Quran says the dog was promised a place in heaven by Almighty God.
Zann Remon: You are right, bro.
Abdul Razak Abdullah: Well, I like dogs. Some Muslim families in the Middle East have dogs. By the way, I want either a husky or a shepherd.
Mohd Amiruddin: God created fire in the world not to be touched, but fire is beneficial in its own way. Dogs are like that; it doesn’t mean that you cannot touch it at all, you can. However, God’s creations are not in vain. There are benefits that we may not know of.
Azman A Hamid: You use fire as an analogy? The biggest difference is that you get burned by touching fire, but you don't if you touch a dog.
There are ‘ulamas’ who say that there is no problem touching a dog and there are those who say it’s disallowed. Think outside the box. What harm is there with a dog? Ask questions if you are not sure and not just follow blindly.
Hazirah Morsidi: Dogs and pigs are only haram for consumption of Muslims. They are considered unclean by most Muslims as the older and previous generations don't want to go through the cleansing rituals if a Muslim were to touch one.
The cleansing ritual is cleaning the body part with one part of yellow soil (ant hill’s dirt) and seven parts water. This is quite bothersome so someone in the past decided to avoid doing this by avoiding contact at all cost. But if both the dog and the person are dry then there is no need for the cleansing ritual to be done at all.
Only if one party is wet when in contact with the other that the ritual must be done.
These busybodies need to rearrange their priorities, why would they be so damn busy with this matter when other more important ones need more of their attention? 
--- 

See that?

Tidak semua opini masyarakat bisa kita telan dalam-dalam hanya karena merasa sama dengan pendapat kita. Saya di sini yang sering nulis dan buat artikel pun sangat sering melakukan kesalahan. Apalagi dalam kehidupan sehari-hari. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada perasaan yang tidak enak dan menyinggung hati. Karena sungguh, sebenarnya saya tidak mau menghakimi teman-teman yang suka sama anjing. Tujuan saya hanya ingin berbagi. Andai ucapan saya salah, mohon dibetulkan. Tentunya dengan ilmu yang syar'i. Saya juga tidak ingin teman-teman jadi berpecah belah hanya karena masalah anjing. Karena akhirnya, teman saya yang bertanya itu memilih untuk diam dan mengikuti apa yang saya sarankan. Semua pilihan itu ada di masing-masing kita. Dan tentu tidak salah jika kita ingin mencoba untuk lebih 'nurut' sama Allah, kan? 

:-)



Sumber: 
http://islamqa.info/id/69840 
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-memelihara-anjing.html

hello, my name's Zero

Assalamu'alaykum :)



Kemarin aku habis nemenin Yulita, sahabatku dari SD, untuk beli kebaya di Tanabang. Eh, pulangnya kita sempetin buat ketemu Zero. Siapa sih Zero? Hehehe.

Zero itu kucing jantan jenis (lupa) milik tetangga aku. Namanya Kak Heru. Aku suka banget sama Zero. Tapi kayaknya Zero nggak suka sama aku -_-. Kebetulan memang lagi ingin foto bareng dan gendong dia. Beraaaaaaat banget. Mungkin sudah 9 kilo timbangannya. Makannya banyak banget dan bulunya super tebal, jadinya agak rontok gitu.


Pas digendong, rasanya kaya gendong bayi beneran hehe saking beratnya. Sayangnya, si Zero nggak diizinin buat kawin. Nggak tahu kenapa. Aku ngebayangin anaknya kayak apa kalau kawin sama kucingku, Dona. 


Anyway, aku juga sempet ketemu sama Donanicious loh. Hihihi.


Mereka seneng banget pas tahu mau foto bareng. Hihi aku juga seneng lihat senyuman mereka. 

Wednesday, August 6, 2014

Silaturahim Keluarga Q-gen

2 hari yang lalu, tepatnya tanggal 4 Agustus 2014. Aku dan teman-teman q-gen mengadakan acara silaturahim ke rumah Ust. Ajo Bendri dan Kak Amel. Senang sekali deh rasanya bisa kumpul-kumpul bareng lagi setelah sekian lama ngga ketemu. Hehehe. 

Mungkin aku tidak cerita panjang lebar seperti biasanya. Karena mataku sudah mulai lelah banget nih. Dan kebetulan dapet mood-nya baru di jam segini. Memang terkadang untuk beberapa orang, ada yang mood menulisnya di jam-jam tidur dan itu menyebalkan sekali. Mudah-mudahan ini tidak jadi habit karena ini kurang bagus. Oke lanjut, gan.

Awalnya mungkin agak terasa jamnya lebih lama ketika aku sampai di rumahnya Ust. Ajo Bendri. Baru ingat juga, aku sempat tertidur loh beberapa menit dan itu tidak disadari, hehehe. Aku ngantuk banget dan ngga tertahankan. Entahlah sudah berapa sesi yang kulewatkan. Tapi, mungkin untuk mereka-mereka (mba-mbaku seperti Pipito, Mba Ega & Mba Anita) sudah hafal banget kalau aku bisa tidur dimana-mana dan kapan saja, hehe. Maap yak. Tapi kalau sudah ngantuk, alhasil jadi suka tidak sadarkan diri gini. Untungnya sih ada rekaman pembicaraan kami dengan ustadz. Jadi, masih bisa didengarkan ulang deh. 

Ust. Ajo Bendri sangat ramah dan asyik banget buat diajak ngobrol. Teman-teman ada yang curhat, mulai dari soal pernikahan, sampai keluarga. Seru dengerinnya. Tapi seperti biasa, aku diam saja, mendengarkan. Entah kenapa, memang aku lebih suka mendengarkan. Supaya bisa merekam suatu kejadian dan menyimpannya di memori. Untuk suatu hari kutulis jika memang bagus untuk ditulis. Nah, setelah pulangnya dari rumah ustadz, kita langsung bergegas ke rumahnya Kak Amel. Disini ngga kalau seru. Karena acaranya juga beragam. Tapi yang paling kunantikan itu loh tukeran kadonya. Apalagi Mba Anita, udah mesem-mesem ngelihatin bungkusan-bungkusan kado itu.

Aku juga. Dalem hati, siapa ya yang bakalan dapet kado dari aku. Hihi. Aku ngga mau sebut aku ngasih kado apa. Yang jelas mba-mbaku tahu. Jadi kita bisa ketawa bareng deh ngelihatinnya. Jadi serasa benar-benar keluarga. Dan yang paling bikin aku terharu adalah tulisan-tulisan dari teman-teman yang dikumpulkan.


Kata mereka, begini:

"Ayo dateng terus ke Q-gen, ditunggu update-an blognya."

"Senang baca tulisannya setelah kajian tadabbur selesai."

"Aktifkan blog Q-gen."

"Team reporter Q-gen ya."

"Jurnalis Q-gen."

"Tulis semua kajian Q-gen."

---

Terimakasih banyak. Hihi. Senangnya bukan main. Semoga besok-besok bisa lebih rajin lagi masuk kelas dan nulis lagi. Dan terutuk siapapun itu yang nyiapin buku "Sifat Shalat Nabi" makasih banyak ya. Karena ini pasti bermanfaat sekali untuk referensi bacaan bukuku. Terimakasih. Terimakasih. Alhamdulillah.


Perjalanan Kemarin

Assalamu'alaikum :D





Yeay senangnya akhirnya bisa update blog lagi uhuy :D :D tapi maaf memang ini #latepost banget dan mungkin hanya akan bercerita sikit saja karena waktu yang tidak memungkinkan (sok sibuk).

Ehehehe maap maap.




Kamis, 24 Juli 2014. Teater Tanah Airku, TMII, Jakarta Timur. 

Senang bukan main. Karena akhirnya aku bisa ketemu adikku lagi hihihi. Dan ini merupakan pertemuan ke-10 kalinya. Alhamdulillah, masih diberikan kesempatan untuk berjumpa walau mungkin hanya sebentar saja. Kebetulan di hari itu, Indah ngajakin aku nonton Hafizh Qur'an di TMII dadakan. Mumpung bisa, yaudah aku cus berangkat. Aku dan Indah amat amat bersyukur masih bisa ketemu anak-anak hafizh itu. Karena biar bagaimana pun, dengan bertemu mereka secara langsung, itu jelas membuat kita berdua tambah semangat dan jangan merasa nyerah untuk terus belajar Qur'an. Ngafalnya juga. Tadabburnya juga. Pokoknya semuanya. Tidak ada kata terlambat walaupun usia sudah tidak lagi muda. Betul? :_)




Selesai acara, Indah berburu untuk foto sama anak-anak hafizh itu. Aku juga sempat foto bareng Kaisa loh. (yang sistem hafalannya pakai gerakan tangan).



Ini aku foto sama ayahnya Kaisa juga. 




Selanjutnya aku juga foto bareng si duo cantik. Sausan dan Sabrina. 




Sebenarnya ini take pertama kita. Tapi paling spesial banget deh. Karena tadinya susah banget untuk minta foto sama si bocah satu ini. Qalid Ramadhan.