Visitor

Friday, May 2, 2014

Materi Tauhid Sesi 29: Cari Allah Dulu Part 2

Rezeki yang tiada diduga. Begitulah kita mengenal satu jalan yang tiada diduga. Bukan didapat dari jalan yang kita tempuh. Melainkan jalan-jalan yang disediakan Allah.

Masih ingat cerita Bu Miranti kemarin? Kita lanjutkan yuk di materi hari ini.

Setelah akhirnya gagal meminta pertolongan ke manusia, akhirnya Bu Miranti ini datang ke Allah. Ia shalat dhuha. Dan ia sabarkan diri untuk tidak dulu menghubungi orang lain sebagaimana kecewanya karena tidak ada yang bisa membantu. Kemudian ia bermunajat dengan menggunakan doa shalat dhuha.

Sesungguhnya, ketika Bu Miranti ini memanjatkan doa ini, ia seakan-akan mengatakan kepada Allah, “Ya Allah, ketiga nama yang kutulis ini adalah hamba-hamba-Mu. Mereka tidak akan memberikan pertolongan jika Engkau tidak berkehendak dan tidak memberi izin. Ya Allah, ke mana pun aku melangkah, kalau Engkau tidak membimbing, maka tidak akan aku ketemu jalan yang kumaksud. Ya Allah, siapakah gerangan yang Engkau tunjuk sebagai perpanjangan tangan-Mu untuk menolongku?”

Itulah dhuha. Itulah kesejatian menghamba kepada Yang Maha Berkehendak. Kita tahu bahwa pusat segala pusat adalah Allah. Kita datangi dulu Dia, supaya kita mendapatkan banyak kemudahan. Langkah pun tidak sia-sia.

Kemudian Bu Miranti mencoba menelepon sekali lagi salah seorang temannya.

“Halo, assalamu’alaikum. Bisa bicara dengan Bu Tia?”
Wa’alaikumussalam. Maaf ini dengan siapa ya? Salah sambung.”
“Oh. Maaf. Saya Bu Miranti. Maaf ya salah sambung.”
“Eh.. eh.. eh.. ini Bu Miranti yang mana ya? Rasanya saya kenal.”
“Masa sih ibu kenal saya?”
“Rasanya sih. Ibu tinggal di mana?”
“Ketapang. Dekat Pesantren Daarul Qur’an.”
“Ah... benar. Saya sudah duga pasti ini Bu Miranti yang tinggalnya dekat Daarul Qur’an. Bu Miranti, saya Ustadzah Mansur. Masa sama guru sendiri lupa?”
Wah. Bu Miranti jadi malu sekali.
“Hehe. Maaf ya ustadzah. Saya tidak mengenali suara ustadzah.”
“Bu Miranti ada apa? Kok pagi-pagi sudah seperti orang bingung? Niat menelepon siapa tadi?”
“Eh... nggak ada apa-apa kok ustadzah.”
Ustadzah Mansur ini menangkap Bu Miranti sedang butuh pertolongan. “Bu Miranti cerita aja sama saya. Ada apa? Siapa tahu saya bisa bantu.”
“Hmm... saya butuh uang ustadzah. Untuk anak saya dan bapaknya.”
“Oh kalau gitu datang saja ke rumah saya.”



Subhanallah. Akhir cerita yang mengharukan. Teman-teman, cerita di atas menjadi penutup jumpa kita di materi tauhid 29 sesi kali ini. Saya mohon maaf jika ada salah kata dan dalam penyampaiannya. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran baik dari setiap sesi yang dipaparkan. Barakallah untuk kalian semua.



Salam


@okutariani

No comments:

Post a Comment