Visitor

Saturday, May 17, 2014

Ajihara Japanese Restaurant

Assalamu'alaikum fellas ♥



Khayfa halukum? Alhamdulillah ana bi khair.

Beberapa waktu lalu, aku sempat menonton acara televisi yang menampilkan salah satu chef kesukaan aku, Harada-san. Nah, aku baru tahu nih kalau beliau ternyata punya restoran sendiri. Bahkan kabarnya beliau ini sudah tinggal di Indonesia sejak tahun 1987.

Lama di Indonesia, membuatnya betah dan tak ingin pulang. Aku pernah belajar tentang salah satu fenomena pada masyarakat Jepang yang seperti Harada-san ini. Namanya apa ya, aku lupa. Pokoknya kasusnya adalah orang Jepang yang sudah kelamaan tinggal di luar negeri sampai-sampai begitu datang kembali ke negeri asalnya, mereka sudah tidak 'diterima'. Kejadian ini juga terjadi pada dosenku. Beliau sudah berbelas tahun tinggal di Jakarta dan menikah dengan orang Indonesia. Anaknya ada 2, lucu-lucu dan aku pernah menggendong mereka. Dosenku ini mengaku ia sudah tidak mau lagi pulang ke Jepang lantaran sudah dianggap turis asing sama orang Jepang sendiri. Wah, kasihan ya. Masa sih warga negaranya dianggap 'orang lain'. Ya, begitulah Jepang, hehehe.

Ngomongin soal kisah chef Harada, kita fokus dulu sama restoran dan masakannya yuk. Namanya AJIHARA RESTAURANT, terletak di wilayah Kemang, Jakarta Selatan. Lumayan jauh nih dari rumahku. Tapi melihat referensinya sih, kayaknya menarik untuk dikunjungi. Sebenarnya aku sangat ingin ke sana bukan hanya sekadar ingin nyobain masakan chef-nya, tapi juga ingin ngobrol banyak sama beliau. Maklumlah, saat ini aku sedang asyik meneliti pola hidup masyarakat Jepang mulai dari yang modern maupun yang tradisionil. Jadi, aku senang banget kalau dapat kesempatan untuk meng-interview langsung.

Ohya teman-teman, ini beberapa foto makanan yang ada di Ajihara. 


Sushi Moriawase


Ayo siapa yang lapar ya? Aku! Aku! Ya sebenarnya aku suka banget sushi walaupun nggak begitu sering mampir ke sushi resto. Tapi mungkin aku nggak berani makan sushi di Jepang. Kalau di Indonesia dan sudah dapat 'izin' bahwa sushinya halal, aku mau banget makan. Selain kandungan di dalamnya banyak vitamin dan bersih, makan sushi juga bebas dari gorengan yang banyak minyaknya dan gula.


Chicken Teriyaki Bento

  
Nah kalau yang satu ini mungkin teman-teman jauh lebih sering melihatnya ya. Karena bento itu khas Jepang banget. Mirip apa ayo? Yap, HOKA-HOKA BENTO. Melihat bento yang begitu rapi, mencium wangi nasinya yang pulen, dan ayamnya yang khas banget, rasanya laper beneran. Jepang itu memang super duper kreatif. Bahkan mereka memikirkan bagaimana caranya agar bisa tetap mengkonsumsi sayuran di dalam bento sekalipun. Makanya, nggak heran kalau masakan jepang jarang ada yang digoreng-goreng atau banyak gulanya. Yang ada malah asam dan pahit untuk ocha. Betul kan? Beda dengan masakan Indonesia yang rasanya iroiro. Ada manis yang manis banget, asin, bahkan pedas pun bisa sampai lidahnya panas. Jepang nggak kayak gitu. Di sinilah serunya berkuliner makanan Jepang. Sekali-kali kita lepaskan itu kebiasaan makan makanan manis dan pedasnya. Kita berpindah dulu di masakan Jepang yang rasanya mungkin tawar dan tidak begitu 'cadas'.


Ramen Sadako


Yang terakhir, ada ramen sadako. Ini khusus untuk pecinta mie. Ayo dicoba dicoba. Terakhir aku makan ramen kapan ya? Lupa. Tapi memang benar sih, mie ala Indonesia itu bedaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget sama mie ala Jepang alias ramen. Yang nggak bagus tuh mie instan. Aku jadi keinget lagi curhatan dosenku tentang mie instan yang beliau konsumsi hampir setiap hari. "Suki dakara, yoku mie tabemashita." ucapnya sambil menghela napas panjang. Ya, kasian. Masa tiap hari makan mie. Nggak bagus juga untuk kesehatan dan pencernaan. Alhasil, beberapa kali dosenku nggak masuk ngajar karena ada masalah dengan lambungnya. Duh, bahaya ya teman-teman. Jangan keseringan makan mie tuh warning

Berhubung ketiga referensi makanannya sudah kujelaskan di atas, kali ini aku mau menampilkan foto chef-nya.




Ini diaaaaaaaaaaaaaa penampakan Harada-san yang jenaka dan suka lawak :---------D


Yay! Si bapak yang satu ini memang sudah jago banget bahasa Indonesianya. Waktu diwawancara sama Ruben Onsu, sempat beberapa kali nggak mudeng. Pas ditanya tentang pengalaman, beliau bingung. "Ha?" dan refleks aku ngomong, "KEIKEN!!!" yang hanya kuteriakkan di depan televisi. Mama pun terheran-heran melihatku, hehehe. Iya, chef Harada ini lucu kalau lagi nggak mudeng dan gaya bicaranya khas sekali. Sudah seperti orang Indonesia pokoknya. And well, satu pelajaran penting yang dapat kita petik dari sosok Harada-san ini. Kono hito, Indonesia ni kitara, "Indonesia no koto suki ni narimashita. Indonesia-jin wa hontou ni shinsetsu desukara ne. Watashi wa Nihonjin desukedo, itsuka kitto hontou ni Indonesia-jin ni naritai desu." to iimashita. WAH :D 

Jadi, teman-teman. Kita patut berbangga sama negeri kita sendiri. Di sinilah kita lahir, di sinilah tempat kita dibesarkan, di sini juga kita bisa habiskan waktu berkumpul bersama keluarga. Buat apa tinggal di luar negeri dan senang-senang di sana, kalau di Indonesia saja sebenarnya sudah menyenangkan. Bersyukurlah bahwa negeri ini Allah makmurkan dengan segala macam kelebihan. Seperti hutan tropis, berbagai hewan dan tumbuh-tumbuhan, 2 musim yang tidak 'merepotkan', kekayaan alam, dan masih banyak lagi kelebihan-kelebihan lain yang bisa kita temui di Indonesia ini. Satu lagi, Indonesia kita luas. Sangat luas. Dibandingkan negara-negara lain di Asia, terutama Asia Tenggara, Indonesia itu luas. Banyak pulau-pulau kecilnya. Banyak objek wisata yang menarik. Walaupun masih banyak juga kekurangan, tapi bukan berarti itu jadi alasan untuk kita nggak cinta sama negara sendiri kan? 

Membandingkan bagaimana suhu dan musim di Jepang atau bahkan negara 4 musim lainnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang suhunya stabil dan tidak 'merepotkan'. Lihat bagaimana panasnya Jepang kalau sedang benar-benar musim panas. Lembabnya. Makanan mudah membusuk. Ke mana-mana harus selalu bawa payung karena terik matahari yang menyengat. Belum lagi kalau sedang musim salju/dingin. Jangan harap kita sanggup ke luar rumah karena bisa jadi di luar sedang ada badai. Sedangkan Indonesia, apakah pernah didatangi badai salju? Tidak kan? Kita di sini memang tidak pernah merasakan salju, tapi tahukah kamu bahwa orang-orang yang tinggal di negara 4 musim terkadang iri loh dengan kita. Sebenarnya kita tidak perlu mempersiapkan musim-musim yang akan datang karena pada saat musim kemarau dan hujan, di sini kita tidak terlalu menyusahkan. Panas pun tidak begitu panas. Pada saat musim hujan pun, hanya perlu was-was banjir saja. Biarpun begitu, temanku mengaku senang bisa tinggal di Indonesia, mau makan apa saja ada. Dari segala penjuru dunia, bisa dicari di Indonesia. Buah? Buanyak. Dan harganya efisien. Coba cari buah melon di Jepang kalau nggak kalian melotot sama harganya yang nggak masuk diakal. 


Sekian dulu ya sharing-nya hari ini. Kalau di soundcloud, aku bilangnya 'sekian dulu ya cuap-cuap saya'. Mudah-mudahan kita bisa ketemu lagi di segmen berikutnya. Cus dulu ya. Babai. 




Salam.

No comments:

Post a Comment