Visitor

Sunday, April 6, 2014

Tadabbur Al-Qur'an

Materi Tadabbur QS. Al-Fill ayat 1-5
 5 April 2014

Kisah Ashabul Fill

Oleh Ustadz Umar Makka, Lc

“Tidakkah kamu melihat bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara-tentara gajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengah batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

(QS. Al-Fill: 1-5)


Alam tara kayfa fa ala rabbuka biashabil fill.
Di sini Allah ingin mengingatkan kepada Nabi Muhammad. Dalam tafsirannya, kata “melihat” mengandung makna mata bashiroh atau mata hati. Karena peristiwa ashabul fill terjadi sebelum Nabi Muhammad dilahirkan. Namun memang di tahun yang sama dengan kelahiran beliau.

Kisah ini merupakan kisah yang terus menerus dikenang. Dengan bertadabbur surah ini, in syaa Allah kita akan mendapatkan motivasi bahwa jangan pernah takut dengan sistem dajjal—kapitalis yang sudah terbangun itu. Karena jika Allah yang menolong kita, Allah punya banyak cara walau itu sangat kecil. Tentu ini bisa menghancurkan musuh-musuh Allah. Dan kembali kita ingat tentang kisah Ya’juj Ma’juj ketika mereka keluar. Dajjal itu sebenarnya hanya takut pada Nabi Isa as. Namun tidak ada satu dari sisi bumi ini kecuali akan ditangai oleh Dajjal.

Kalau kalian mendengar Dajjal, menghindarlah. Karena pada saatnya nanti, di zaman itu, tidak ada lagi yang bisa melawan fitnah Dajjal. Maka perbanyaklah amal dari sekarang. Hafalkan dan tadabburi 1o ayat pertama Surah Al-Kahf. Sungguh, orang-orang kafir dan munafik akan dibuat benar-benar tercampuradukkan oleh fitnah yang merajalela. Sehingga yang tersisa dalam kebingungan dan ketakutan hanya mereka-mereka yang tidak beriman. Semua orang takut pada Dajjal. Mereka lari ke sana ke mari mencari pertolongan. Dajjal tidak bisa masuk ke Madinah karena dijaga oleh ribuan malaikat. Maka siapa saja yang tinggal di Mekah dan Madinah, mereka tidak akan bertemu Dajjal.

“Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Mekah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Mekah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal turun di suatu tanah yang berpasir (di luar Madinah) lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga kali dan goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Mekah-Madinah).”
(HR. Muslim)

Dari hadist ini terlihat jelas meski Dajjal tidak bisa memasuki kota Mekah-Madinah, namun para pengikutnya yang terdiri dari orang-orang kafir dan kaum munafik selama ini bisa leluasa berada dalam kota Mekah dan Madinah. Dan kelak saat terjadi tiga kali guncangan, pengikut Dajjal ini akan keluar dari Mekah-Madinah dan menemui tuhannya yang bernama Dajjal.

Guncangan yang membersihkan kaum kafir dan munafik itu akan membuat mereka meninggalkan Mekah-Madinah. Sehingga yang tinggal di dalamnya hanya orang-orang beriman saja.

Kemudian ia masuk menuju Baitul Maqdis. Di mana merupakan benteng terakhir umat Islam. Di antara negeri yang tidak didatangi oleh Dajjal adalah Baitul Maqdis dan bukit Tursina. Di sana nanti akan ada Nabi Isa as dan Imam Mahdi.

Kehadiran Dajjal ini membuat takut umat manusia. Pada suatu hari Imam Mahdi melakukan peperangan dengan Dajjal di daerah Bani Hasyim. Di situ kaum muslimin dikejar-kejar oleh Dajjal, tetapi mereka bisa lolos dengan naik ke gunung Dukhan. Pada saat kaum muslimin sedang dikejar-kejar oleh Dajjal dan pengikutnya, tiba-tiba terdengar bahwa Nabi Isa as turun dari langit. Turunnya Nabi Isa as ini langsung berada di atas menara putih yang berada di sebelah timur kota Damaskus, yang menjadi ibu kota Syria. Setelah mendengar turunnya Nabi Isa as di Syria, maka banyak orang yang berbondong-bondong datang ke sana. Mereka datang dengan berbagai penjuru dunia ingin melihat wajah Nabi Isa as. Kedatangan mereka ke Damaskus bagaikan air yang semakin lama semakin penuh sesak oleh lautan manusia yang datang dari seantero jagad, bahkan sampai terjadi orang jatuh terinjak-injak karena padat dan penuhnya manusia yang ingin melihat Nabi Isa as.

Kedatangan Nabi Isa as ini membuat Dajjal kalang kabut. Akhirnya ia melarikan diri. Akan tetapi, Nabi Isa as terus memburu, mengejarnya hingga Dajjal tertangkap oleh Nabi Isa as di daerah Babilud, yaitu sebelah tenggara ibu kota Palestina, Baitul Maqdis, kira-kira jaraknya sejauh 3 km. Di tempat itu Dajjal dibunuh oleh Nabi Isa as.

Pada dasarnya, sehebat apa pun musuh, sekuat apa pun orang-orang kafir ingin menghancurkan kaum muslimin, tentara Allah jauh lebih dari dahsyat kekuatannya. Coba perhatikan bagaimana Allah menolong Bani Israil? Mereka itu adalah bangsa yang keras kepala. Allah berkali-kali menolong mereka. Pertama dengan angin topan. Orang-orang Mesir yang menyakiti Bani Israil dihadang angin topan. Kemudian Allah juga menghancurkan mereka dengan jarot—atau belalang dan kutu.

Allah mempunyai banyak tentara untuk menolong orang-orang yang beriman. Sungguh pun, kita ini menganggap tentara kafir itu memiliki senjata yang kuat, lengkap, dan tangguh, maka pada akhirnya mereka tetap akan kalah dengan tentara Allah. Begitu pula burung-burung kiriman Allah yang membawa batu-batu yang terbuat dari tanah yang sudah dibakar. Lalu apakah yang terjadi selanjutnya?

Fa ja alahum kaasfimmakuul.
Semua tentara kafir yang terkena batu itu tiba-tiba kulitnya berjatuhan sedikit demi sedikit. Mereka melemah dan tulangnya mulai kelihatan. Allah menggambarkan keadaan mereka dengan seperti daun yang habis dimakan ulat. Lama-lama bolong dan habis. Agar kita bisa membayangkan betapa dahsyatnya tentara-tentara Allah itu.

Untuk bisa memahami mengapa tentara kafir itu ingin menghancurkan Ka’bah, mari kita simak cerita ashabul fill berikut ini.


Asbabun Nuzul – Kisah Ashabul Fill

Pada saat itu, ada sebuah kerajaan terkenal bernama habasya di Euthopia, Afrika. Yaman termasuk dalam kerajaan tersebut. Rajanya dijuluki dengan sebutan an-najaashi. Sedangkan untuk raja-raja Mesir, mereka menyebutnya fira’un. Jadi, fira’un dan an-najaashi sebenarnya hanyalah sebuah gelar untuk raja. Di Yaman, ada seorang gubernur bernama Abraha. Ia kemudian berpikir ketika melihat orang-orang Arab Yaman (asalnya Arab itu sebenarnya adalah dari Yaman) rela mempertaruhkan hidup dan mati hanya untuk datang ke Ka’bah. Abraha menganggap ini adalah perbuatan yang bodoh, menghabiskan berbulan-bulan juga berminggu-minggu hanya untuk datang ke Ka’bah. Jawabannya adalah karena sungguh mereka ingin menghormati dan memuliakan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim as. Tapi Abraha kemudian berpikir lagi, “Bagaimana jika saya palingkan Ka’bah—baik secara fisik maupun maknawi?”

Abraha memalingkan Ka’bah ke Yaman dengan mendirikan gedung tandingan yaitu gereja besar yang bernama al-qulaysh. Sampai suatu hari ada seorang Arab Yaman yang kesal Abraha membangun bangunan untuk menandingi Ka’bah. Masuklah dia ke dalam gereja ini dan dengan santainya buang hajat di sana. Abraha murka. Kemudian ia perintahkan pasukannya untuk datang ke Mekah untuk menghancurkan Ka’bah sebagai balasan atas orang-orang yang sudah menghinakan gereja yang ia bangun. Di antaranya ada 12 gajah. Pasukan ini lengkap dengan persiapan perang mereka. Di masa itu, tidak ada pasukan yang sekuat dengan perlengkapan perang selengkap ashabul fill. Pasukan utamanya 12 gajah, di depannya ada gajah yang paling besar. Dia berpikir bahwa Ka’bah itu tidak terlalu besar dari gunung-gunung Yaman. Sedangkan gajah-gajah ini sudah dilatih sebelumnya. Bahkan hewan dengan kaki dan tubuh yang kuat ini mampu menghancurkan gunung. Nama gajah ini adalah Mahmud dalam riwayat dan tafsir. Di tahun yang sama, nabi terakhir yaitu Nabi Muhammad lahir.

Pada saat hendak berjalan masuk ke Ka’bah, tiba-tiba si Mahmud ini tidak mau maju. Kemudian ia dipaksa, dipukul agar masuk ke arah Ka’bah ia tetap tidak mau. Tetapi ketika diarahkan ke Yaman, arah selain Ka’bah, ia mau bergerak. Sampai kemudian ia kabur melarikan diri.

Siapa yang membuat gajah ini kabur?

Rabbil alamin.

Pasukan mulai panik. Mereka bingung kenapa Mahmud ini tidak mau mendekati Ka’bah? Padahal ia hanya disuruh menabrakkan dan menghancurkannya saja. Sedangkan sebelumnya, ia bisa begitu hebat dengan cepat menghancurkan gunung-gunung. Dalam kepanikan itu, tiba-tiba langit menjadi hitam dan gelap bukan karena awan.

Karena...

Wa arsala alayhim tayran ababiil.
Tiba-tiba muncul dari arah yang tidak diketahui tentara Allah yaitu ribuan bahkan jutaan  burung yang kecil sekali jika dibandingkan gajah.

Tarmiihim bihijaratin min sijjil.
Satu burung membawa tiga batu, satu batu paruh, di kaki kanan, dan satunya lagi di kaki kiri mereka. Setiap yang terkena lemparan batu dari burung ababil ini tiba-tiba dagingnya berjatuhan dengan sangat cepat dan menyakitkan. Mata, tangan, telinga, rambut, semuanya jatuh perlahan-lahan seperti daun yang bolong-bolong dimakan ulat.


Pelajaran Yang Dapat Diambil

Surah Al-Fill ini diturunkan tidak hanya untuk menjadi peringatan bagi Nabi Muhammad, tetapi juga untuk bahan renungan kita semua.

Alam tara kayfa fa ala rabbuka biashabil fill.
Pertanyaan ini bukan hanya diperuntukkan untuk Nabi Muhammad saja tetapi juga untuk umat Nabi Muhammad sebelum dan sesudah wafatnya beliau.

Pertanyaan mereka pada saat itu adalah bagaimana bisa Ka’bah terselamatkan dari pasukan terkuat di zamannya?

Coba kita perhatikan lebih dalam lagi. Melihat kekuatan kaum Zionis, betapa peralatan perang tercanggih sekarang dimiliki oleh Amerika. Dan sebenarnya, Amerika itu hanya akan menjadi boneka untuk sebuah kekuatan bernama Zionis—yang sudah membuat negara bernama Israel.

Jangan pernah percaya pada penganut-penganut politik yang tidak membaca peta akhir zaman dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita akan tersesat. Karena sungguh, apa yang akan terjadi di akhir zaman ini sudah digambarkan di dalam Al-Qur’an dan dijelaskan lebih detail lagi oleh Rasulullah di dalam As-Sunnah. Munculnya orang-orang seperti suami-suami yang durhaka kepada orangtuanya karena istrinya sudah digambarkan oleh Rasulullah sebagai tanda-tanda kiamat.

Kalau kita bayangkan dengan pasukan Israel dengan tentara kudanya, kemudian senjata-senjata canggihnya, sehingga semua orang mengatakan sudah habis Al-Aqsa. Hancur Masjidil Aqsa. Tapi coba lihat, dengan apa Allah menyelamatkan Masjidil Aqsa selama ini? Hanya dengan lemparan batu seorang anak kecil pemberani yang berdiri di depan salah satu tank zionis, yang kemudian ia mati syahid. Sehingga ini yang mengobarkan semangat para mujahid Palestina untuk melawan tentara Israel.

Sudah sejak lama orang-orang kafir ini selalu ingin berkuasa dan memalingkan kaum muslimin dari berkiblat ke Ka’bah hingga perlahan-lahan kita meninggalkan “kiblat”. Bukan lagi ke Ka’bah. Bukan lagi ke Al-Qur’an. Bukan lagi ke As-Sunnah. Tetapi pada konsep liberalisasi dari Barat—yang pada awalnya mereka berpacu pada kaum Zionis di Israel. Kristenisasi kini sudah marak di mana-mana. Dasarnya adalah dari pemikiran Abraha. Dari dulu, kaum kuffar berusaha untuk memalingkan kiblat kita ini hingga kita bisa menyembah yang selain Allah. Yaitu berhala-berhala mereka.

Kaum kafir memang punya ribuan cara untuk menyesatkan umat muslimin. Mereka memang tidak bisa serta-merta memalingkan kiblat secara fisik. Tetapi secara maknawi, secara budaya, mereka berhasil membuat umat kita ini berpindah kebiasaan, dari kebiasaan umat Rasulullah dan para sahabatnya dulu menjadi kebiasaan Barat—liberalis. Dan itu bisa dilihat sekarang di negara kita sendiri.


TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Dua siswi SMK dan satu siswa SMP, serta seorang remaja putus sekolah, ditangkap karena menggelar pesta minuman keras dan seks, di sebuah rumah kosong, Ponorogo, Sabtu (8/3/2014) siang.

Dua siswi SMK itu, berinisial TW (17) warga Jl Raya Desa Kesugihan, Kecamatan Jenangan, Ponorogo; dan, RAP (16) warga Jl Uler Kambang, Kelurahan Tambakbayan, Kecamatan Ponorogo.

Sedangkan pelaku prianya yang masih berstatus pelajar SMP ialah YDP (16) warga Jl Wibisono, Kota Ponorogo. Sementara RLN (17), remaja putus sekolah, merupakan warga Jl MT Haryono, Kelurahan Jingglong, Kecamatan Ponorogo, sekaligus pemilik rumah kosong tersebut.

Keempatnya, ditangkap setelah puluhan warga menggerebek rumah kosong yang terletak di Jl MT Haryono, Kelurahan Jingglong, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo. Pantauan Surya, Sabtu sore, tiga remaja masih diperiksa penyidik Satuan Reskrim Polres Ponorogo. Sedangkan seorang pelajar lainnya, yang masih mengenakan seragam pramuka, dalam kondisi pingsan. Diduga, karena kebanyakan miras dan kelelahan seusai disetubuhi pasangan lelakinya. Aksi penggerebekan itu, bermula atas kecurigaan warga adanya gerak-gerik ketiga pelajar yang masih berseragam pramuka (dua cewek dan satu cowok), serta seorang remaja yang sudah tidak sekolah di rumah yang tak dihuni.

Apalagi, sebelumnya warga sudah pernah menggerebek pasangan pelajar ditempat yang sama, akan tetapi tidak sempat berlanjut ke kantor polisi. Namun, kali ini, warga berhasil membawa ke polisi karena salah satu cewek dalam kondisi mabuk berat dan pingsan. Selain itu, pakaian dalam berupa kutang siswi yang masih berseragam pramuka tersebut, berada di atas meja dan pakainya acak-acakan.

"Kami menduga, pelajar yang masih menggunakan pakaian pramuka ini habis disetubuhi pasangan prianya," terang Ari (45), warga setempat kepada Surya, Sabtu (8/3/2014). Selain itu, Ari mengungkapkan, kecurigaan warga semakin mantap saat mengetahui tiga pelajar dan satu remaja tersebut kerap keluar masuk rumah kosong itu sejak pagi.

Ketika disanggong warga, para pelajar yang masuk rumah kosong itu tidak keluar-keluar. Selain itu, kerap terdengar suara berisik dan celotehan ngelantur karena pengaruh miras. "Saat penggerebekan, dua pasangan pelajar yang masih berseragam sekolah dan pramuka itu dalam kondisi mabuk berat. Satu siswi masih pingsan karena mabuk berat dan kelelahan diduga seusai disetubuhi pasangan lelakinya," pungkasnya.

Saya memberikan salah satu contoh ini supaya bisa membangun kesadaran teman-teman bahwa apa yang sedang terjadi di negara ini benar-benar pada masa yang kacau. Masih banyak lagi kejadian-kejadian memilukan yang bahkan kebanyakan pelakunya adalah kaum muslimin. Mereka merasa tidak ada beban, tidak ada dosa, sehingga bebas-bebas saja melakukan perbuatan hina ini. Yang lebih menyakitkannya adalah mereka anak-anak bangsa. Usianya masih sangat belia. Tetapi masa depannya sudah hancur karena doktrin ideologi liberalis tadi. Sehingga itu yang membuat mereka bisa melakukan hal-hal yang dilarang Allah seperti itu.

Jangan heran jika kaum kuffar bisa dengan santainya menghina Rasulullah karena singa-singa umat beliau ini masih tertidur pulas. Kecuali segelintir dari umat beliau yang masih mempertahankan tauhid mereka. Dan inilah yang menjadi tugas kita sebagai pemuda-pemudi Islam untuk kembali membangunkan mereka, menyadarkan mereka, memberitahukan mereka, menyuntikkan dengan iman, sehingga negara ini bisa kembali bangkit dengan tidak berporos pada sistem liberalisme, tetapi hukum Allah.


"Ka'bah hanya boleh dibela oleh orang-orang beriman. Dan pada saatnya nanti, Ka'bah akan dihancurkan karena kaum muslimin sudah tidak ada yang memuliakannya."


- Ustadz Umar Makka



Wallahu'alam bisshawab.

No comments:

Post a Comment