Visitor

Tuesday, April 22, 2014

puisi hujan



Hari ini hujan
Awannya gelap
Bergerombol sambil menari-nari tertiup angin
Walau dingin, aku tetap bisa merasakan kehadiran-Mu
Sangat hangat
Di kelas aku sedang belajar bersama teman-teman
Tapi tidak hanya bersama mereka, bersama-Mu juga
Tuhan...
Kau tahu betapa rindunya aku pada-Mu
Kasih sayang-Mu yang tidak berbatas pada hamba-hamba-Mu
Bodohnya aku yang pernah merasa sendiri
Menangis sambil menutupi bantal di kamar
Mendengarkan musik keras-keras
Aku bodoh
Menganggap Kau tidak ada
Menganggap Kau tidak menemani
Dan sama seperti hari ini, hujan
Sangat dingin
Lalu aku marah pada petir
Aku juga marah pada matahari yang bersembunyi
Dibalik Kau berikan kami hujan, Kau sisipkan pelangi setelahnya
Lalu tumbuhlah subur tanah dan tanaman di bumi
Kami kembali tersenyum

Nikmat mana lagi yang kau ingin dustakan?

Aku kembali mengambil bantalku yang panjang

Kupeluk ia rapat-rapat
Dingin dan hangatnya bercampur menjadi satu
Tuhanku tidak pernah meninggalkanku
Dia yang berikan aku kekuatan
Sekalipun aku hidup di dunia ini sendiri tak ada seorang pun yang menemani
Tuhanku setia menemaniku
Aku ingin berlari bersama-Nya
Mencium wangi surga
Dan mengenggam tangan-tangan kecil yang bersih



Lidya Oktariani
Published 22-04-2014, 15:47
Pancoran, Jakarta Selatan

No comments:

Post a Comment