Visitor

Sunday, April 27, 2014

Materi Tauhid Sesi 25: Allah Maha Pemurah

Kenapa sih kita harus bersyukur?

Sebab tak mampu seorang manusia pun menghitung nikmat Allah selama hidup mereka.

Allah memanjangkan umur kita, memberikan kita kesempatan untuk memperbarui iman kita, kemudian mengejar ketinggalan kita. Jangan mengeluh lagi buat kita yang sudah dikasih kesempatan taubat walaupun rezekinya masih seret-seret atau hidupnya masih susah. Ini kesempatan kita betul-betul.

“Allah mengilhamkan kepada jiwa itu kefasikan dan ketaqwaan. Sungguh beruntung orang yang membersihkannya dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 8-10)

Apa yang terjadi hari ini, sangat terkait dengan kemarin. Ini bukan menghukum diri, ini untuk mengoreksi. Kita mencari tahu dengan cermin kejujuran diri, justru agar kita termasuk orang-orang yang beruntung, yakni berkenan untuk menyucikan jiwa kita yang kotor. Ada yang menjawab sedang tidak bicara dengan ibunya, sebab satu dua hal. Ada yang mengatakan sebelumnya senang sekali berzina. Ada yang kebanyakan makan uang haram. Ada yang mengatakan baru saja bertaubat dari judi dan meninggalkan shalat. Ya itulah. Perlu banyak-banyak bersyukur. Karena kemurahan Allah-lah, kita-kita ini masih diberi umur panjang dan kesempatan bertaubat. Dua ini saja, rasanya lebih mahal dari apa yang menjadi hajat kita.


Masa Pemberlakuan Azab

Hendaknya kita mengenolkan dulu semua perbuatan buruk kita dengan bertaubat. Menghentikan perbuatan buruk, pacaran misalnya. Perlu ada pernyataan lisan dari kita. Pernyataan memohon ampun. Pernyataan permohonan maaf. Kita minta ampun sama Allah, minta maaf pada-Nya atas semua kesalahan-kesalahan kita.

Cara yang paling efektif di awal adalah shalat sunnah taubat. Shalatnya cukup 2 rakaat saja dengan bacaan bebas di setiap rakaatnya. Tapi, persiapkan diri yang betul, dengan benar-benar mendidik diri sebelum shalat, bahwa sebentar lagi kita akan menegakkan shalat dengan membawa dosa-dosa yang mau kita mintakan ampun kepada Allah. Allah sudah berjanji akan mengampuni kita bila kita mau datang kepada-Nya, bahkan Allah akan memberikan ampunan-Nya lebih banyak ketimbang dosa yang kita bawa kepada-Nya. Habis itu perbanyak shalat-shalat taubat di setiap kesempatan.

Lebih bagus lagi kalau kita bisa mengerjakannya di setiap fardhu. Ditambah shalat hajat. Sunnah taubat untuk masa lalu. Sunnah hajat untuk masa depan. Kemudian setelah itu, kejar semua ketertinggalan kita dengan banyak-banyak istighfar, dan menghidupkan sunnah-sunnah semaksimal-maksimalnya kemampuan kita. Bukan seadanya. Tapi semaksimalnya. Yang disebut ibadah sunnah itu, qabliyah-ba’diyah, dhuha, tahajjud, witir, baca Al-Qur’an shalat berjamaah, sedekah dan menahan diri dari perbuatan-perbuatan yang buruk.

Terus motivasi diri kita. Allah itu Maha Pemurah. Untuk mengejar ketertinggalan kita, Allah sediakan ampunan dan jalan-jalan kebaikan yang luar biasa yang in syaa Allah menjadi enteng buat kita mengubur dosa-dosa kita, mengenolkan maksiat kita, dan selanjutnya kita melaju bebas di jalan-jalan kebaikan.

No comments:

Post a Comment