Visitor

Friday, April 25, 2014

Materi Tauhid Sesi 23: Jauh Deketnya Kita Dengan Allah

Yang disebut masalah itu bukan yang dianggap masalah oleh manusia. Melainkan disebut bermasalah itu, kalau kita jauh dari Allah dan lupa sama Allah. Dan yang disebut anugerah adalah sebaliknya, kita dekat dengan Allah dan ingat kepada-Nya.

Tahu tidak?
Ampunan Allah itu melebihi dari segunung dosa-dosa kita.
Dan kasih sayang-Nya jauh lebih besar daripada marah dan siksa-Nya.

Subhanallah.

Kita ini yang keterlaluan. Maksiat sana-sini. Di bumi Allah, dengan rezeki Allah. Tidak tahu diri. Tapi begitu minta maaf sama Allah, langsung dimaafkan.

Rumus masalah dalam kehidupan itu sebenarnya cuma satu. Kalau kita jauh sama Allah. Itu adalah masalah. Tapi coba perhatikan bagaimana orang-orang yang merasa dekat dengan Allah? Apakah hidup mereka terasa berat? Sekalipun Allah menguji mereka, itu dikarenakan Allah sayang kepada mereka. Allah ingin menaikkan derajat mereka. Sementara kita? Anggaplah kita ini tukang maksiat. Tapi Allah tidak pernah susahkan kehidupan kita. Apa saja dikasih. Terasa nikmat benar hidup ini. Bahkan Allah panjangkan umur kita. Betapa bodohnya kita. Kita tidak menyadari bahwa Allah hanya ingin memperpanjang list dosa-dosa kita selama hidup. Karena saking tidak mau nurutnya kita sama Allah, Allah sesatkan kita. Siapa yang salah? Ya kita ini. Punya kuping, tidak mau mendengar. Punya mata, digunakan untuk melihat sesuatu yang haram. Punya tangan, kerjanya mengambil harta orang lain. Punya kaki, jalannya ke tempat maksiat.

Allah sudah berkali-kali mengingatkan. Tapi kitanya yang ndablek. Karena itulah, Allah berikan kebebasan bermaksiat kepada kita di dunia. Hingga pada saatnya nanti Allah akan minta pertanggungjawaban.

Maka bandingkanlah dengan orang-orang yang miskin. Mereka yang senantiasa bersyukur dan berdzikir kepada Allah. Selalu merasa cukup. Sedangkan kita? Ingin ditambah lagi nikmatnya, ingin ditambah lagi hartanya. Tidak pernah merasa cukup. Tapi anugerah buat mereka yang miskin yang berkata, “Bersyukurlah kita biar miskin tapi anak-anak dan keluarga masih ingat Allah.”

Betapa beruntungnya mereka. Ini namanya anugerah. Bukan masalah. Orang banyak yang bingung dan stres karena tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka sebut itu sebagai masalah finansial. Hutang sana-sini. Bahkan yang paling parah, main judi supaya bisa bayar sekolah anak. Ini baru masalah. Ketika mereka tidak mengingat Allah, mereka tidak lagi takut kepada Allah. Ini yang membuat mereka senang berbuat maksiat. Padahal Allah mencatatnya sebagai amal buruk. Dan kita tidak bisa melepaskannya andai kata Allah tidak mengizinkan kita bertaubat.

Karena yang paling mahal adalah kesempatan bertaubat.

No comments:

Post a Comment