Visitor

Wednesday, April 2, 2014

Hidup Sehat Sesuai Al-Qur’an dan Hadist

Pendahuluan

Kalau ditanya, siapa yang mau sehat? Pasti semuanya bilang “SAYA!!!”

Yap. Sehat itu mahal bro, sist. Nggak bisa dibeli dengan uang. Siapa sih yang ngasih sehat itu? Allah. Terus siapa pula yang ngasih sakit? Ya Allah juga.

Misal, saya coba kasih ilustrasi. Kalau misalnya anak ente (untuk ibu atau bapak yang sudah punya anak) tiba-tiba sakit panas, demam tinggi jam 2 malam, nggak ada persediaan obat juga, terus rewel minta dibawa ke dokter. Apa yang ente akan lakukan? Sedangkan dokter nggak ada yang buka tengah malam begitu.

Saya sih cuma share sedikit saja ya. Atau banyak boleh. Loh??!

Jadi, ketika saya membaca buku karya Ustadz Yusuf Mansur yang judulnya “Kuliah Tauhid”—aduh itu mantep banget bukunya. Yap, ada cerita nyata beliau tentang Wirda yang sakit—anak Ustadz Yusuf Mansur yang perempuan. Ini langsung saja saya kutip ya tulisan beliau, biar ente-ente sekalian pada yakin.


Menarik sekali mengubah pola pikir pola ikhtiar, supaya ketemu pola hidup bertauhidnya, bahwa betul-betul kita mengingat Allah, di awal, di tengah dan di akhir. Selalu bersama-Nya.

Saya mengingat ketika Wirda sakit. Saat Wirda bayi sakit panas, saya menyelimuti Wirda dan mengatakan ke istri saya, ayo kita ke dokter...

Istri saya bilang, “Ke Allah dulu...”

Ketika istri saya mengatakan ke Allah dulu, apa tidak ada jalan ke dokter? Tetap aja jalan ke dokter. Tapi ke Allah dulu. Dan di prosesnya pyun kelak senantiasa bersama Allah. Mestinya.

Saat itu saya melihat istri saya mengambil kantong plastik, dan mengisinya dengan beras dan beberapa bahan dapur dan bahan makanan. Buat dibagikan. Istri saya menyuruh saya minimal doa. dan saya lihat wirda. Saya titip Wirda sama Allah. Saya memilih shalat dulu.

Nah, nanti saya belajar, bahwa yang saya lakukan ini, dengan memberi sentuhan ikhtiar, sesungguhnya saya melakukan quantum ikhtiar. Allah memperpendek ikhtiar saya.

Dalam bilangan yang ga lama juga, saya, istri, dan Wirda, sudah berada di depan rumah. Saya sudah mengeluarkan motor dari dalam rumah.

“Tadz... Mau kemana...?” tanya Azwar saudaranya istri saya.

“Mau ke dokter.”

“Kenapa emang si Wirda?” tanyanya lagi.

“Panas badannya.”

“Oooohhh.... Coba dah tunggu sebentar. Semalam Helen (anaknya Azwar), juga panas. Neneknya ngasih daun apa tau tuh semalam. Sembuh. Kali aja cocok sama Wirda.”

Lihat, proses ikhtiar ke dokter, Allah perpendek. Tanda-tanda itu ada. Dan saya “melihatnya”. Merasakannya.

Kelak di perkuliahan ini saya kenalkan ke Saudara semua apa yang saya sebut sebagai: GodSign. Tanda-tanda dari Allah.

Saya dan Maemunah sesaat beradu pandang. Berangkat terus ke dokter, atau “memberi kesempatan” kepada Allah untuk “masuk dan berperan” di panasnya anak kami.

Akhirnya... “Iya dah. Coba kasih tau Nyai Kiyah...”

Azwar memberitahu Nyai Kiyah. Nyai Kiyah ini mertuanya Azwar yang juga neneknya istri saya.

Sejurus kemudian Nyai Kiyah udah datang ke kamar Wirda sambil ngeborehin dedaunan. Ajaib. Miracle. Wirda diam dari nangisnya. Merintihnya pun hilang, dan tertidur. 1 jam lebih kami ngobrol-ngobrol dan kemudian Wirda pun panasnya mereda. Alhamdulillaah.


Dari cerita beliau yang saya paparkan di atas dapat kita simpulkan bahwa tidak ada satu kejadian pun di dunia ini yang tidak ada peran Allah di dalamnya. Betul?

Jadi, intinya, di sini saya ingin menegaskan bahwa kesulitan apa pun yang kita hadapi, masalah apa pun yang buat pikiran kita ruwet sekali pun, cukup satu saja obatnya. Ingat Allah. Dahulukan Allah. Dan kembali lagi ke Allah. Jangan pernah menomorduakan Allah. Kita saja yang manusia kalau diduakan marah, kan? Apalagi Allah? Tapi apa Allah pernah mencabut kenikmatan kepada hamba yang bahkan pada saat itu dia nggak pernah ingat Allah? Apa pernah Allah bilang ke kita “Eh bayar dong itu oksigen yang ente hirup.” jawabannya TIDAK. Allah tidak pernah menagih semua itu ke kita. Tapi kitanya saja yang nggak tahu diri. Sudah dikasih udara gratis, bisa melihat dengan dua mata, bisa jalan dengan dua kaki, bisa mendengarkan dengan dua telinga, semua itu dikasih sama Allah gratis untuk kita. Inilah materi dasar tauhid yang saya ingin bagikan ke ente-ente semua. Tapi semua itu bergilir, nggak bisa semuanya dibahas. Pelan-pelan ya (in syaa Allah, bi’ithnillah) semoga Allah mengizinkan untuk saya tetap melanjutkan materi ini.

Yap, sembari saya lanjutin baca buku beliau—Kuliah Tauhid, saya sharing dulu tentang Hidup Sehat ala mukmin sejati ya. In syaa Allah bermanfaat.



Dari WC Sampai Pakaian Ketat

Pertama, kalau kita perhatikan, memang banyak sih di mal atau gedung-gedung mewah yang biasanya pakai WC duduk. Tapi sebenarnya, itu kurang bagus loh untuk kesehatan. Saya pun baru tahu. Pas baca bukunya Dr. Sagiran yang berjudul “Mukjizat Gerakan Shalat” saya lumayan kaget karena isinya lengkap dan sangat bagus. Alhamdulillah, dari kecil saya dan keluarga memang membiasakan diri untuk memakai WC jongkok. Sehingga dengkul, pinggang dan betisnya menjadi kuat. Tapi sebaliknya, orang yang terbiasa dengan WC duduk, dengkul dan pinggangnya menjadi statis dan bahkan melemah dalam jangka lama.

Lalu bagaimana dengan orang biasa tidur di kasur empuk?

Rupanya tidur di kasur empuk bisa mempermudah terkena pengapuran pada punggung dan belikatnya serta urat tidurnya tidak tertekan, lama-lama mudah terkena insomnia loh! Tapi, orang yang tidur di lantai yang keras, beralaskan pelepah kurma seperti Rasulullah, tulang belakangnya yang merupakan saraf sentral akan menjadi kuat, tidak melengkung, dan tidak gampang pengapuran. Nah loh.

Begitu pula dengan orang yang tidur di kamar ber-AC atau mobil ber-AC, sistem keringat di tubuhnya lama-lama kurang berfungsi, sehingga lemak jenuh di tubuhnya akan membeku, menyumbat pori-pori keringat bahkan pengapuran akan gampang terkena penyakit, dibandingkan dengan orang yang tidur dan berkendaraan tanpa AC, karena tubuhnya akan sering keringatan dan otaknya akan ringan kerjanya untuk mengontrol suhu tubuh yang nyaris sama dengan suhu udara luar.

Dan lagi, orang yang tidur menggunakan bantal, dalam jangka lama akan menyebabkan klep jantungnya miring, tapi orang yang tidur tanpa bantal dengan tangan seperti orang takbir sehingga dada mengembang maksimal, akan mendapatkan keuntungan berupa saraf paru-paru, saraf jantungnya kuat karena oksigen maksimal serta tulang belakangnya tidak gampang bongkok. Nah, informasi ini pas banget sama kebiasaan saya sejak kecil. Saya orangnya kalau tidur itu nggak bisa diam. Jadi ketika dikasih bantal dan guling, apalagi selimut, pasti pas pagi-paginya sudah awut-awutan ke mana-mana. Saya bukan tipe orang yang suka pakai bantal waktu tidur.

Satu lagi. Orang yang tidak mengikuti mode pakaian ketat hingga menghimpit urat dan menggoda syahwat, sistem saraf dan aliran darahnya akan terawat apalagi kalau rajin shalat. Setuju?

Saya juga dulu pernah kok ngalamin masa-masa jahiliyah. Masih suka pakai yang ketat-ketat. Dan menurut saya waktu itu ya keren aja. Bodohnya. Tapi namanya juga jahiliyah. Setelah sadar, baru tahu deh kalau semua itu ada kaitannya dengan kesehatan. Apa yang Allah larang dan apa yang Allah suruh itu bener-bener bermanfaat untuk kita. Ini serius loh.

Sudah terlihat jelas kan bahwa Allah itu Maha Adil dan Bijaksana, dan memaksa keadilan itu tegak dengan sendirinya tergantung dari perilaku kita serta sesuai dengan yang kita usahakan. Jadi, membiasakan diri berbuat atau berperilaku positif saja. Sabar, konsisten, waspada, takwa, tetap shalat, dan zakat, akan menyebabkan kita mendapatkan kemenangan besar berupa kesehatan jiwa dan raga serta rezeki yang halal dan baik. Inilah yang disebut mendapatkan surga di dunia, bukan surga dunia.



Minyak Zaitun

Saya mau tanya dulu nih ke kalian semua. Pada suka pakai parfum atau minyak zaitun? Kalau saya sih, dulu, lebih ke parfum. Wanginya juga beragam. Ternyata saya bodoh selama ini. Parfum yang saya pakai itu malah mencelakai saya. Banyak pria-pria yang mencium wewangian itu. Dan malah jatuhnya bikin dosa. Setelah tahu dan paham, saya coba ganti parfum itu dengan minyak zaitun. Tapi beberapa tahun saya sempat benar-benar nggak pakai parfum. Alasannya sih karena merasa lebih nyaman kalau teman-teman pria jadi suka nggak komentar yang aneh-aneh. Lagian, perempuan itu keringatnya kan nggak seperti pria. Dan perempuan yang “diam”—nggak banyak ngomong akan cenderung lebih “wangi” daripada yang suka ngeluh. Oke, ini opini pribadi ya.

Balik lagi ke pilihan parfum atau minyak zaitun. Saya coba caritahu dulu khasiat minyak zaitun ini.

Ternyata, minyak zaitun yang disebut juga olive oil dalam bahasa Inggris ini artinya kira-kira adalah minyak kehidupan. Minyak ini digunakan untuk melumasi urat saraf supaya lentur dan hangat serta tidak mengandung kolesterol dan dapat menembus pori-pori tubuh kita. Pantas saja minyak zaitun ini disebut Allah dalam Al-Qur’an karena banyak manfaatnya. Dan saya juga sudah membiasakan diri untuk memakainya ke tangan, leher, dan juga wajah. Tentunya saya nggak suka pakai make-up. Kalau nikah nanti, mau pakai minyak zaitun saja sebagai “make-up”-nya. Itu sudah lebih dari cukup, bukan?



Kuku Sebagai Penetralisir Zat Tanduk

Kenapa kuku sebaiknya dipotong? Coba kita perhatikan bagaimana kuku dapat memanjang dan keras seperti tulang, dan bagaimana akibatnya jika bahan baku kuku tersebut macet di pangkal telapak tangan, atau disaluri lendir?

Apa akibatnya jika kecepatan penumpukan bahan baku kuku lebih cepat dibandingkan kecepatan memanjangnya kuku? Dapat ditebak bahwa asam urat dan kolesterol dalam pipa darah akan meningkat, lengan akan kaku, bahkan jika terlalu tinggi asam uratnya, akan terjadi benjolan seperti tulang di pangkal lengan, bahkan di permukaan kulit. Pantas saja kalau Allah menyuruh kita berwudhu mulai dari siku sampai ujung jari-jari tangan, dan aalangkah baiknya jika dilakukan pijatan sehari 5 kali, pasti akan membantu menjaga kelenturan urat saraf tangan kita, tidak terjadi sumbatan pada saluran lendir dan akan diperoleh pembakaran kolesterol dan asam urat secara optimal. Kolesterol dan asam urat ini ibarat jin yang, katanya, mengalir lewat aliran darah di tubuh kita. Pantas, orang sangat takut kalau kolesterol dan asam uratnya tinggi dalam darah kita. Sebenarnya, dua komponen ini meningkat kadarnya dalam darah dikarenakan sistem penernaan dan pembakaran tidak berfungsi normal, tempat penumpukan di antara serat daging sudah penuh dan sudah bereaksi menjadi pengapuran yang menyebabkan saraf kaku, saluran lendir kering dan tersumbat.

Nah, untuk teman-teman yang suka manjangin kuku dan menghias-hias kukunya dengan cat warna alias kutek, sebaiknya mulai dikurangi deh. Kebiasaan seperti ini sama dengan kebiasaan wanita-wanita jahiliyah Arab dulu. Jujur, lagi-lagi saya akui dulu saya juga gitu kok, hehehe. Tapi sekarang sudah nggak pernah lagi. Saya ingin lebih menjaga tubuh saya dengan apa yang sudah diperintahkan Allah. Kita sudah tahu kan kalau itu baik? Mengapa tidak dilakukan?



Musyrik Merusak Sistem Saraf

Bagaimana perbuatan musyrik dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf? Ini hanya suatu pemikiran, karena belum ada yang meneliti kenapa dosa musyrik tidak diampuni Allah. Sebenarnya di Al-Qur’an ada firman Allah yang secara implisit menjelaskan dampak perbuatan musyrik jika tidak segera tobat yaitu di Surah Al-Bayyinah—jika kamu melakukan perbuatan kufur, memelintir ayat atau ahlul kitab, perbuatan musyrik, kamu akan hidup di neraka jahanam dalam jangka lama dan kamu akan menjadi makhluk yang buruk.

Maksud yang menjadi makhluk yang buruk mungkin mengacu pada makhluk yang rusak sarafnya. Dan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kalau saraf kita yang rusak di-copy oleh anak kita tentu kita akan menghasilkan keturunan yang cacat. Jadi, musyrik dapat merusak diri kita dan generasi penerus. Pantas saja banyak bangsa yang dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan banjir, ditimpa lahar gunung api yang meletus, akibat perbuatan kufur dan musyrik.

Kenapa alam semesta menjadi tidak ramah kepada kita? Coba kita koreksi diri! Alam semesta beserta makhluk selain manusia diminta tunduk patuh kepada aturan Allah, apalagi manusia ciptaan Allah yang sangat sempurna. Jadi, Allah sebenarnya telah menciptakan aturan hidup yang terbaik untuk manusia sehingga layak menjadi khalifah di muka bumi ini, tinggal kita yang memlih mau ikut yang mana dan pasti ada konsekuensinya, kita jangan terlalu berpegang kepada pendapat bahwa musibah dan kecelakaan tidak akan menimpa kita kalau tidak diizinkan Allah, kenapa kita tidak berpikir sebaliknya bahwa musibah dan celaka terjadi diakibatkan balasan atas perbuatan kita yang sudah keterlaluan melanggar aturan Allah?



Manfaat Senam Dengan Gerakan Shalat

Kepala letaknya paling atas di atas jantung. Banyak pembuluh darah dan urat saraf halus yang harus dijaga kelenturannya. Harus bebas pengapuran, yang bisa dijaga, dialiri darah baru, dan segar dengan sujud.

Pada saat sujud, pembuluh darah nadi naik, dikunci di pangkal paha sehingga tekanan darah akan lebih banyak dialirkan kembali ke jantung dan dipompa ke kepala. Apabila disertai dengan menarik napas dalam-dalam, ditahan, kemudian ditekuk untuk sujud hingga terasa aliran darah ke kepala selama mungkin akan memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, mata, telinga, leher, pundak dan hati. Bukankah ini tehnik yang luar biasa untuk membongkar sumbatan pembuluh darah jantung sehingga mencegah koroner? Dan bukankah ini cara yang luar biasa untuk membiasakan pembuluh darah halus di otak untuk mendapat tekanan lebih sehingga mencegah stroke?

Sebenarnya, tidak hanya sujud saja yang membawa banyak manfaat untuk kesehatan kita. Tapi mulai dari takbiratul ihram, rukuk, duduk antara dua sujud, duduk tasyahud akhir, semuanya memiliki keunggulan tersendiri loh. Tapi mengapa ya masih banyak saja orang-orang yang shalatnya itu kayak kilat, cepat banget bro. Kalau Rasulullah melihat umatnya seperti itu beliau akan berkata: “Sungguh, barusan kamu itu tidak shalat.”

Makanya, penting bagi kita untuk benar-benar memahami makna shalat dan tidak lupa bacaan shalatnya. Coba deh buka buku kalian tentang panduan shalat atau googling. Betapa dahsyatnya arti bacaan shalat itu. Apalagi ketika duduk di antara dua sujud. Saya paling suka berlama-lama setelah sujud. Karena doanya indah banget.

“Ya Allah ampunilah aku, kasihanilah aku, penuhilah kebutuhanku, angkatlah derajatku, berikanlah aku rezeki, berikanlah aku petunjuk, berikanlah aku kesehatan, dan ampunilah kesalahan-kesalahanku.”

Jangan sia-siakan shalat kita kepada Allah. Karena sungguh, dia adalah amalan yang sangat diutamakan. Lebih bagus lagi kalau kita bisa mengerjakan sunnahnya. Qabliyah ba’diyah. Nggak heran deh kalau melihat orang yang tidak pernah mengerjakan shalat itu jadi sering sakit, stres, depresi, mudah marah, mudah emosi, dll.  Setelah ini, dicoba ya teman-teman untuk lebih menghayati isi bacaan shalat kalian dan juga memperlembut gerakannya. Karena sungguh deh, mau sakit apa pun dan mau se-depresi apa pun, sungguh bisa sembuh lewat shalat.



Kenapa Shalat Tahajjud Di Malam Hari?

Cuaca pada malam hari biasanya dingin atau lembab, banyak lemak jenuh yang melapisi saraf kita menjadi beku. Sehingga kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kedinginan. Bahkan kolesterol dan asam urat berubah menjadi pengapuran.

Saluran kelebihan uap air dari paru-paru ke ginjal yang ada di bagian belakang tubuh kita, kalau terlalu lama tidur akan tergencet berat tubuh kita sehingga menyebabkan paru-paru menjadi lembab dan saluran tersebut tersumbat. Saraf di belikat akan tersalut pengapuran. Kalau dibiarkan lama, akan menyebabkan paru-paru basah, dan ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan sel paru-paru membusuk.

Subhanallah.

Jadi, memang shalat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah jadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan shalat malam, kita akan dapat mengendalikan urat tidur kita.

Nah, sudah kejawab kan?

Ternyata sebegitu istimewanya shalat malam itu. Nggak hanya itu, tapi Allah juga menjanjikan keistimewaan lainnya di Surah Al-Isra ayat 79. Allah menunggu siapa hamba-Nya yang bangun di malam hari untuk bermunajat. Barangsiapa yang berdoa, maka Allah akan kabulkan. Barangsiapa yang memohon ampunan, Allah ampuni.

Subhanallah.



Berbagai Macam Penyakit, Pencegahan Dan Penanganannya


Stroke

Umumnya, awal stroke adalah karena stres. Kenapa stres dapat menyebabkan stroke? Kenapa stroke menyebabkan lemahnya bahkan matinya saraf motorik dan sensorik? Bagaimana pencegahan dan penanganannya yang efektif dan efisien?

Stres Penyebab Stroke
Orang stres umumnya mudah marah, mudah tersinggung, susah tidur dan tekanan darah tidak stabil. Marah menyebabkan pancaran listrik yang sangat tinggi dalam urat saraf. Jika overload, akan melemahkan bahkan mematikan fungsi sensorik dan motorik serta dapat mematikan sel otak. Susah tidur menyebabkan lemahnya saraf, tekanan darah yang tidak stabil mengacaukan bio-elektrik. Tumpukan listrik yang berlebihan dapat terjadi dalam kurun waktu tahunan bahkan puluhan tahun.

Pencegahan Stroke
Pencegahan penyakit adalah obat segala penyakit. Jika penyebab utama adalah banyaknya titik-titik saraf yang tersalut pengapuran/lemah jenuh, maka cara terbaik adalah menjaga kelenturan urat saraf dan membongkar pengapuran yang melapisi sistem saraf tersebut. Sayangnya, ini tidak dapat ditangani dengan obat yang dimakan. Lantas, apa obat yang terbaik? Jawabannya adalah shalat dan pijat.

Penanganan Stroke
Bagaimana kalau sudah stroke? Jawabannya adalah dengan cara membongkar pengapuran yang melapisi saraf tersebut serta melenturkan kembali sistem saraf yang terkait. Untuk hal ini tidak ada metode kecuali dengan pijatan yang dikombinasikan dengan tehnik pelenturan urat saraf yang menggunakan implementasi tehnik gerakan shalat.



Diabetes

Penyebab
Diabetes ini sebenarnya ditinjau dari sistem saraf diakibatkan oleh kurang berfungsinya sistem pencernaan, sehingga karbohidrat langsung diserap oleh usus tanpa dapat dinetralisir oleh kelenjar pankreas yang menghasilkan insulin. Sistem pembakaran karbohidrat berhubungan dengan sistem saraf keringat di tubuh kita.

Protein tubuh yang tidak terbakar di tubuh kita karena sistem keringat kurang jalan sehingga banyak yang membusuk akan menyebabkan ginjal kita bekerja berat. Karbohidrat yang tidak terbakar menjadi energi menyebabkan pankreas bekerja berat dan menjadi bengkak. Ginjal yang bekerja berat menyebabkan keperkasaan akan berkurang sehingga insulin tidak terbakar. Pankreas bengkak atau mengerut menyebabkan karbohidrat menjadi glukosa di dalam darah. Kalau ini terjadi, liver kita akan bekerja berat menyaring darah. Liver yang bengkak akan memperparah sistem pencernaan, sehingga diabetes ini sebenarnya dapat diakibatkan oleh degenerasi beberapa sistem saraf yang saling berkaitan. Sudah diuraikan bahwa kulit kita ini merupakan sistem saraf dan sistem aliran darah yang paling halus. Orang yang terkena diabet, kulitnya yang langsung menyerang bagian organ dalam, sehingga sel tubuh pada organ dalam tersebut gampang membusuk. Degenerasi sistem saraf ini seperti yang telah diuraikan karena kita terkadang lalai berwudhunya, lalai gerakan shalatnya, lalai puasanya.

Pencegahan
Kalau kita telah tahu apa penyebabnya, tentu untuk mencegah ini adalah dengan mengimplementasikan tehnik berwudhu, tehnik gerakan shalat hingga membetulkan posisi urat saraf dan mengaktifkan tombol shalat, berpuasa yang betul dan betul-betul puasa. Pijat juga sangat membantu untuk membongkar pengapuran, mengaktifkan urat saraf yang tidur.

Pengobatan
Pengobatan dengan metode pijatan ini seperti yang telah dijelaskan adalah untuk membongkar pengapuran, mengaktifkan saraf yang tidur terutama yang berhubungan dengan keperkasaan, saraf liver, saraf pencernaan, saraf rangsangan, saraf emosional, saraf sistem keringat dan pemanas tubuh. Untuk yang diabetes ini harus dilakukan sedikit-sedikit. Reaksi setelah dipijat biasanya diare, keringat banyak, jika telah kena flu tulang atau flu perut biasanya langsung sembuh. Kendala adalah pasien dipijatnya sakit. Padahal, rasa sakit itulah tandanya saraf kita sakit. Kalau sabar menahan sakit waktu dipijat, in syaa Allah akan cepat sembuh. Ada pasien yang rasa sakit dipijatnya baru berkurang setelah yang keempat kali, itu pun setelah dia berhenti minum obat kimia. Ada yang nekat puasa sambil mengamalkan zikir sambil duduk pembakaran, dan gula darahnya jadi normal. Ada yang sarafnya mati rasa karena mengamalkan ilmu kebal tapi, gula tinggi dan keperkasaan hilang. Sekarang dia rajin lari pagi hari hingga berkeringat.

Jadi, untuk obat penyakit ini adalah paduan antara implementasi gerakan berwudhu, gerakan shalat dan pijatan serta pengendalian makan/puasa, serta sering cari keringat.

Lalu bagaimana dong dengan gaya hidup yang serba praktis?

Misalnya, ke mana-mana pakai mobil, tidak berkeringat, kena AC melulu, sering tidur, sering malas-malasan, wajah jarang terkena air wudhu, apalagi? Ya, pokoknya begitu deh. Dan itu jujur banyak banget. Saya sering ngelihat orang-orang yang punya gaya hidup seperti ini. Apalagi kalau mampir ke mal. Dan sekali lagi jujur, saya paling nggak suka kalau dianter ke mana-mana pakai supir apalagi sekadar cuma jalan ke mal yang tujuannya mau beli j-co. Duh, ampun dah.

Orang-orang yang seperti ini sangat berpengaruh untuk terkena penyakit-penyakit di atas. Maaf ya saya baru memaparkan dua jenis penyakit saja. Yang lainnya in syaa Allah akan menyusul. Karena kalau saya taruh semua di sini bakalan panjang banget di post saya. Oke, jadi, teman-teman tahu kan bagaimana caranya kita untuk mencegah penyakit tersebut? Baik diabetes maupun stroke, keduanya bisa dicegah dengan banyak dzikrullah. Saya sudah sampaikan di atas kalau orang yang jarang shalat, kesentuh air wudhu atau ingat Allah itu bakal sering banget penyakit doyan nempel ke tubuh mereka. Tapi misalnya kita sudah terlanjut sakit, banyak-banyak bersyukur saja. Anggap penyakit yang datangnya dari Allah itu sebagai bentuk pengguguran dosa-dosa kita. Itu subhanallah banget deh. Jangan ngeluh. Tetap berbaik sangka sama Allah.

Barangkali...

Allah sedang menguji keimanan kita dengan dikasihnya penyakit.

Mungkin...

Allah sudah rindu kita menggelar sajadah dan memakai peci/mukena untuk bermunajat kepada-Nya.

Yap, beneran. Allah itu kalau lagi kangen sama kita bisa saja begitu cara memanggil kita. Terlalu asyiknya kita mencari uang, menikmati hasil jerih payah dengan makan dan minum yang enak-enak, jalan-jalan sama keluarga—piknik misalnya, sehingga kita lupa deh sama YANG NGASIH REZEKI. Tapi memang itulah fitrahnya manusia. Kadang kita terlalu senang dengan apa yang kita punya, apalagi kalau dapat gaji yang tinggi, keluarga lagi sering-seringnya ngumpul, akhirnya kita tukar uang itu dengan tiket pergi ke luar negeri misalnya. Dan semua itu tidak akan bisa kita nikmati kalau bukan kehendak Allah. Sadar nggak kita?

Ini balik lagi ke materi dasar tauhid ya.

Nah, kalau sudah dikasih penyakit, baiknya lebih banyak mengingat-ingat apa saja yang sudah kita kerjakan selama ini. Shalatkah kita? Sedekahkah kita? Puasakah kita? Kalau jawabannya enggak, berarti ada yang salah tuh sama diri kita, hehehe. Minta sama Allah untuk disembuhin tapi setelah sembuh kita bandel, nggak ingat Allah lagi. Apa itu namanya bukan mempermainkan Allah? Naudzubillah.

Sebelumnya, saya minta izin lagi untuk mengutip cerita di buku Ustadz Yusuf Mansur, masih di judul yang sama—Kuliah Tauhid. Semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita dan menjadikan diri kita sebagai mukmin yang benar-benar bisa bertauhid. Aamiin.

Pernah tidak kita membayangkan Allah sedang menunggu kita di rumah-Nya—masjid? Ya, coba bayangkan dulu ya. Begini nih kira-kira ilustrasinya.


Allah “berdiri” di depan masjid. Bersama malaikat-malaikat-Nya. Lalu Allah “melihat” kita seliweran sana seliweran sini, mengejar rezeki—cari duit. Ada yang berjalan cepat, ada yang tergesa-gesa, dan ada pula yang biasa aja. Ada yang naik ojek, ada yang nunggu busway, ada yang naik kendaraan pribadi. Ada yang gelap-gelap udah jalan, ada yang matahari udah mau naik jalannya.

Ya. Allah melihat kita seliweran, lalu lalang, di depan rumah-Nya, di depan masjid-Nya. Mencari rezeki, memburu duit.

“Siapa mereka?” begitu Allah bertanya kepada malaikat-malaikat-Nya tatkala menyaksikan hamba-hamba-Nya yang perlu akan rezeki-Nya, tapi nggak nyentuh sajadah untuk shalat subuh, boro-boro ke masjid, shalat aja kagak.

Merasa perlu sama rezeki-Nya tapi nggak mendatangi Dia. Sama tempat rezeki diburu tapi pas ke rumah Allah malah males. Takut banget terlambat dimarahi bos tapi kalau shalatnya telat biasa-biasa aja. Takut dibilang nggak disiplin tapi sama “sumber rezeki” enggak kental.

Malaikat menjawab, “Mereka adalah hamba-hamba-Mu...”

“Mau ke mana mereka?”

“Mereka mau mencari rezeki-Mu untuk keluarga mereka, anak dan istri.”

“Ke mana mereka berjalan? Ke mana mereka menuju?”

“Ke tempat pekerjaan dan usahanya masing-masing, wahai Allah...”

“Tidakkah mereka tahu Aku Yang Maha Pemberi Rezeki ada di sini?”
Allah berdialog dengan malaikat-malaikat-Nya di depan rumah-Nya.

Malaikat menjawab, “Mungkin mereka tahu, mungkin mereka mengerti, tapi mungkin mereka tidak paham.”

“Kenapa bisa-bisanya manusia melewati diri-Ku, melewati tempat-Ku? Lalu bisa-bisanya mereka menuju rezeki-Ku, mencari rezeki-Ku, tanpa tahu Aku ada di sini? Sedang Aku-lah yang mengizinkan apa yang dicari oleh mereka menjadi didapat.”


Nah loh. Jleb jleb. Jleb banget kan?

Ini adalah gambaran atau ilustrasi agar kita bisa “merasakan” nikmatnya bertauhid itu. Dan begitu juga kebalikannya, betapa sengsaranya hidup ini jika kita tidak pernah bisa merasakan manisnya bertauhid.

Teman-teman yang dirahmati Allah, semoga dari tulisan kecil saya ini bisa membuat kita semua sadar bahwa apa pun yang ada di dunia ini adalah murni milik Allah. Dan inilah yang akan pelan-pelan membangun tauhid kita. Belajar dari setiap kesalahan, kejadian di kehidupan ini akan benar-benar membawa kita ke jalan yang diridhai-Nya in syaa Allah. Selama niat itu lillahi ta’ala percayalah bahwa Allah akan mudahkan.


Mari kita tutup dengan alhamdulillahhirabbil’alamiin.

No comments:

Post a Comment