Visitor

Tuesday, April 1, 2014

Fitnah Al-Masih Ad-Dajjal


Laut Galilea, juga Kinneret, Danau Genesaret atau Danau Tiberias adalah danau air tawar terbesar di Israel, dan ia adalah sekitar 53 KM (33 mil) lingkar, sekitar 21 KM (3 mil) panjang, dan 13 KM (8,1 mil) lebar. Danau ini memiliki luas wilayah 166 KM2 (64sqmi), dan kedalaman maksimum sekitar 43 M (141 kaki). Air dari Danau Tiberias merupakan sumber utama air bersih bangsa Yahudi dan pemerintah Zionis Israel. Sekarang ini pemerintah Israel sangat khawatir karena keberadaan air Danau Tiberias sudah kian menepis dan hanya bisa bertahan kurang lebih 10 tahun dari perhitungan di tahun 2012.

Jika kita klik http:www.savethekinneret.com/ kita akan temukan peringatan dari pemerintah Israel kepada segenap warganya sebagai berikut:

Danau Kinneret, waduk utama air bersih Israel kian mengering! Bertahun-tahun curah hujan di bawah rata-rata telah menyebabkan level air berada di garis hitam, di mana air tidak akan dapat dipompa lagi tanpa menyebabkan kerusakan parah pada pasokan air secara keseluruhan. Meskipun ada rencana untuk membangun pabrik desalinasi, ia tidak akan beroperasi selama beberapa tahun, sehingga menjadi tugas kita bersama untuk menghemat air.

Mungkin bagi sebagian orang informasi ini dianggap tidak penting bahkan tidak menjadi urusan mereka. Tapi bagi setiap muslim yang peduli dengan tanda-tanda akhir zaman, informasi ini sangat berharga dan serius.

Mengapa?

Mari kita simak satu hadist panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang pelaut nasrani yang bernama Tamim Ad-Dari bersama 30 awaknya yang terkena badai dan terdampar di suatu pulau berikut ini:

Telah disampaikan kepada kami lbn Buraidah dan Amir bin Syurahbil asy-Sya’bi, kabilah Hamdan bahawa dia pernah bertanya kepada Fathimah binti Qais, saudara perempuan adh-Dhahhak bin Qais dan termasuk kelompok perempuan pada hijrah pertama.

Setelah selesai shalat, Rasulullah saw, duduk di mimbar. Sambil tersenyum beliau bersabda:

“Hendaklah setiap orang tinggal di tempat salatnya.

Selanjutnya beliau bersabda:

“Apakah kamu semua mengetahui sebab aku mengumpulkan kamu?”

Mereka menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.”

Beliau bersabda:

“Sesungguhnya aku, demi Allah tidak mengumpulkan kamu semua bukan karena ada pengharapan atau pun ketakutan. Melainkan aku mengumpulkan kamu adalah kerana Tamim ad-Dari, yang dahulunya seorang Nasrani, datang untuk berbai’at masuk Islam. Dia menceritakan kepadaku seperti apa yang telah aku sampaikan kepada kamu semua tentang Dajjal.

Dia menceritakan kepadaku bahwa dia mengemudi sebuah perahu bersama 30 orang dari Lakhm dan Judzam. Mereka dipermainkan ombak selama sebulan di laut. Lalu mereka berlabuh menuju suatu pulau di laut itu sampai terbenam matahari. Mereka duduk­-duduk di pantai dekat perahu. LaIu mereka naik ke pulau itu. Maka mereka didatangi seekor binatang yang banyak bulunya yang mereka tidak dapat membedakan mana bagian depan dan mana bagian belakangnya.”

Mereka berkata,

“Celaka kau, apakah kamu ini?”

Binatang itu menjawab:

“Aku adalah mata-mata.”

Mereka bertanya:

“Mata-mata apa?”

Dia menjawab:

“Wahai kaum, pergilah kepada orang yang berada di dalam gua, karena dia merindukan berita dan kamu.”

Tamim ad-Dari berkata, “Ketika binatang itu menyebutkan kepada kami seseorang, kami meninggalkannya karena mungkin dia adalah syaitan perempuan.

Selanjutnya dia berkata, “Lalu kami berangkat segera hingga memasuki gua.

Tiba-tiba di dalamnya ada seorang manusia yang paling besar badannya dan diikat dengan rantai yang kuat. Kedua tangan dan lehernya disatukan dan diikat dengan besi di antara hingga kedua mata kakinya.”

Kami katakan, “Celaka kamu, makhluk apakah kamu ini? Dia menjawab, ”Kamu telah mengetahui perihalku, kini beritahukan kepadaku, siapakah kamu ini?”

Mereka menjawab, ”Kami adalah manusia dari Arab. Kami menaiki perahu lalu dihentam gelombang laut besar dan ombak mempermainkan kami selama sebulan. Kemudian kami berlabuh di pulaumu ini.  Kami didatangi seekor binatang yang berbulu lebat sehingga tidak diketahui mana bagian muka dan mana bagian belakangnya.

Ia berkata: “Beritahukan padaku tentang kurma Baisan.”
Kami bertanya: “Tentang apanya yang kau tanyakan?”
Ia berkata: “Aku bertanya pada kalian tentang kurmanya, apakah sudah berbuah?”
Kami menjawab: “Ya.”
Ia berkata: “Ingat, ia hampir tidak berbuah lagi.”

Ia berkata: “Beritahukan kepadaku tentang danau Thabari (Tiberias).”
Kami bertanya: “Tentang apanya yang kau tanyakan?”
Ia menjawab: “Apakah ada airnya?”
Mereka menjawab: “Airnya banyak.”
Ia berkata: “Ingat, airnya hampir habis.”

Ia berkata: “Beritahukan kepadaku tentang mata air Zughar.”
Mereka bertanya: “Tentang apanya yang kau tanyakan?”
Ia berkata: “Apakah di sana ada airnya dan apakah penduduknya bercocok tanam dengan air itu?”
Kami menjawab: “Ya, airnya banyak dan penduduknya bercocok tanam dengan air itu.”

Ia berkata: “Beritahukan kepadaku tentang Nabi orang-orang buta huruf, bagaimana keadaannya?”
Mereka menjawab: “Ia telah muncul dari Makkah dan tinggal di Yatsrib.”
Ia bertanya: “Apakah orang-orang Arab memeranginya?”
Kami menjawab: “Ya.”
Ia bertanya: “Apa yang mereka lakukan terhadapnya?”
Lalu kami memberitahunya bahwa beliau menang atas bangsa Arab di sebelahnya dan mereka menaatinya.
Ia bertanya kepada mereka: “Itu sudah terjadi?”
Kami menjawab: “Ya.”
Ia berkata: “Ingat sesungguhnya itu baik bagi mereka untuk menaatinya. Aku akan beritahukan kepada kalian siapa aku. Aku adalah Al-Masih (Ad-Dajjal) dan aku sudah hampir diizinkan untuk keluar lalu aku akan keluar. Lalu aku akan berjalan di muka bumi. Aku tidak melalui sesuatu kampung melainkan aku tinggal selama 40 malam kecuali kota Mekkah dan Thaibah (Madinah). Kedua kota itu diharamkan atasku. Setiap aku akan memasuki salah satu kota itu, aku dihadang oleh malaikat yang memegang pedang untuk memenggalku. Di setiap celah kedua kota itu dijaga oleh para malaikat.”

Fathimah berkata, “Sambil memukulkan tongkatnya pada mimbar, Rasulullah saw bersabda:

lni adalah Thaibah, yakni kota Madinah. lngatlah, apakah hal itu telah aku sampaikan kepada kamu?

Orang ramai menjawab: Benar.

Nabi Muhammad saw bersabda:

Sungguh cerita Tamim itu sesuai dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu, juga mengenai kota Mekah dan Madinah. Ketahuilah sesungguhnya Dajjal itu berada di Laut Syam atau di Laut Yaman, bukan dari arah timur.”

Baginda mengisyaratkan dengan tangannya ke arah timur. Selanjutnya Fathimah berkata, ”Maka aku menghafalkan hadist ini dari Rasulullah.”

Kemudian Tamim ad-Dari pergi bersama kawan-kawannya dan tidak kembali lagi ke pulau itu. Kalaupun mereka berpikir untuk kembali ke pulau itu, mereka tidak akan dapat sampai ke pulau itu, walaupun mereka mempunyai pengalaman belayar. Sebab setelah peristiwa ini pulau tersebut menjadi jauh untuk sampai ke situ. Ombak-ombaknya digerakkan dengan kekuasaan Allah. Seakan-akan ombak itu sendiri adalah perahu yang bergerak di lautan. Allah menetapkan bahwa tidak ada seorang pun yang datang ke pulau itu setelah Dajjal ada di dalamnya.

(HR. Muslim No. 5253)


Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Siapa yang mendengar (kedatangan) Dajjal hendaklah menjauhinya. Demi Allah, seorang laki-laki benar-benar akan mendatangi Dajjal dan mengira bahwa ia adalah seorang mukmin, lalu ia akan mengikuti setiap syubhat yang ditebarkannya.” 

(Hadits Shahih Riwayat Abu Daud No. 3762)



Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian selesai dari tasyahud akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara, yaitu; siksa jahannam, siksa kubur, fitnah kehidupan dan kematian, dan keburukan Al-Masih Ad-Dajjal.” 
(Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 926)


Bunyi doanya ialah:

اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِوَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, dan azab kubur, dan fitnah kehidupan dan kematian dan dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” 
(Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 923)



مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِسُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ الدَّجَّا


Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: “Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surat Al- Kahf, maka ia akan terpelihara dari (kejahatan) Ad-Dajjal.” 
(Hadits Shahih Riwayat Muslim No. 1342)


Jadikanlah ini sebagai peringatan bahwa sudah dekatnya kita di akhir zaman. Sesungguhnya Dajjal itu sudah hidup di bumi ini sejak zaman Nabi, dan dia diberi keistimewaan akan hidup terus sampai akhir dunia. Dajjal yang dikurung di suatu pulau yang hanya Allah yang tahu. Dan bangsa Yajuj dan Majuj yang dikurung di tembok besi antara dua gunung pun sudah menunggu akan dibebaskannya mereka di hari yang dijanjikan Allah.

Penting bagi kita umat muslimin di mana pun tempat kita tinggal untuk selalu senantiasa mengingat akan tanda-tanda Al-Masih Ad-Dajjal ini muncul.

Semoga Allah lindungi kita dari segala macam fitnah di akhir zaman ini dan semoga kita termasuk pada hamba-hamba-Nya yang terpilih. Aamiin.

Sahabat-sahabatku yang dirahmati oleh Allah, kita tidak akan pernah tahu kapan Allah akan mencabut jiwa ini dari jasadnya. Kita juga tidak tahu kapan kiamat itu terjadi. Jangan merasa terlambat untuk menuntut ilmu. Selagi nafas ini ada, maka pelajarilah ilmu tauhid yang akan mendekatkanmu pada Allah azza wa Jalla.


Sesungguhnya, hanya Dialah penolong dan sebaik-baiknya penolong.



Wallahu’alam bisshawab.

2 comments: