Visitor

Sunday, March 2, 2014

Tadabbur Al-Qur'an

Materi Tadabbur QS. Al-Ikhlash ayat 1-4

1 Maret 2014


Peradaban Dunia Penuh Kesyirikan
Oleh Ustadz Umar Makka, Lc

Memurnikan Keesaan Allah


Pendahuluan

Jika di antara kita ada yang ingin tahu apakah kita termasuk orang-orang yang disayangi Allah atau tidak, maka kata kuncinya adalah Al-Qur’an. Orang-orang yang paling beruntung adalah mereka yang diangkat, diberikan, didorongkan semangatnya oleh Allah untuk senantiasa mendalami dan mengkaji Al-Qur’an di tengah zaman fitnah di mana kebanyakan dari pemuda muslimin meninggalkan Al-Qur’an baik dalam bentuk tilawah maupun mengamalkannya.

Dan pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan materi tadabbur yang berjudul “Memurnikan Keesaan Allah”.

Esa. Tidak sama dengan satu. Karena kalau kita sebut satu, berarti ada dua, tiga, dan empat. Tetapi esa, berbeda makna dengan satu. Dalam bahasa Sansekerta, satu adalah “ika”, bukan “esa”. Seperti pada semboyan “Bhinneka tunggal ika” yang artinya satu. “Esa” adalah tunggal. Dan kata “esa” dalam bahasa Arab dapat disebut juga “ahad” atau “ahadun”.

Orang-orang yang senantiasa mengesakan Allah pasti hatinya akan teguh pada Al-Qur’an dan tauhid.

Adakah di antara kalian yang tidak mampu untuk membaca sepertiga Al-Qur’an dalam semalam? Para sahabat pun merasa keberatan dan berkata, ‘Siapa yang kuat melaksanakan hal itu wahai Rasulullah?’ Rasulullah pun menjawab, ‘Allahu al-samad sama seperti sepertiga Al-Qur’an.”
(Bukhari No. 4628 dan Ahmad No. 10631)

Hadist shahih ini benar-benar mampu menggambarkan kehebatan Suratul Al-Ikhlash yang sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah—seperti membaca sepertiga Al-Qur’an. Ini juga yang menjadi teguran bagi kita semua, umat muslimin di Indonesia yang menjadikan surah ini sebagai surah andalan di setiap shalat kita. Namun tahukah kita dan pahamkah kita tentang keutamaan Suratul Al-Ikhlash ini? Apakah kita membacanya hanya karena ayatnya pendek dan mudah dihafal? Atau karena kita benar-benar ingin mendapatkan ridha Allah dengan membaca sepertiga Al-Qur’an setiap harinya?

Itulah yang menjadi jembatan pembeda bagi orang-orang yang hanya membaca Al-Qur’an tetapi tidak menghayatinya. Sebaliknya, seorang sahabat telah membuktikan keagungan surah ini dengan hadist di bawah:

Seorang sahabat dari kalangan Anshar menjadi imam shalat di Masjid Quba. Setiap rakaat dia membaca Suratul Ikhlash. Pada rakaat pertama dia membacanya setelah Al-Fatihah, pada rakaat kedua dia membaca dua surah setelah Al-Fatihah dan satu di antaranya adalah Suratul Ikhlash. Setelah kejadian ini terus berulang, para jamaah bertanya padanya, “Kami melihat kamu selalu membaca surah ini, sementara kami berpendapat bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan sampai kamu membaca surah yang lain, baik kamu membaca kedua surah itu sekaligus atau kamu meninggalkan surah itu (Al-Ikhlash) untuk digantikan dengan surah yang lain. Sahabat ini menjawab, “Saya tidak akan meninggalkannya. Jika kalian senang kalau saya yang menjadi imam, akan saya lanjutkan. Namun jika kalian tidak senang, saya tidak akan menjadi imam shalat kalian lagi.” Kenyataannya, mereka memandangnya sebagai orang yang paling afdhal di antara mereka, dan mereka tidak senang kalau diimami oleh orang lain. Akhirnya, mereka menemui Rasulullah dan menceritakan hal tersebut. Rasulullah pun menanyakan sahabat itu, “Wahai fulan, apa yang menyebabkan kamu enggan untuk melakukan saran sahabat-sahabat kamu, dan apa yang membawa kamu untuk selalu membaca surah ini (Al-Ikhlash) di setiap rakaat?” kemudian dia menjawab, “Wahai Rasulullah, saya membaca Surah Al-Ikhlash karena di dalamnya ada sifat-sifat Ar-Rahman dan aku mencintainya.” Rasulullah pun menjawab, “Sesungguhnya mencintainya (Al-Ikhlash) itu akan membawa kamu ke surga.”
(HR. Tirmidzi No. 2826)

Hadist di atas membuktikan bahwa seseorang yang mencintai Allah, mengesakan-Nya, dan mempertahankan tauhidnya adalah orang yang juga akan dicintai Allah dan akan menjadi ahli surga kelak. Namun, apakah masih ada umat Rasulullah yang dijanjikan untuk menjadi penghuni surga walau ia hidup di zaman penuh fitnah dan perbuatan kesyirikan ini?

Wa maa yu’minu aksaruhum billah, illa wahum musyrikun.

“Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, bahkan mereka mempersekutukan-Nya.”
(QS. Yusuf: 106)

Naudzubillah.

Inilah mengapa begitu pentingnya kita untuk mempelajari ilmu tauhid. Karena sungguh, kebalikan dari tauhid adalah syirik. Dan syirik adalah perbuatan dosa yang tidak diampuni oleh Allah. Namun sayangnya, kata “syirik” sendiri sudah bergeser artinya bagi beberapa masyarakat kita yang masih awam. Syirik dianggap iri. Bahkan sampai ada lagunya,

Syirik tanda tak mampu

Ada yang masih ingat lagu siapa itu?

Nah, kesyirikan sendiri dalam Islam sebenarnya bukanlah perkara iri atau dengki. Tetapi menduakan Allah. Karena di dalam Suratul Ikhlash terdapat sifat-sifat Allah dan bagaimana penggambaran Allah sebenarnya, surah ini juga menjadi salah satu surah yang dapat menjawab pertanyaan mereka yang ingin mempelajari Islam lebih dalam.

“Katakanlah (Muhammad), ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
(QS. Al-Ikhlash: 1-4)

Sebelum kita masuk pada bentuk-bentuk kesyirikan dan fakta-fakta yang telah terjadi akhir-akhir ini, saya akan masuk pada sub mukjizat Rasulullah dan asbabun nuzul Suratul Ikhlash.


Mukjizat Terbesar Nabi Muhammad

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, ‘Sungguh, jika engkau mempersekutukan Allah, niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang merugi.’”
(QS. Az-Zumar: 65)

Al-Qur’anul kaarim yang diturunkan kepada Nabi Muhammad yang merupakan mukjizat terbesar. Dan setiap mukjizat yang merupakan penguat dakwah para nabi, pasti sesuai dengan zaman di mana diutusnya para nabi tersebut.

Nabi Musa misalnya, beliau memiliki mukjizat tongkatnya bisa berubah menjadi ular. Dan pada saat itu para pesihir tahu bahwa Nabi Musa tidak sedang menyihir tongkatnya menjadi ular, tetapi itu adalah mukjizat dari Allah azza wa Jalla. Mereka mampu membedakan mana yang sihir dan mana yang mukjizat, sehingga berimanlah mereka pada Tuhannya nabi Musa, Allah subhana wa ta’ala.

Puncak sastra ada pada zaman jahiliyah di masa Nabi Muhammad berdakwah. Itulah sebabnya Al-Qur’an menjadi mukjizat terbesar Nabi Muhammad. Dahsyatnya ayat-ayat suci Al-Qur’an tentu pasti dapat dirasakan oleh orang-orang yang belajar bahasa Arab maupun orang Arab sendiri. Dan pada saat itu, banyak yang terkagum-kagum akan keindahan ayat Al-Qur’an sehingga umat Nabi Muhammad meningkat dari tahun ke tahun. Begitu pula yang dialami Umar bin Khattab yang menangis karena membacakan ayat suci Al-Qur’an.


Suratul Ikhlash

Al-Ikhlash jika kita lihat dari segi bahasa—man khalis berarti air yang jernih, air yang murni, tidak ada keruh di dalamnya. Berarti Suratul Al-Ikhlash adalah surah kemurnian. Apa saja yang dimurnikan? Tauhid dan pengesaan kepada Allah subhana wa ta’ala. 

Surah Al-Ikhlash ini juga disunnahkan untuk dibaca bersama dengan dua surah perlindungan atau mu’awwidzatain—yaitu Al-Falaq dan An-Naas.

Seperti pada suatu cerita, ada seorang ibu yang difonis batok kepala anaknya tidak ada. Semua dokter menyarankan untuk di operasi sesar. Tetapi sang ibu terus menolak dan meyakini bahwa Allah akan datang dengan pertolongan-Nya. Setiap hari sang ibu membacakan ayat-ayat Al-Qur'an termasuk Suratul Ikhlash. Dokter sudah pesimis. Tapi apa yang terjadi? Ketika lahir, dikatakan oleh dokter bahwa batok kepala anaknya hampir sama dengan kerasnya batok kepala ayahnya. Jadi, jangan pernah mengira bahwa Al-Qur'an ini hanya sebagai obat, tetapi lebih dari itu. Al-Qur'an adalah penyembuh. Di saat kita sudah pasrah dan pesimis akan suatu cobaan, masalah, atau penyakit, cobalah untuk membaca Al-Qur'an dengan hati yang ikhlas.

Suratul Ikhlash. 
Qul huwallah hu ahad
As-Surah Al-Falaq dan An-Naas adalah dua surah perlindungan. Di mana di dua surah ini Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah. Jika dua surah ini adalah bentuk ketegasan Allah kepada Rasulullah, apalagi kepada kita? Dalam suatu riwayat Rasulullah pernah terkena sihir, apalagi kita?

Di Surah Al-Ikhlash ini penegasannya adalah untuk senantiasa memurnikan tauhid dan tidak mencampur-leburkan keruh-keruh kesyirikan. Makanya disebut Surah Al-Ikhlash, man khalis, air yang jernih. Orang-orang yang bertauhid adalah orang-orang yang di dalam dirinya tidak ada keruh-keruh kesyirikan. Terdapat dua poin penting penegasan Allah di dalam surah ini, yaitu, bertakwalah dengan sebenar-benarnya takwa. Bahkan disunnahkan bagi setiap khatib, sebelum memulai khutbahnya untuk menganjurkan bersungguh-sungguh bertakwa hanya kepada Allah. Poin yang kedua adalah jangan mati kecuali dalam keadaan Islam. Karena hanya sedikit dari umat yang mati dalam keadaan Islam. Pengertian mati di sini bukanlah matinya seorang koruptor atau pezina yang dulu ia pernah bersyahadat ketika masih hidup. Pengertian sesungguhnya adalah janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan bertauhid. Dan inilah yang berat. Hanya akan sedikit yang bisa merasakan mati dalam keadaan bertauhid, yang dalam hatinya tidak tercampurkan oleh keruh-keruh kesyirikan sehingga ia bisa merasakan kalimat "Laa illaha illaallah" sebelum ruh itu dicabut dari tempat asalnya.

Semakin mendekati kiamat, semakin banyak kesyirikan yang dilakukan oleh umat manusia. Di zaman ini, manusia semakin condong untuk berbuat kerusakan bahkan yang nilainya kecil dan dianggap sepele yang sebenarnya bahaya bagi ketauhidan kita. Karena itulah, pentingnya memahami, mentadabburi, mengkaji, menghayati Al-Qur'an termasuk Suratul Ikhlash ini agar kita senantiasa tidak hanya berpikir secara logika yang masuk di akal saja, tetapi juga pada kebenaran syari'at yang telah diajarkan Rasulullah kepada umatnya. 


Pada dasarnya, manusia diberikan kemampuan berpikir dan akal oleh Allah tidak dengan sia-sia. Maka dari itu, bersyukurlah kita yang diberikan rahmat untuk senantiasa menjaga ketauhidan dengan banyak memperdalam pengetahuan kita salah satunya adalah Al-Qur'an. Hanya satu kitab suci di dunia dan alam semesta ini yang seluruh isinya dihafalkan oleh umat yang mengimaninya. Bahkan sampai pada titik komanya. Tidak ada satu kitab pun yang benar-benar terjaga kesuciannya dari pertama kali diturunkan hingga saat ini. Kebenaran Al-Qur'an telah banyak dibuktikan dan sekian ribu umat manusia yang tadinya mengecam Islam adalah agama teroris kini sudah tunduk dan patuh kepada perintah Allah azza wa Jalla. Subhanallah. Dan rahmat itu yang harus benar-benar kita syukuri. Karena akan sangat sedikit orang-orang yang di dalam dirinya tidak hanya terlihat dari kartu penduduknya sebagai umat Islam, tetapi juga mereka benar-benar teguh dan senantiasa menjaga kejernihan tauhidnya dari segala macam kesyirikan. Kalau kita bisa ambil contoh, lihatlah betapa banyak yang mengerubungi acara-acara idol atau kontes-kontes kecantikan daripada menjalani shalat berjamaah di masjid. Mirisnya keadaan umat saat ini adalah ketika mereka tercandu oleh suntikan-suntikan kaum Yahudi yang sangat pelan dan halus sehingga tidak terasa sakitnya. Betapa banyak orang-orang dari kaum muslimin yang rela meninggalkan aqidahnya demi mewujudkan cita-cita di dunia sebagai penyanyi, puteri kecantikan atau berhala yang dipuja oleh ribuan umat secara tidak langsung.

Naudzubillahi min dzalik.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dari segala macam bentuk kesyirikan dan oleh karena itu bersihkanlah diri kita dengan ruqyah dan ta'awudz setiap akan memulai kegiatan. 


Asbabun Nuzul

Ketika orang-orang kafir Quraisy di antaranya Ka’ab ibn Ashraf, dan beberapa orang kafir Mekah mendatangi Rasulullah, mereka berkata, “Ceritakan kepada kami bagaimana sifat tuhanmu, Muhammad!” sejenak Rasulullah terdiam dan saat itu turunlah Suratul Ikhlash untuk menjawab pertanyaan orang-orang kafir tersebut.


Bentuk-bentuk Kesyirikan

Syirik Akbar Dan Syirik Asghar

Syirik adalah lawan dari tauhid. Jika yang dimaksud dengan tauhid adalah mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya (rububiyah), dalam hal ibadah (uluhiyah), dan dalam hal nama dan sifat-Nya (asma’ wa sifat), maka syirik adalah kebalikannya, yaitu menyekutukan Allah.

Syirik dalam hal perbuatan adalah meyakini adanya makhluk selain Allah yang mampu menciptakan, mematikan, mendatangkan rezeki, mendatangkan bencana, dll—yang sebenarnya semua itu adalah perbuatan kemusyrikan. Syirik dalam hal ibadah adalah melakukan ibadah kepada selain Allah baik itu berupa doa, menyembelih, tawakkal maupun bersedekah. Adapun syirik dalam nama-nama dan sifat Allah adalah menyakini bahwa adanya makhluk yang memiliki nama dan sifat yang itu sebenarnya adalah kekhususan bagi Allah.

Salah satu contoh syirik akbar yang jarang disadari umat kita saat ini adalah penyembelihan. Betapa banyak kaum muslimin, termasuk di Indonesia yang melakukan sembelihan bukan karena syariat Allah—akan tetapi untuk jin atau makhluk gaib lainnya. Misalnya adalah sembelihan yang menjadi syarat sebelum dibangunnya sebuah gedung atau jembatan di suatu tempat yang diyakini apabila syarat tersebut tidak terpenuhi, ‘penunggu’ tempat tersebut akan murka. Perbuatan semacam ini jelas merupakan perbuatan syirik akbar.

Begitu juga yang terjadi pada umat kita yang mengharap berkah kepada pohon yang dianggap suci atau mistis. Walaupun mereka tetap berkeyakinan bahwa Allah yang mendatangkan berkah lewat pohon tersebut, perbuatan ini sungguh dilarang dan tidak benar adanya.

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga segolongan besar dari umatku cenderung pada orang-orang musyrik dan ikut beribadah pada berhala.”
(HR. Tirmidzi)


Contoh Nyata Kesyirikan Yang Melanda Kaum Muslimin

Tumpeng Tradisi Hindu


Pada awalnya kita menyangka bahwa sah-sah saja jika merayakan suatu perayaan hari jadi dengan membuat tumpeng sebagai makanan utamanya. Namun dibalik fakta yang beredar, ternyata tradisi masyarakat Bali atau Hindu ini dapat dikatakan syirik bagi kaum muslimin yang mengikutinya. Pada dasarnya, masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur. Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayamnya dewa-dewi.

Astaghfirullah al’adzim.

Mungkin masih banyak di antara kita yang belum menyadari kesyirikan ini. Dengan mengikut-ikuti suatu ajaran yang bukan dari syariat Islam, tentu kaum tersebut akan menjadi sama dengan kaum yang mereka ikuti. Ini bukan perkara soal menghargai umat beragama atau toleransi. Ini adalah tauhid.


Tentang Illuminati


Selama ini kita mungkin sudah begitu banyak mendengar dan membaca tentang illuminati. Tapi mungkin belum begitu paham juga apa dan bagaimana illuminati tersebut. Yang pasti terbayang di kepala kita adalah Yahudi.  

Illuminati adalah sebuah organisasi persaudaraan rahasia kuno yang pernah ada dan diyakini masih tetap ada sampai sekarang, walaupun tidak ditemukan bukti-bukti nyata tentang keberadaan organisasi persaudaraan ini sampai saat ini. Kata illuminati dapat diterjemahkan sebagai “Pencerahan Baru”. Para pengikut illuminati disebut “illuminatus” yang berarti “Yang Tercerahkan”. Illuminati sebelumnya bernama Ordo Perfectibilists, yang didirikan oleh Adam Weishaupt (1748-1811), seorang keturunan Yahudi yang lahir dan besar di Ingolstadt, dan memiliki latar belakang pendidikan sebagai seorang Jesuit. Adam Weishaupt lalu menjadi seorang pendeta Katolik dan selanjutnya mengorganisasi House of Rothschild.

Pada perkembangan selanjutnya, ia beserta organisasi yang dipimpinnya, illuminati, memiliki pandangan-pandangan yang menyimpang atau bid’ah dari ajaran resmi gereja Katolik, sehingga ia dilarang mengajarkan pahamnya oleh gereja dan dikeluarkan dari kelompok Gereja Kristiani-Katolik.

Simbol illuminati sudah banyak beredar di pasaran dunia. Mungkin kita tidak begitu menyadarinya karena kepintaran bangsa Yahudi yang mampu mengecohkan alam bawah sadar kita. Seperti simbol di mata uang, logo “damai” atau “peace”, boneka bermata satu, segitiga, foto dengan mata tertutup satunya, kartun, logo brand baju, tata panggung, bangunan dan masih banyak lagi yang lainnya.







Sekilas Tentang Otak Manusia

Menurut penelitian, otak manusia adalah suatu organ yang beratnya sekitar 1,5 kg atau sekitar 2% dari berat tubuh dan dioperaikan dengan bahan bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki 100 miliar sel otak aktif dan didukung oleh 900 miliar sel pendukung lainnya. Jadi, total ada 1 triliun sel otak.

Manusia diberikan otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Namun, ini barulah potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlah sel otak yang sangat banyak, bukan jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas.

Di dalam kepala manusia terdapat tiga macam otak yang berkembang secara bertahap, yaitu:

Otak reptil,
Otak mamalia, dan
Neo cortex


Otak reptil bermula dari batang otak yang terletak di dasar otak dan terhubung ke tulang belakang. Otak ini berfungsi sebagai pusat kendali, sistem saraf otonomi, dan mengatur fungsi utama tubuh seperti denyut jantung dan pernapasan. Selain itu, otak reptil juga berfungsi untuk mengatur reaksi seseorang terhadap bahaya atau ancaman dengan menggunakan pendekatan “lari” atau “lawan”. Namun orang tidak menyadari bahwa pada dasarnya otak reptillah yang menjadi bagian penting dari doktrin simbologi.

Jadi, ketika sebuah film propaganda memperlihatkan simbol illuminati atau mata satu, dan juga lagu yang sedang didengarkan dengan lantunan lirik sesat, otak reptillah yang sebenarnya lebih banyak menyerap dan menerima tanpa banyak mengkritik. Tujuan dari bangsa Yahudi salah satunya adalah membiasakan masyarakat terbiasa melihat simbol-simbol illuminati supaya ketika dajjal turun mereka tidak akan merasa gagap.


Neo Cortex sendiri adalah lawan dari otak reptil. Otak ini adalah bagian belahan otak yang kritis dan tidak mudah tersugesti karena memiliki cara kerja yang menggunakan daya analisis tajam. Oleh karena itu, kita tidak boleh langsung menerima suatu perkara tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Telitilah kebenarannya.

Salah satu kunci keberhasilan simbologi Yahudi adalah membuat alam bawah sadar kita turut serta masuk ke dalamnya.


Dibalik Jaket Pengusaha Sukses Facebook


 

Tidak diherankan lagi, salah satu pengusaha muda terkenal, Mark Zuckerberg ternyata menjadi agen dalam illuminati yang menjadi musuh besar umat muslimin. Ternyata, inilah cara halus yang dilakukannya untuk merusak akidah umat muslimin. Sudah berapa banyak pemuda-pemudi muslimin yang lebih menyukai mengumbar aibnya sendiri di sosial media? Rupanya mereka lebih senang mencari solusi ketika ada masalah dengan akun pribadinya tersebut. Dan ini merupakan salah satu bentuk kesyirikan yang halus yang terkadang tidak disadari oleh pelakunya sendiri.


Dukun Berkedok Ustadz


Ketika kita sakit, tentu kita akan memperhitungkan seorang dokter yang akan merawat kita apakah dia benar-benar dokter atau hanya sekadar kedok. Para korban mal praktik saja mengaku menyesal karena mereka telah salah memilih dokter. Apalagi untuk urusan agama?

Memilih guru atau ustadz sangatlah penting bagi orangtua yang menginginkan anaknya tumbuh dalam ajaran Islam yang syar’i. Namun terkadang, kita sering sekali ditipu oleh halusnya ucapan seorang da’i yang sebenarnya hanya topeng saja. Untuk mengantisipasinya, kita perlu tahu ciri-ciri ustadz palsu agar tidak jadi korban yang berikutnya.

1. Tidak menggunakan nama aslinya, tetapi nama yang dikesankan ada “kedigjayaan”
Inilah ciri khas para dukun dan paranormal. Mereka sangat suka menggelari diri mereka dengan sebutan-sebuatn aneh dan menyiratkan kesaktian. Para dukun juga menggelari mereka sendiri dengan julukan “Ki”, contohnya: Ki Gendeng Pamungkas, Ki Joko Bodo, dll.

2. Hobi sekali memamerkan kesaktiannya
Salah satu contoh yang sering muncul di beberapa stasiun televisi adalah si fulan yang suka memamerkan kesaktiannya, yakni tidak mempan disayat dengan pedang atau alat tajam lainnya.

3. Ilmu syariat agamanya tidak mumpuni
Dukun yang berkedok ustadz selalu membawa ciri khas dukun, yaitu sama sekali kurang dalam dalil baik dari Al-Qur’an dan sunnah. Dakwahnya mengajak pada kesyirikan dan kesesatan. Bahkan kita bisa lihat bagaimana si fulan ini memamerkan kemampuan melihat makhluk halus dengan menggambarkannya di sebuah papan tulis. Tidak sedikit pun si fulan ini mendakwahkan Al-Qur’an. Tidakkah kita sadari itu?

4. Memanfaatkan para tokoh untuk melegalisir praktiknya, yang sebenarnya tokoh tersebut belum tahu persis praktik tersembunyinya karena sang dukun menampilkan kesan seakan sesuai “syariat”
Si fulan yang sering muncul di layar televisi misalnya, sering mengundang ustadz-ustadz selebriti untuk duduk bersama para acara mengiklankan pengobatan padepokannya.

5. Praktiknya ikhtilaath menjamah bukan mahramnya
Peruqyah syar’i sangat anti menyentuh secara langsung pasiennya. Biasanya mereka menggunakan sarung tangan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan. Sedangkan si fulan justru suka menyentuh non mahram hingga bersentuhan kulit. Dan di padepokannya terlihat berikhtilaath bercampur baur antara laki-laki dan perempuan.

6. Berani bayar media untuk promosi
Sebagian orang menyangka stasiun televisi yang menayangkan acara ustadz-ustadz dukun tersebut yang mengundang adalah stasiun televisinya dan para ustadz palsu ini dibayar. Justru mereka mampu membayar mahal agar bisa tampil promosi di televisi dan dilihat jutaan ribu mata.

7. Dengan bahasa mahar, infak, namun jelas tarifnya “wah”, disertai ancaman kalau tidak segera diobati akan mati, kalau tidak segera transfer doanya tidak sampai, penyakit tidak sembuh dan sebagainya
Ciri khas dukun ialah sangat suka menakut-nakuti pasiennya bahwa sakitnya berat, maka pengobatannya lama dan harus bayar mahal sampai puluhan juta mengalahkan pengobatan dokter. Si fulan biasanya suka mengancam pasiennya jika tidak melunasi hutangnya maka penyakitnya tidak sembuh dan tidak akan didoakan oleh dia.

8. Disertai aksi tipu daya menakuti seperti bekam darahnya ada cacing, rumah ada hantunya, kena santet dan sebagainya
Dukun sangat suka menipu. Setiap ada pasien yang datang selalu dikatakan kena santet dan pasti akan keluar benda-benda aneh dari dalam telur atau ketika dibekam yang semuanya itu hanya trik sulap belaka.

9. Memberi azimat atau amalan yang tidak mendasar
Ciri khas dukun yaitu memberi azimat, termasuk dalam hal ini si fulan memberi azimat kepada pasiennya atau menggunakan media azimat ketika sedang mengobati.



Wallahu'alam bisshawab.


Referensi:
Islampos
Wikipedia 

No comments:

Post a Comment