Visitor

Sunday, February 16, 2014

Tadabbur Al-Qur'an

Materi Tadabbur QS. Luqman ayat 12-19 (Part II)

15 Februari 2014

DUA PESAN PENTING DARI NASIHAT LUQMAN
Oleh Ustadz Bachtiar Nasir, Lc

Pendidikan Karakter Remaja
Metode Luqman

Membicarakan perkembangan remaja akhir-akhir ini memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah bagaimana cara mereka mengekspresikan diri sebagai remaja. Ada dua karakter remaja, pertama alay. Kita bisa sebut mereka dengan alay karena tidak punya prinsip. Alay adalah anak layangan. Ini hanya sebagai ilustrasi karena betapa layangan itu ikut ke mana saja angin membawanya. Dan yang kedua, atau lawan dari anak alay adalah remaja pecinta Al-Qur’an atau qgeners. Kondisi perbedaan yang kontras ini terkadang membuat konflik yang berkepanjangan. Satu di antara yang lainnya bertengkar atau cekcok mulut hanya karena adu pendapat. Pernah suatu ketika saya melihat segerombolan anak remaja yang menentang suatu acara televisi yang sebenarnya hanya akan menghancurkan aqidah. Mereka hanya tidak rela negaranya terus disuntikkan oleh acara-acara perusak moral. Dan di saat yang bersamaan, saya melihat dan mendengar langsung apa yang disampaikan pihak yang kontra akan hal ini. Mereka mencela, menghina, menggunjing orang-orang yang sedang memperjuangkan hukum Islam di luar sana. Dan yang amat disayangkan adalah, yang menghina orang-orang tersebut ternyata mayoritas saudara muslim kita sendiri.

Ini menjadi pertanyaan bagi kita semua. Tamparan bagi mereka yang masih enggan untuk memperjuangkan agama Allah di negerinya sendiri. Setiap harinya kita bisa melihat betapa banyak remaja-remaja yang lebih memprioritaskan kesenangan duniawinya dengan perilaku menyimpang. Tidak lagi berdasarkan hukum Allah. Ini bukan lagi tentang etika. Kita tidak membicarakan etika dalam pergaulan atau toleransi umat beragama. Tapi ini adalah bukti bahwa miskinnya akhlak kita dipengaruhi besar oleh budaya, adat, kebiasaan, dan faktor dari luar. Ini adalah bentuk perjuangan kecil kami yang menginginkan saudara-saudara kami kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagaimana perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya untuk mendakwahkan agama Allah kepada kaum kafir Quraisy.

Berikut ini adalah penjabaran dua pesan penting dari Surah Luqman ayat 12-19 seperti yang sudah disampaikan di materi sebelumnya. Dua pesan ini adalah tamparan bagi kita, kaum muda yang masih enggan untuk melepaskan budaya syirik dan pentingnya berbakti kepada kedua orangtua.


Pesan #1—Jangan Syirik
Syirik itu adalah saudaranya setan. Semua bisikannya berhasil mengelabui kaum musyrikin. Sebenarnya kemusyrikan apa saja yang menjadi kesenangan mereka akhir-akhir ini?

Idol
Apa itu idol? Idol adalah idola yang dipuja, disukai, dan diagung-agungkan oleh orang lain bahkan sampai rela mengeluarkan uang yang banyak, meluangkan waktu, menghafalkan lagu-lagu hanya untuk idolanya yang sebenarnya tidak punya kekuasaan apa pun. Idol itu seperti berhala yang disembah oleh orang-orang jahiliyah. Kata idol ini sendiri diambil dari kosakata bahasa Ibrani, yang berarti “berhala”. Bahasa Inggris kemudian menyerapnya menjadi kata untuk “berhala”, “patung”, atau “pujaan”. Dan dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “patung”, “gambar”, “idola”.

Islam melarang kaum muslimin untuk mengikuti ajang-ajang pencarian bakat atau idolisasi semacam ini. Selain karena mengikuti jalannya kaum kafir dan musyrikin, acara seperti ini juga dapat merusak keimanan dan mengikis akhlak generasi muda melalui berbagai aktivitas maksiat di dalamnya. Rasulullah melarang dengan tegas kaum muslimin untuk tasyabbuh (meniru-niru) dan memperingatkan kita sebagai kaum muslimin pola hidup kaum atau bangsa lain dalam sabdanya:

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku menerima (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta.”

Di antara para sahabat ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang dimasuk (di sini) sebagai bangsa-bangsa Persia dan Romwai?”

Rasulullah menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

Hadist ini diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah.

Menurut Muhammad Saad dalam tulisannya, “Virus K-Pop dan Dekonstruksi Aqidah”, yang mengutip Ibn Katsir dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan lafadz “auliya” itu bermakna penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola. Adanya rasa simpatik dan empatik dalam hati karena menjadikan penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola ghairul muslim, bisa menyebabkan lunturnya iman seseorang dan bisa mengkonversi dari mukmin menjadi munafik. Oleh karenanya, dalam Surah An-Nisa ayat 144, Allah melarang orang-orang beriman untuk mengidolakan orang-orang kafir. Karena itu sama saja dengan mengundang kemurkaan Allah yang siap dengan siksaan-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksamu?”

Begitulah sudah seyogyanya generasi muda muslim tidak takzim mengikuti budaya luar tersebut apalagi turut larut mengidolakan dan memuja manusia karena akan syirik dan menuju ke dalam kekufuran. Kontes kecantikan, ajang pemilihan bakat, kontes menyanyi, audisi mencari idol dan acara-acara semacam ini akan melemahkan juga menjauhkan kaum muslimin dari kemuliaan.

Fengshui, Zodiak, dan Shio
Ilmu pengetahuan dewasa ini sudah sedemikian maju dan berkembang secara pesat, namun sangat disayangkan masih banyak orang-orang yang berpikir secara irasional dan terjebak dalam kungkungan pengaruh orang-orang yang mengaku sebagai orang pintar tapi sebenarnya bodoh. Mereka ini mengaku dapat melihat kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang melalui ramalan-ramalan seperti primbon, zodiak, fengshui dan shio. Betapa banyaknya orang-orang di negeri ini yang mempercayai dan menyukai berbagai ramalan-ramalan yang disampaikan oleh orang yang menyebutkan dirinya sebagai paranormal.

Fengshui
Merupakan warisan dan tradisi orang Cina yang begitu populer di banyak negara karena dianggap dapat meningkatkan taraf kehidupan dan keberuntungan dengan sedikit biaya dan usaha. Fengshui dasar mudah untuk dipelajari, namun merupakan subjek yang membutuhkan penjabaran rumus dan kedalaman analistik dan praktik. Perkataan ‘fengshui’ secara harafiahnya diterjemahkan menjadi “angin-air”. Istilah ini dipetik dari satu rangkap dalam buku Zhangshu yang dikarang oleh Guo Pu ketika zaman Dinasti Jin.

Fengshui adalah sistem estetika Cina kuno, dan sering dianggap sebagai suatu bentuk seni. Fengshui dipraktikkan di seluruh dunia dan telah ada sekitar 4000 tahun yang lalu. Fengshui juga memiliki sisi spiritual dengan banyak ajarannya yang berasal dari Cina dan Asia Timur. Fengshui ditujukan untuk menyeimbangkan energi positif. Konsep keseimbangan merupakan salah satu tema utama dalam fengshui. Keseimbangan itu dipraktikkan langsung dengan menyelaraskan posisi benda-benda di rumah termasuk letak pintu, jendela, dan perabotan.

Zodiak 
Adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Berbagai media cetak seperti majalah, koran, dan tabloid hampir semuanya memasukkan ramalan bintang sebagai rubrik andalan mereka. Apa yang terjadi di masa depan, memang selalu menimbulkan sensasi yang menegangkan. Itulah juga mengapa profesi paranormal menjadi diminati oleh sebagian masyarakat. Isi dari ramalan ini sebenarnya tak lain adalah hanya ucapan manusia yang tanpa ilmu mereka menyampaikan dusta. Saya pernah mendengar cerita Ustadz Bachtiar Nasir beberapa pekan lalu pada saat materi tadabbur sebelumnya, beliau menceritakan suatu ketika beliau pernah bertemu dengan salah satu penulis rubrik zodiak di satu majalah. Kemudian beliau bertanya, “Berdasarkan apa kamu bisa menulis ramalan zodiak itu?” lalu si pemuda ini menjawab, “Ya, saya hanya nebak-nebak saja ustadz. Ibaratnya seperti mengarang tulisan deh.” ujarnya.

Shio
Ilmu tentang meramal masa depan tak hanya dimiliki oleh bangsa Eropa namun juga bangsa Asia. Ramalan astrologi atau dunia perbintangan juga dimiliki oleh Bangsa Cina. Shio adalah astrologi Cina yang tidak dibagi berdasarkan bulan, tetapi dibagi berdasarkan siklus tahun Cina dan dinamakan dengan nama binatang. Nama binatang pada astrologi Cina ini menggambarkan watak manusia yang lahir di bawah pengaruh shio tersebut. Nama-nama tersebut dipakai berdasarkan legenda nama-nama binatang yang dipanggil Buddha saat ia akan pergi ke Nirwana. Sama seperti astrologi Barat, astrologi Cina juga mengacu pada perputaran benda langit. Bedanya jika dalam astrologi Barat terdapat 88 rasi bintang, sedangkan astrologi Cina hanya memiliki 28 rasi bintang saja.

Dari apa yang sudah diulaskan di atas, sudah dapat kita tarik kesimpulan bahwa segala macam bentuk ramalan didasari oleh akal manusia yang tidak memiliki kekuasaan apa pun. Sebagai kaum muslimin, sudah sepatutnya kita wajib memahami qodarullah. Di dunia ini tidak ada yang kebetulan tetapi pengganti kata “kebetulan” adalah qodarullah. Jadikan itu sebagai bahan renungan kita bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, di kehidupan kita, entah itu di masa silam  atau di masa kini dan di masa yang akan datang adalah ketentuan dari Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bagaimana takdir dirinya karena pengetahuan itu hanya ada pada Allah. Takdir bagi setiap makhluk telah ditetapkan oleh Allah sebagaimana yang disebutkan dalam hadist:

Sunan Abu Daud 4078 dari Abu Hafshah ia berkata: Ubadah bin Ash Shamit berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan dapat merasakan lezatnya iman hingga engkau bisa memahami bahwa apa yang ditakdirkan menjadi bagianmu tidak akan meleset darimu, dan apa yang tidak ditakdirkan untuk menjadi bagianmu tidak akan engkau dapatkan. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: ‘Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ dan pena itu menjawab, ‘Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?’ Allah menjawab: ‘Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat.’ Wahai anakku, aku pernah mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa meninggal tidak di atas keyakinan seperti ini maka ia bukan dari golonganku.’”

Operasi Plastik
Allah menyukai yang indah-indah dan Islam juga memperbolehkan seseorang untuk berhias atau mempercantik diri selama tidak berlebih-lebihan, apalagi sampai merubah ciptaan Allah. Persoalan inilah yang perlu kita sadari bahwa tidak semua yang dilakukan manusia yang menurut manusia baik adalah baik pula dalam pandangan Allah. Merubah bentuk salah satu anggota tubuh yang berbeda dari apa yang diberikan Allah, dalam logika manusia dipandang baik, karena akan lebih cantik, tampan dan menarik. Asalnya kulit yang diberikan Allah hitam kemudian dirubah menjadi putih atau warna lainnya. Namun demikian, apa yang dilakukan sebenarnya merupakan tindakan yang tidak percaya dengan pemberian Allah dan dapat dikatakan sebagai bentuk penghinaan terhadap Allah.

Menurut pandangan manusia atau seseorang yang merasa ada salah satu anggota tubuhnya yang kurang menarik, mereka berkeinginan untuk merubahnya melalui jalan operasi. Padahal bisa saja pemberian dari Allah itu memiliki manfaat yang luar biasa yang tidak diketahuinya.

“Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Maka barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”
(QS. An-Nisa: 119)

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa melakukan operasi plastik yang hanya bertujuan mempercantik diri termasuk perbuatan setan yang dilaknat Allah. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah dan sebagainya. Persoalan ini apabila dilihat dari kaidah yang disebutkan sebelumnya bahwa operasi plastik dengan tujuan untuk mempercantik maka hukumnya adalah haram.

Tetapi, berbeda jika hukum melakukan operasi plastik dengan tujuan untuk memperbaiki cacat yang dibawa sejak lahir seperti bibir sumbing, catat akibat kecelakaan atau kebakaran, dan semisalnya. Hal ini dapat dikategorikan sebagai mubah atau dibolehkan melakukan operasi tersebut. Dalam ushul fiqh, cacat atau akibat kecelakaan dapat dikategorikan sebagai mudharat atau disebut kemudharatan yang mengakibatkan keburukan yang akhirnya membuat orang yang mengalami kemudharatan ini merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, Islam memang bukan agama yang memudahkan sesuatu, tetapi bukan pula agama yang mempersulit. Kemudharatan mesti dihilangkan atau setidaknya menguranginya melalui operasi plastik.

Doktrin Liberalisme

“Kebebasan itu aneh. Bebas ekspresikan diri selama rok di bawah lutut. Think again.”

Iklan di atas terasa aneh bagi yang membacanya. Mungkin beberapa orang ada yang tidak memahami maksud pada iklan tersebut. Menurut saya, ini hanya doktrin yang memasukkan unsur kebebasan yang tidak berporos pada hukum Allah. Sekali lagi, para musuh kaum muslimin ini memiliki ribuan cara untuk menghancurkan akhlak kaum muslimin dengan menyuntikkannya perlahan tapi pasti. Inilah mengapa kita perlu membentengi diri agar tidak masuk dalam ruang lingkup yang jauh dari tauhid. Mereka yang tidak memiliki prinsip sangat berupaya untuk jatuh, tercekik, dan tidak bisa lari dari jeratan yang dibuat oleh orang-orang kafir.

Aku Ini Bukan Lagi Anak Kecil, Mom
Suatu hari, seorang anak muda yang beranjak dewasa meminta izin kepada ibunya untuk pergi bersama teman-temannya ke pesta ulang tahun. Kemudian ia berdandan cantik bak putri raja. “Mom, aku mau pergi dulu ya ke pesta temanku di hotel. Buru-buru banget nih. Nanti rumah tolong jangan dikunci dulu. Oke, mom?” ibunya hanya menggeleng-gelengkan kepala dan berkata, “Nak. Ini sudah jam berapa? Sudah hampir jam sebelas kan? Masa’ sih kamu mau ninggalin ibu sendirian di rumah. Kamu tuh perempuan, masih muda, kalau kamu mau pergi seharusnya bareng ibu.” ujar ibunya memohon. “Duh mom. Please deh. Aku ini udah dewasa, bukan lagi anak kecil yang bisa diatur-atur seenaknya. Aku ingin bebas tanpa harus disuruh ini-itu!!”

Bebas?
Tentu bagi sebagian remaja yang baru saja menginjak masa-masa transisi menjadi dewasa ini akan mengalami yang namanya pemberontakan jika orangtua mereka masih saja mengekangnya. Tetapi kita harus tahu apa tujuan orangtua untuk melarang kita ini-itu walaupun kita sudah cukup dewasa dan mengerti mana yang baik dan mana yang buruk. Ingatlah, bahwa bebas itu bukan berarti bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Kebebasan dalam perspektif Barat muncul dari tuntutatn dan kecenderungan hawa nafsu manusia. Filsafat kebebasan mereka adalah humanism dan keinginan manusia. Menurut ideologi ini, manusia harus bebas dan ia dapat memenuhi setiap keinginannya. Sementara dalam Islam, akar dari kebebasan adalah pandangan dunia tauhid. Dalam pandangan kebebasan Islam, penyembahan dan ketaatan hanya kepada Allah. Manusia bukan siapa-siapa tanpa Allah. Kebebasan dalam perspektif Islam berarti terbebasnya manusia dari sekat-sekat penghambaan kepada yang selain Allah. Oleh karena itu, pentingnya kita memahami ilmu tauhid sebelum kita mengemban ilmu lainnya. Jadi, jika ingin melakukan hal sesuka hati dengan segala macam ideologi kebebasan yang diingini, pergilah ke suatu tempat yang mana bukan di bumi Allah. Carilah tempat teraman di mana tempat itu tidak bisa dilihat Allah. Rasanya bodoh jika terus mematuhi konsep-konsep liberalisme yang mulai banyak dipraktikkan di masyarakat kita kebanyakan ini. Sungguh, yang hanya bisa menangkal racun-racun liberal itu hanyalah kedalaman tauhid.

Fenomena Free Sex
Berdasarkan data yang diungkap survei berbagai lembaga di Indonesia angka seks bebas di kalangan remaja sangat tinggi. Hasil survei ini sangat pencengangkan karena dari data BKKBN tahun 2010, remaja sudah melakukan hubungan seks sebesar 52% dan berdampak kepada penyakit kelamin yang menular.

Sedangkan dari survei yang dilakukan Dr. Boyke adanya peningkatan kegiatan seks remaja dari 5% di tahun 1980 menjadi 20% di tahun 2000. Sehingga kondisi ini menyebabkan aborsi yang dilakukan oleh remaja mencapai 21,2%. Sementara dari data berdasarkan hasil survei Gunawan tahun 2010 sebesar 20 hingga 30% remaja di kota besar Indonesia pernah melakukan hubungan seks. Namun dari data Yayasan KB tahun 2012, sebesar 10% dari 3.594 remaja di 12 kota besar di Indonesia telah melakukan seks bebas.

Menurut Parawansa (2000), menyatakan bahwa jumlah aborsi di Indonesia dilakukan oleh 2 juta orang tiap tahun, dari jumlah itu, 70.000 dilakukan oleh remaja putri yang belum menikah. Menurut Azwar (2000) menyatakan bahwa jumlah aborsi pertahun di Indonesia sekitar 2,3 juta. Setahun kemudian terjadi kenaikan terjadi kenaikan cukup besar. Menurut Nugraha, bahwa tiap tahun jumlah wanita yang melakukan aborsi sebanyak 2,5 juta. Menurut seminar yang diadakan tanggal 6 Agustus 2001 di Jakarta Utomo,B, melaporkan hasil penelitian yang dilakukan di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia tahun 2000, menyimpulkan bahwa di Indonesia terjadi 43 aborsi per 100 kelahiran hidup. Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aborsi adalah aborsi yang disengaja, ada 78% wanita diperkotaan dan 40% di pedesaan yang melakukan aborsi dengan sengaja.

(www.bangkapos.com)

Orangtua mana yang tidak sedih melihat anaknya jatuh dalam perbuatan maksiat sampai melakukan aborsi? Fenomena ini semakin kuat masuk dalam masyarakat kita. Yang memprihatinkannya adalah pelaku tindak seks bebas dan aborsi ini adalah anak-anak dibawah umur. Mereka yang seharusnya belajar di sekolah, menuntut ilmu, dan bermain bersama teman, berkumpul bersama keluarga, rupanya lebih menyukai pergaulan bebas yang dapat mengancam dirinya. Anak-anak ini mengaku banyak mendapat tekanan dari orangtua, sekolah, maupun teman. Sehingga mereka lari dan kabur untuk melenyapkan masalah tersebut. Salah apabila mereka malah mencari ketenangan dengan bermain-main dengan kemaksiatan. Tetapi jauh lebih baik jika ketenangan dan penyelesaian dari setiap masalah itu didapatkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Setan Itu Harusnya Diwaspadai, Bukan Ditakuti
Pernah suatu ketika saya mendengar cerita dari seorang teman yang memiliki pengalaman mistis. Dia mengaku kepada saya bahwa dia bisa melihat setan, entah itu berupa pocong, kuntilanak, tuyul, genderuwo, dan lain sebagainya. Pada saat itu, dia datang berkunjung ke rumah saya. Dan dia mengatakan setelah pulang dari rumah saya bahwa ada seseorang yang sedang bertengger di teras lantai 2 rumah saya dan dia memperhatikan teman saya dengan fokus. Makhluk halus itu terus melihatnya sampai ke ujung rumah saya. Dia pun ketakutan. Teman saya mendeskripsikan fisik makhluk yang ia lihat. Tinggi besar, berpakaian putih, wajahnya penuh dengan darah, rambut acak-acakan, dan matanya sangat tajam menatapnya. Dalam hati saya tertawa. Kalau saya mempercayai dia, saya termasuk kaum musyrikin. Dan kalau seandainya memang benar dia melihat makhluk tersebut, berarti dia yang telah dimasuki oleh setan. Karena tidak ada satu manusia pun yang dapat melihat setan tetapi setan mampu melihat manusia dalam kondisi apa pun. Inilah yang disebut tauhid. Kita memposisikan diri kita sebagai hamba Allah, kapan saja, di mana saja, dan sampai waktu kita bertemu dengan-Nya. Kita tidak perlu takut akan bayang-bayang si makhluk yang katanya menyeramkan itu. Kita tidak perlu penasaran dengan wajah dan fisik mereka. Seharusnya kita mewaspadai jika mereka datang untuk membisiki kita dengan bisikan-bisikan halus yang dapat mematikan iman kita.

Sebagai bentuk cinta dan kasih sayang kita kepada Allah, seharusnya kita hanya takut kepada-Nya. Takut pada azab dan siksa-Nya yang pedih. Ustadz Bachtiar Nasir memberikan saran kepada kami yang masih takut kepada hantu yang ragamnya banyak. Sambil tertawa kecil, beliau menghadapkan wajahnya melihat anak-anak remaja yang datang di kuliah tadabbur kemarin, kemudian bertanya, “Kalau ketemu pocong diapain?” kami menjawab, “Dilepasin tali pocongnya!”, beliau menambahkan, “Kalian tahu nggak? Pocong itu berhijab syar’i, ya kan?” tawa kami lepas. Beliau begitu antusias untuk memberikan kami masukan agar ilmu tauhid itu perlahan-lahan masuk dalam jiwa kami. Lalu beliau bertanya lagi, “Kalau ketemu tuyul diapain?”, kami menjawab, “Dipakein baju!”, “Kalau ketemu suster ngesot diapain?”, kami menjawab, “Digendong!”. Dan begitulah keakraban yang terjadi diantara anak didik abi, Ustadz Bachtiar Nasir.


Kenapa Tidak Boleh Syirik?
Beberapa poin-poin yang sudah saya jelaskan di atas menjadi bahan renungan kita sebagai remaja yang sudah mulai dipengaruhi budaya dari luar. Islam sudah indah dengan segala aturannya. Tetapi mengapa kita tidak mau patuh?

Inilah bukti sayangnya Allah kepada kita untuk berani mengatakan tidak pada perbuatan musyrik. Allah telah menjanjikan surga bagi kita yang mampu menjauhi kemusyrikan. Dan begitupun sebaliknya, mereka yang tetap pada prinsip kemusyrikannya, maka Allah akan memberikan neraka sebagai tempat tinggal yang kekal.

“Sesungguhnya, barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya adalah di neraka.”
(QS. Al-Maidah: 72)


Cara Melawan Syirik
Ada dua cara terbaik untuk melawan kemusyrikan.
Ma’rifatullah
Adalah dengan mengenal Allah, mengenal Rasulullah, mempelajari Al-Qur’an, memahami dan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup.
Mahabatullah
Setelah kita belajar untuk mengenal Allah dan Rasulullah, maka akan timbul rasa cinta kepada-Nya. Mahabatullah artinya cinta kepada Allah.

Jika kita bertekad untuk membentengi diri dari serangan kekafiran dan kemusyrikan dengan kedua cara di atas, in syaa Allah, maka Allah pun akan mempermudah jalan kita. Maka hidup kita pun akan bertuju pada ridha-Nya.


Pesan #2—Berbakti Kepada Kedua Orangtua
Orangtua tidak pernah meminta anak mereka untuk disuguhkan oleh harta yang kita punya. Orangtua juga tidak pernah meminta anak mereka untuk membeli apa pun yang mereka minta. Tahu apa yang diinginkan orangtua pada anaknya?

Mereka hanya meminta kita untuk menemaninya di saat makan malam, mendengarkan ceritanya, tertawa bersama kita, bercanda, dan mungkin menikmati malam melihat bintang-bintang di langit sambil menggenggam tangan kita.

Seperti yang dilakukan pada seorang bapak yang amat mencintai anaknya. Namun, si anak malu karena memiliki bapak yang cacat—tidak bisa bicara, mendengar, dan hanya bisa menggunakan bahasa isyarat.


Kedua orangtua kita adalah perantara dari Allah untuk kita ada di dunia ini.
Kedua orangtua kita adalah perantara yang paling jelas sebagai bentuk rasa kasih sayang Allah kepada kita.
Kedua orangtua itu mewakili kebaikan-kebaikan Allah dengan semua sifat-Nya.
Orangtua kita rela melakukan apa saja demi anaknya.
Jadi kalau melihat orangtua, sebenarnya kita sedang melihat keagungan Allah.

“...Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu,”
  
Melihat wajah ibu yang kulitnya mulai berkerut, matanya mulai buram, kakinya mulai sakit, tulangnya mulai keropos, sudah tidak bisa makan yang terlalu keras karena giginya sudah tidak sekuat dulu, terkadang kalau duduk terlalu lama suka mengeluh pegal dan sakit otot, akankah kita meninggalkannya demi pekerjaan, demi keluarga baru, demi menyenangkan istri dengan mengajak berjalan-jalan ke luar negeri sehingga ibu hanya dapat duduk termenung di rumah?

Ibu telah memberikan izin kepada kita untuk menikah dan merelakan dirinya hidup sendiri demi anak yang ingin tinggal bersama keluarga barunya. Hanya sebulan sekali menjenguk ibu. Atau bahkan setahun sekali? Bahkan kita tidak tahu apakah ibu masih di sana dalam keadaan sakit, sehat, atau sedih?

Suatu hari ibu pasti akan pergi meninggalkan kita. Ibu telah menyelesaikan semua tugasnya di dunia untuk merawat anak-anaknya, mulai dari menahan sakit ketika mengandung kita, melahirkan kita, menyusui kita, merawat kita, mendidik kita, menyekolahkan kita, hingga suatu ketika kita lulus sekolah, kuliah, dan masuk di dunia pekerjaan, memiliki gaji tinggi, lalu mempunyai teman-teman yang banyak, dan bisa pergi sana-sini karena penghasilan sendiri. Ibu tidak meminta uang kita, ibu tidak meminta dibelikan perhiasan, ibu tidak meminta kita untuk dibelikan mobil dan rumah mewah. Tapi ibu hanya menginginkan kita duduk di sampingnya, ibu sungguh sangat ingin menggenggam tangan anaknya dan berkata, “Apa kau mau nasi lagi?” lalu ibu yang menyendokkan nasi ke piring kita.



Semoga kisah-kisah dari video cinta kasih ibu dapat menginspirasi kita untuk semakin mencintai orangtua sebagaimana mereka mencintai kita.

No comments:

Post a Comment