Visitor

Sunday, February 23, 2014

Lower Your Gaze

Lower their gaze does not mean to avoid eye-contact or to interact.

Many so-called practising Muslims are uncooperative and unhelpful to members of the opposite gender. They keep away from each other as much as possible. In some cases, if two such people are put in a situation where they have to communicate, one looks into the sky, while the other looks into the ground in order to avoid eye-contact. A person of this breed can ever appear impolite and rude to a person who does not carry this mentality. They back their behaviour using what they have been told about verse 30-31 of Surah An-Nur. This is a misconception that arises purely out of a lack of wisdom and understanding.

"Tell the believing men that they should lower their gaze and guard their private parts..."
(Surah An-Nur [24]: 30)

"Tell the believing women that they should lower their gaze and guard their private parts..."
(Surah An-Nur [24]: 31)

The Quranic meaning that should be derived from the above verses is that men and women who believe in Allah and the Last Day, must behave modestly and carry themselves humbly between one another. Not only is this an interpretation based on reason, it's also supported by Quranic understanding. 

We cannot say, by looking at the above expression, the verse means to not speak to the messenger at all just because it says "lower your voice" which compares with "lower your gaze". Rather what is expressed here is that the believers should not have arrogance or haughtiness in their voice and attitude when interacting with the messenger. Likewise, to lower their gaze does not mean to avoid looking at opposite gender, rather to carry a modesty, humbleness when dealing with one another. 

Like example, 3 days ago me and my classmate (Riyanti) just took the japanese test in FIB UI that will be determine to allow the next step of scholarship from Embassy of Japan. First step is sending our CV, school grades, and a letter of recommendation that all written in Japanese. We arrived at 9:00 in the morning but the test starts at 10:00. Riyanti sat down beside me. But when the beadles shouted to us to change the seat who is our college-mate, Riyanti took another seat straightaway. And SUDDENLY, someone appears from outside and took Riyanti's seat. He's sat down beside me. He always saw my eyes over and over like he wants to know me more. I felt awkward. He asked me too much questions and I really want to start this test. 10 minutes after that, I completely forgot what's his strange questions is. I tried to focus to finishing all the test in 3 types. 

And well, I, a muslimah who is never want to leave my akhwat friend, when I go to college, or taking a test, or want to have a lunch in canteen. But this is what I mean to take control of ourselves to NOT flirting, or so with the non-mahram guy. This is haram. 

Because, when you, muslimah, seeing a non-mahram guy each other and cracking jokes or else, satan is the third between you and him.

وَلا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ أَوْ أَكْنَنْتُمْ فِي أَنْفُسِكُمْ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ سَتَذْكُرُونَهُنَّ وَلَكِنْ لا تُوَاعِدُوهُنَّ سِرًّا إِلا أَنْ تَقُولُوا قَوْلا مَعْرُوفًا وَلا تَعْزِمُوا عُقْدَةَ النِّكَاحِ حَتَّى يَبْلُغَ الْكِتَابُ أَجَلَهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي أَنْفُسِكُمْ فَاحْذَرُوهُ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ حَلِيمٌ

"You (believeng men) do nothing wrong when you announce your engagement to women, or when you keep it between yourselves. Allah knows that you will think of them. But do not make secret appointments to see them, unless you will engage in conscientious conversations. And do not confirm the marital tie until the prescribed (waiting) period (from a previous divorce) is over. Know that Allah knows what is in your minds, so beware of Him, and know that Allah is All-Forgiving, Forbearing." 
(Qur'an [2]: 235)

Sunday, February 16, 2014

Tadabbur Al-Qur'an

Materi Tadabbur QS. Luqman ayat 12-19 (Part II)

15 Februari 2014

DUA PESAN PENTING DARI NASIHAT LUQMAN
Oleh Ustadz Bachtiar Nasir, Lc

Pendidikan Karakter Remaja
Metode Luqman

Membicarakan perkembangan remaja akhir-akhir ini memang selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Salah satunya adalah bagaimana cara mereka mengekspresikan diri sebagai remaja. Ada dua karakter remaja, pertama alay. Kita bisa sebut mereka dengan alay karena tidak punya prinsip. Alay adalah anak layangan. Ini hanya sebagai ilustrasi karena betapa layangan itu ikut ke mana saja angin membawanya. Dan yang kedua, atau lawan dari anak alay adalah remaja pecinta Al-Qur’an atau qgeners. Kondisi perbedaan yang kontras ini terkadang membuat konflik yang berkepanjangan. Satu di antara yang lainnya bertengkar atau cekcok mulut hanya karena adu pendapat. Pernah suatu ketika saya melihat segerombolan anak remaja yang menentang suatu acara televisi yang sebenarnya hanya akan menghancurkan aqidah. Mereka hanya tidak rela negaranya terus disuntikkan oleh acara-acara perusak moral. Dan di saat yang bersamaan, saya melihat dan mendengar langsung apa yang disampaikan pihak yang kontra akan hal ini. Mereka mencela, menghina, menggunjing orang-orang yang sedang memperjuangkan hukum Islam di luar sana. Dan yang amat disayangkan adalah, yang menghina orang-orang tersebut ternyata mayoritas saudara muslim kita sendiri.

Ini menjadi pertanyaan bagi kita semua. Tamparan bagi mereka yang masih enggan untuk memperjuangkan agama Allah di negerinya sendiri. Setiap harinya kita bisa melihat betapa banyak remaja-remaja yang lebih memprioritaskan kesenangan duniawinya dengan perilaku menyimpang. Tidak lagi berdasarkan hukum Allah. Ini bukan lagi tentang etika. Kita tidak membicarakan etika dalam pergaulan atau toleransi umat beragama. Tapi ini adalah bukti bahwa miskinnya akhlak kita dipengaruhi besar oleh budaya, adat, kebiasaan, dan faktor dari luar. Ini adalah bentuk perjuangan kecil kami yang menginginkan saudara-saudara kami kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sebagaimana perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya untuk mendakwahkan agama Allah kepada kaum kafir Quraisy.

Berikut ini adalah penjabaran dua pesan penting dari Surah Luqman ayat 12-19 seperti yang sudah disampaikan di materi sebelumnya. Dua pesan ini adalah tamparan bagi kita, kaum muda yang masih enggan untuk melepaskan budaya syirik dan pentingnya berbakti kepada kedua orangtua.


Pesan #1—Jangan Syirik
Syirik itu adalah saudaranya setan. Semua bisikannya berhasil mengelabui kaum musyrikin. Sebenarnya kemusyrikan apa saja yang menjadi kesenangan mereka akhir-akhir ini?

Idol
Apa itu idol? Idol adalah idola yang dipuja, disukai, dan diagung-agungkan oleh orang lain bahkan sampai rela mengeluarkan uang yang banyak, meluangkan waktu, menghafalkan lagu-lagu hanya untuk idolanya yang sebenarnya tidak punya kekuasaan apa pun. Idol itu seperti berhala yang disembah oleh orang-orang jahiliyah. Kata idol ini sendiri diambil dari kosakata bahasa Ibrani, yang berarti “berhala”. Bahasa Inggris kemudian menyerapnya menjadi kata untuk “berhala”, “patung”, atau “pujaan”. Dan dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai “patung”, “gambar”, “idola”.

Islam melarang kaum muslimin untuk mengikuti ajang-ajang pencarian bakat atau idolisasi semacam ini. Selain karena mengikuti jalannya kaum kafir dan musyrikin, acara seperti ini juga dapat merusak keimanan dan mengikis akhlak generasi muda melalui berbagai aktivitas maksiat di dalamnya. Rasulullah melarang dengan tegas kaum muslimin untuk tasyabbuh (meniru-niru) dan memperingatkan kita sebagai kaum muslimin pola hidup kaum atau bangsa lain dalam sabdanya:

“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku menerima (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta.”

Di antara para sahabat ada yang bertanya, “Ya Rasulullah, apakah yang dimasuk (di sini) sebagai bangsa-bangsa Persia dan Romwai?”

Rasulullah menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka?”

Hadist ini diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah.

Menurut Muhammad Saad dalam tulisannya, “Virus K-Pop dan Dekonstruksi Aqidah”, yang mengutip Ibn Katsir dalam tafsirnya, yang dimaksud dengan lafadz “auliya” itu bermakna penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola. Adanya rasa simpatik dan empatik dalam hati karena menjadikan penolong, kekasih, teman akrab, pemimpin dan idola ghairul muslim, bisa menyebabkan lunturnya iman seseorang dan bisa mengkonversi dari mukmin menjadi munafik. Oleh karenanya, dalam Surah An-Nisa ayat 144, Allah melarang orang-orang beriman untuk mengidolakan orang-orang kafir. Karena itu sama saja dengan mengundang kemurkaan Allah yang siap dengan siksaan-Nya.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksamu?”

Begitulah sudah seyogyanya generasi muda muslim tidak takzim mengikuti budaya luar tersebut apalagi turut larut mengidolakan dan memuja manusia karena akan syirik dan menuju ke dalam kekufuran. Kontes kecantikan, ajang pemilihan bakat, kontes menyanyi, audisi mencari idol dan acara-acara semacam ini akan melemahkan juga menjauhkan kaum muslimin dari kemuliaan.

Fengshui, Zodiak, dan Shio
Ilmu pengetahuan dewasa ini sudah sedemikian maju dan berkembang secara pesat, namun sangat disayangkan masih banyak orang-orang yang berpikir secara irasional dan terjebak dalam kungkungan pengaruh orang-orang yang mengaku sebagai orang pintar tapi sebenarnya bodoh. Mereka ini mengaku dapat melihat kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang melalui ramalan-ramalan seperti primbon, zodiak, fengshui dan shio. Betapa banyaknya orang-orang di negeri ini yang mempercayai dan menyukai berbagai ramalan-ramalan yang disampaikan oleh orang yang menyebutkan dirinya sebagai paranormal.

Fengshui
Merupakan warisan dan tradisi orang Cina yang begitu populer di banyak negara karena dianggap dapat meningkatkan taraf kehidupan dan keberuntungan dengan sedikit biaya dan usaha. Fengshui dasar mudah untuk dipelajari, namun merupakan subjek yang membutuhkan penjabaran rumus dan kedalaman analistik dan praktik. Perkataan ‘fengshui’ secara harafiahnya diterjemahkan menjadi “angin-air”. Istilah ini dipetik dari satu rangkap dalam buku Zhangshu yang dikarang oleh Guo Pu ketika zaman Dinasti Jin.

Fengshui adalah sistem estetika Cina kuno, dan sering dianggap sebagai suatu bentuk seni. Fengshui dipraktikkan di seluruh dunia dan telah ada sekitar 4000 tahun yang lalu. Fengshui juga memiliki sisi spiritual dengan banyak ajarannya yang berasal dari Cina dan Asia Timur. Fengshui ditujukan untuk menyeimbangkan energi positif. Konsep keseimbangan merupakan salah satu tema utama dalam fengshui. Keseimbangan itu dipraktikkan langsung dengan menyelaraskan posisi benda-benda di rumah termasuk letak pintu, jendela, dan perabotan.

Zodiak 
Adalah tanda bintang seseorang yang didasarkan pada posisi matahari terhadap rasi bintang ketika orang tersebut dilahirkan. Berbagai media cetak seperti majalah, koran, dan tabloid hampir semuanya memasukkan ramalan bintang sebagai rubrik andalan mereka. Apa yang terjadi di masa depan, memang selalu menimbulkan sensasi yang menegangkan. Itulah juga mengapa profesi paranormal menjadi diminati oleh sebagian masyarakat. Isi dari ramalan ini sebenarnya tak lain adalah hanya ucapan manusia yang tanpa ilmu mereka menyampaikan dusta. Saya pernah mendengar cerita Ustadz Bachtiar Nasir beberapa pekan lalu pada saat materi tadabbur sebelumnya, beliau menceritakan suatu ketika beliau pernah bertemu dengan salah satu penulis rubrik zodiak di satu majalah. Kemudian beliau bertanya, “Berdasarkan apa kamu bisa menulis ramalan zodiak itu?” lalu si pemuda ini menjawab, “Ya, saya hanya nebak-nebak saja ustadz. Ibaratnya seperti mengarang tulisan deh.” ujarnya.

Shio
Ilmu tentang meramal masa depan tak hanya dimiliki oleh bangsa Eropa namun juga bangsa Asia. Ramalan astrologi atau dunia perbintangan juga dimiliki oleh Bangsa Cina. Shio adalah astrologi Cina yang tidak dibagi berdasarkan bulan, tetapi dibagi berdasarkan siklus tahun Cina dan dinamakan dengan nama binatang. Nama binatang pada astrologi Cina ini menggambarkan watak manusia yang lahir di bawah pengaruh shio tersebut. Nama-nama tersebut dipakai berdasarkan legenda nama-nama binatang yang dipanggil Buddha saat ia akan pergi ke Nirwana. Sama seperti astrologi Barat, astrologi Cina juga mengacu pada perputaran benda langit. Bedanya jika dalam astrologi Barat terdapat 88 rasi bintang, sedangkan astrologi Cina hanya memiliki 28 rasi bintang saja.

Dari apa yang sudah diulaskan di atas, sudah dapat kita tarik kesimpulan bahwa segala macam bentuk ramalan didasari oleh akal manusia yang tidak memiliki kekuasaan apa pun. Sebagai kaum muslimin, sudah sepatutnya kita wajib memahami qodarullah. Di dunia ini tidak ada yang kebetulan tetapi pengganti kata “kebetulan” adalah qodarullah. Jadikan itu sebagai bahan renungan kita bahwa apa pun yang terjadi di dunia ini, di kehidupan kita, entah itu di masa silam  atau di masa kini dan di masa yang akan datang adalah ketentuan dari Allah. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bagaimana takdir dirinya karena pengetahuan itu hanya ada pada Allah. Takdir bagi setiap makhluk telah ditetapkan oleh Allah sebagaimana yang disebutkan dalam hadist:

Sunan Abu Daud 4078 dari Abu Hafshah ia berkata: Ubadah bin Ash Shamit berkata kepada anaknya, “Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan dapat merasakan lezatnya iman hingga engkau bisa memahami bahwa apa yang ditakdirkan menjadi bagianmu tidak akan meleset darimu, dan apa yang tidak ditakdirkan untuk menjadi bagianmu tidak akan engkau dapatkan. Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: ‘Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya: ‘Tulislah!’ dan pena itu menjawab, ‘Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?’ Allah menjawab: ‘Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat.’ Wahai anakku, aku pernah mendengarkan Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa meninggal tidak di atas keyakinan seperti ini maka ia bukan dari golonganku.’”

Operasi Plastik
Allah menyukai yang indah-indah dan Islam juga memperbolehkan seseorang untuk berhias atau mempercantik diri selama tidak berlebih-lebihan, apalagi sampai merubah ciptaan Allah. Persoalan inilah yang perlu kita sadari bahwa tidak semua yang dilakukan manusia yang menurut manusia baik adalah baik pula dalam pandangan Allah. Merubah bentuk salah satu anggota tubuh yang berbeda dari apa yang diberikan Allah, dalam logika manusia dipandang baik, karena akan lebih cantik, tampan dan menarik. Asalnya kulit yang diberikan Allah hitam kemudian dirubah menjadi putih atau warna lainnya. Namun demikian, apa yang dilakukan sebenarnya merupakan tindakan yang tidak percaya dengan pemberian Allah dan dapat dikatakan sebagai bentuk penghinaan terhadap Allah.

Menurut pandangan manusia atau seseorang yang merasa ada salah satu anggota tubuhnya yang kurang menarik, mereka berkeinginan untuk merubahnya melalui jalan operasi. Padahal bisa saja pemberian dari Allah itu memiliki manfaat yang luar biasa yang tidak diketahuinya.

“Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya. Maka barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.”
(QS. An-Nisa: 119)

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa melakukan operasi plastik yang hanya bertujuan mempercantik diri termasuk perbuatan setan yang dilaknat Allah. Contohnya, operasi untuk memperindah bentuk hidung, dagu, buah dada atau operasi untuk menghilangkan kerutan-kerutan tanda tua di wajah dan sebagainya. Persoalan ini apabila dilihat dari kaidah yang disebutkan sebelumnya bahwa operasi plastik dengan tujuan untuk mempercantik maka hukumnya adalah haram.

Tetapi, berbeda jika hukum melakukan operasi plastik dengan tujuan untuk memperbaiki cacat yang dibawa sejak lahir seperti bibir sumbing, catat akibat kecelakaan atau kebakaran, dan semisalnya. Hal ini dapat dikategorikan sebagai mubah atau dibolehkan melakukan operasi tersebut. Dalam ushul fiqh, cacat atau akibat kecelakaan dapat dikategorikan sebagai mudharat atau disebut kemudharatan yang mengakibatkan keburukan yang akhirnya membuat orang yang mengalami kemudharatan ini merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, Islam memang bukan agama yang memudahkan sesuatu, tetapi bukan pula agama yang mempersulit. Kemudharatan mesti dihilangkan atau setidaknya menguranginya melalui operasi plastik.

Doktrin Liberalisme

“Kebebasan itu aneh. Bebas ekspresikan diri selama rok di bawah lutut. Think again.”

Iklan di atas terasa aneh bagi yang membacanya. Mungkin beberapa orang ada yang tidak memahami maksud pada iklan tersebut. Menurut saya, ini hanya doktrin yang memasukkan unsur kebebasan yang tidak berporos pada hukum Allah. Sekali lagi, para musuh kaum muslimin ini memiliki ribuan cara untuk menghancurkan akhlak kaum muslimin dengan menyuntikkannya perlahan tapi pasti. Inilah mengapa kita perlu membentengi diri agar tidak masuk dalam ruang lingkup yang jauh dari tauhid. Mereka yang tidak memiliki prinsip sangat berupaya untuk jatuh, tercekik, dan tidak bisa lari dari jeratan yang dibuat oleh orang-orang kafir.

Aku Ini Bukan Lagi Anak Kecil, Mom
Suatu hari, seorang anak muda yang beranjak dewasa meminta izin kepada ibunya untuk pergi bersama teman-temannya ke pesta ulang tahun. Kemudian ia berdandan cantik bak putri raja. “Mom, aku mau pergi dulu ya ke pesta temanku di hotel. Buru-buru banget nih. Nanti rumah tolong jangan dikunci dulu. Oke, mom?” ibunya hanya menggeleng-gelengkan kepala dan berkata, “Nak. Ini sudah jam berapa? Sudah hampir jam sebelas kan? Masa’ sih kamu mau ninggalin ibu sendirian di rumah. Kamu tuh perempuan, masih muda, kalau kamu mau pergi seharusnya bareng ibu.” ujar ibunya memohon. “Duh mom. Please deh. Aku ini udah dewasa, bukan lagi anak kecil yang bisa diatur-atur seenaknya. Aku ingin bebas tanpa harus disuruh ini-itu!!”

Bebas?
Tentu bagi sebagian remaja yang baru saja menginjak masa-masa transisi menjadi dewasa ini akan mengalami yang namanya pemberontakan jika orangtua mereka masih saja mengekangnya. Tetapi kita harus tahu apa tujuan orangtua untuk melarang kita ini-itu walaupun kita sudah cukup dewasa dan mengerti mana yang baik dan mana yang buruk. Ingatlah, bahwa bebas itu bukan berarti bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Kebebasan dalam perspektif Barat muncul dari tuntutatn dan kecenderungan hawa nafsu manusia. Filsafat kebebasan mereka adalah humanism dan keinginan manusia. Menurut ideologi ini, manusia harus bebas dan ia dapat memenuhi setiap keinginannya. Sementara dalam Islam, akar dari kebebasan adalah pandangan dunia tauhid. Dalam pandangan kebebasan Islam, penyembahan dan ketaatan hanya kepada Allah. Manusia bukan siapa-siapa tanpa Allah. Kebebasan dalam perspektif Islam berarti terbebasnya manusia dari sekat-sekat penghambaan kepada yang selain Allah. Oleh karena itu, pentingnya kita memahami ilmu tauhid sebelum kita mengemban ilmu lainnya. Jadi, jika ingin melakukan hal sesuka hati dengan segala macam ideologi kebebasan yang diingini, pergilah ke suatu tempat yang mana bukan di bumi Allah. Carilah tempat teraman di mana tempat itu tidak bisa dilihat Allah. Rasanya bodoh jika terus mematuhi konsep-konsep liberalisme yang mulai banyak dipraktikkan di masyarakat kita kebanyakan ini. Sungguh, yang hanya bisa menangkal racun-racun liberal itu hanyalah kedalaman tauhid.

Fenomena Free Sex
Berdasarkan data yang diungkap survei berbagai lembaga di Indonesia angka seks bebas di kalangan remaja sangat tinggi. Hasil survei ini sangat pencengangkan karena dari data BKKBN tahun 2010, remaja sudah melakukan hubungan seks sebesar 52% dan berdampak kepada penyakit kelamin yang menular.

Sedangkan dari survei yang dilakukan Dr. Boyke adanya peningkatan kegiatan seks remaja dari 5% di tahun 1980 menjadi 20% di tahun 2000. Sehingga kondisi ini menyebabkan aborsi yang dilakukan oleh remaja mencapai 21,2%. Sementara dari data berdasarkan hasil survei Gunawan tahun 2010 sebesar 20 hingga 30% remaja di kota besar Indonesia pernah melakukan hubungan seks. Namun dari data Yayasan KB tahun 2012, sebesar 10% dari 3.594 remaja di 12 kota besar di Indonesia telah melakukan seks bebas.

Menurut Parawansa (2000), menyatakan bahwa jumlah aborsi di Indonesia dilakukan oleh 2 juta orang tiap tahun, dari jumlah itu, 70.000 dilakukan oleh remaja putri yang belum menikah. Menurut Azwar (2000) menyatakan bahwa jumlah aborsi pertahun di Indonesia sekitar 2,3 juta. Setahun kemudian terjadi kenaikan terjadi kenaikan cukup besar. Menurut Nugraha, bahwa tiap tahun jumlah wanita yang melakukan aborsi sebanyak 2,5 juta. Menurut seminar yang diadakan tanggal 6 Agustus 2001 di Jakarta Utomo,B, melaporkan hasil penelitian yang dilakukan di 10 kota besar dan 6 kabupaten di Indonesia tahun 2000, menyimpulkan bahwa di Indonesia terjadi 43 aborsi per 100 kelahiran hidup. Ia juga menyampaikan bahwa sebagian besar aborsi adalah aborsi yang disengaja, ada 78% wanita diperkotaan dan 40% di pedesaan yang melakukan aborsi dengan sengaja.

(www.bangkapos.com)

Orangtua mana yang tidak sedih melihat anaknya jatuh dalam perbuatan maksiat sampai melakukan aborsi? Fenomena ini semakin kuat masuk dalam masyarakat kita. Yang memprihatinkannya adalah pelaku tindak seks bebas dan aborsi ini adalah anak-anak dibawah umur. Mereka yang seharusnya belajar di sekolah, menuntut ilmu, dan bermain bersama teman, berkumpul bersama keluarga, rupanya lebih menyukai pergaulan bebas yang dapat mengancam dirinya. Anak-anak ini mengaku banyak mendapat tekanan dari orangtua, sekolah, maupun teman. Sehingga mereka lari dan kabur untuk melenyapkan masalah tersebut. Salah apabila mereka malah mencari ketenangan dengan bermain-main dengan kemaksiatan. Tetapi jauh lebih baik jika ketenangan dan penyelesaian dari setiap masalah itu didapatkan dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Setan Itu Harusnya Diwaspadai, Bukan Ditakuti
Pernah suatu ketika saya mendengar cerita dari seorang teman yang memiliki pengalaman mistis. Dia mengaku kepada saya bahwa dia bisa melihat setan, entah itu berupa pocong, kuntilanak, tuyul, genderuwo, dan lain sebagainya. Pada saat itu, dia datang berkunjung ke rumah saya. Dan dia mengatakan setelah pulang dari rumah saya bahwa ada seseorang yang sedang bertengger di teras lantai 2 rumah saya dan dia memperhatikan teman saya dengan fokus. Makhluk halus itu terus melihatnya sampai ke ujung rumah saya. Dia pun ketakutan. Teman saya mendeskripsikan fisik makhluk yang ia lihat. Tinggi besar, berpakaian putih, wajahnya penuh dengan darah, rambut acak-acakan, dan matanya sangat tajam menatapnya. Dalam hati saya tertawa. Kalau saya mempercayai dia, saya termasuk kaum musyrikin. Dan kalau seandainya memang benar dia melihat makhluk tersebut, berarti dia yang telah dimasuki oleh setan. Karena tidak ada satu manusia pun yang dapat melihat setan tetapi setan mampu melihat manusia dalam kondisi apa pun. Inilah yang disebut tauhid. Kita memposisikan diri kita sebagai hamba Allah, kapan saja, di mana saja, dan sampai waktu kita bertemu dengan-Nya. Kita tidak perlu takut akan bayang-bayang si makhluk yang katanya menyeramkan itu. Kita tidak perlu penasaran dengan wajah dan fisik mereka. Seharusnya kita mewaspadai jika mereka datang untuk membisiki kita dengan bisikan-bisikan halus yang dapat mematikan iman kita.

Sebagai bentuk cinta dan kasih sayang kita kepada Allah, seharusnya kita hanya takut kepada-Nya. Takut pada azab dan siksa-Nya yang pedih. Ustadz Bachtiar Nasir memberikan saran kepada kami yang masih takut kepada hantu yang ragamnya banyak. Sambil tertawa kecil, beliau menghadapkan wajahnya melihat anak-anak remaja yang datang di kuliah tadabbur kemarin, kemudian bertanya, “Kalau ketemu pocong diapain?” kami menjawab, “Dilepasin tali pocongnya!”, beliau menambahkan, “Kalian tahu nggak? Pocong itu berhijab syar’i, ya kan?” tawa kami lepas. Beliau begitu antusias untuk memberikan kami masukan agar ilmu tauhid itu perlahan-lahan masuk dalam jiwa kami. Lalu beliau bertanya lagi, “Kalau ketemu tuyul diapain?”, kami menjawab, “Dipakein baju!”, “Kalau ketemu suster ngesot diapain?”, kami menjawab, “Digendong!”. Dan begitulah keakraban yang terjadi diantara anak didik abi, Ustadz Bachtiar Nasir.


Kenapa Tidak Boleh Syirik?
Beberapa poin-poin yang sudah saya jelaskan di atas menjadi bahan renungan kita sebagai remaja yang sudah mulai dipengaruhi budaya dari luar. Islam sudah indah dengan segala aturannya. Tetapi mengapa kita tidak mau patuh?

Inilah bukti sayangnya Allah kepada kita untuk berani mengatakan tidak pada perbuatan musyrik. Allah telah menjanjikan surga bagi kita yang mampu menjauhi kemusyrikan. Dan begitupun sebaliknya, mereka yang tetap pada prinsip kemusyrikannya, maka Allah akan memberikan neraka sebagai tempat tinggal yang kekal.

“Sesungguhnya, barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya adalah di neraka.”
(QS. Al-Maidah: 72)


Cara Melawan Syirik
Ada dua cara terbaik untuk melawan kemusyrikan.
Ma’rifatullah
Adalah dengan mengenal Allah, mengenal Rasulullah, mempelajari Al-Qur’an, memahami dan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup.
Mahabatullah
Setelah kita belajar untuk mengenal Allah dan Rasulullah, maka akan timbul rasa cinta kepada-Nya. Mahabatullah artinya cinta kepada Allah.

Jika kita bertekad untuk membentengi diri dari serangan kekafiran dan kemusyrikan dengan kedua cara di atas, in syaa Allah, maka Allah pun akan mempermudah jalan kita. Maka hidup kita pun akan bertuju pada ridha-Nya.


Pesan #2—Berbakti Kepada Kedua Orangtua
Orangtua tidak pernah meminta anak mereka untuk disuguhkan oleh harta yang kita punya. Orangtua juga tidak pernah meminta anak mereka untuk membeli apa pun yang mereka minta. Tahu apa yang diinginkan orangtua pada anaknya?

Mereka hanya meminta kita untuk menemaninya di saat makan malam, mendengarkan ceritanya, tertawa bersama kita, bercanda, dan mungkin menikmati malam melihat bintang-bintang di langit sambil menggenggam tangan kita.

Seperti yang dilakukan pada seorang bapak yang amat mencintai anaknya. Namun, si anak malu karena memiliki bapak yang cacat—tidak bisa bicara, mendengar, dan hanya bisa menggunakan bahasa isyarat.


Kedua orangtua kita adalah perantara dari Allah untuk kita ada di dunia ini.
Kedua orangtua kita adalah perantara yang paling jelas sebagai bentuk rasa kasih sayang Allah kepada kita.
Kedua orangtua itu mewakili kebaikan-kebaikan Allah dengan semua sifat-Nya.
Orangtua kita rela melakukan apa saja demi anaknya.
Jadi kalau melihat orangtua, sebenarnya kita sedang melihat keagungan Allah.

“...Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu,”
  
Melihat wajah ibu yang kulitnya mulai berkerut, matanya mulai buram, kakinya mulai sakit, tulangnya mulai keropos, sudah tidak bisa makan yang terlalu keras karena giginya sudah tidak sekuat dulu, terkadang kalau duduk terlalu lama suka mengeluh pegal dan sakit otot, akankah kita meninggalkannya demi pekerjaan, demi keluarga baru, demi menyenangkan istri dengan mengajak berjalan-jalan ke luar negeri sehingga ibu hanya dapat duduk termenung di rumah?

Ibu telah memberikan izin kepada kita untuk menikah dan merelakan dirinya hidup sendiri demi anak yang ingin tinggal bersama keluarga barunya. Hanya sebulan sekali menjenguk ibu. Atau bahkan setahun sekali? Bahkan kita tidak tahu apakah ibu masih di sana dalam keadaan sakit, sehat, atau sedih?

Suatu hari ibu pasti akan pergi meninggalkan kita. Ibu telah menyelesaikan semua tugasnya di dunia untuk merawat anak-anaknya, mulai dari menahan sakit ketika mengandung kita, melahirkan kita, menyusui kita, merawat kita, mendidik kita, menyekolahkan kita, hingga suatu ketika kita lulus sekolah, kuliah, dan masuk di dunia pekerjaan, memiliki gaji tinggi, lalu mempunyai teman-teman yang banyak, dan bisa pergi sana-sini karena penghasilan sendiri. Ibu tidak meminta uang kita, ibu tidak meminta dibelikan perhiasan, ibu tidak meminta kita untuk dibelikan mobil dan rumah mewah. Tapi ibu hanya menginginkan kita duduk di sampingnya, ibu sungguh sangat ingin menggenggam tangan anaknya dan berkata, “Apa kau mau nasi lagi?” lalu ibu yang menyendokkan nasi ke piring kita.



Semoga kisah-kisah dari video cinta kasih ibu dapat menginspirasi kita untuk semakin mencintai orangtua sebagaimana mereka mencintai kita.

Thursday, February 13, 2014

Say No To Valentine Day

Dulu, yang namanya hari kasih sayang alias Valentine itu paling ditunggu-tunggu dan paling bikin deg-deg-an. Bodohnya aku. Tapi beneran, waktu pagi-pagi sampai di kelas, ada aja yang ngasih cokelat di kolong meja. Dalem hati sih seneng, dan bertanya-tanya siapa yang ngasih ya? Tapi ya namanya juga zaman jahiliyyah. Masa-masanya kita nggak tahu syari’at, masa-masanya maksiat dibilang surga dunia, dan masa-masanya agama cuma dijadikan sebagai status atau identitas.

Sedih memang, tapi inilah kenyataannya. Banyak remaja sekarang yang bahkan merayakan hari kasih sayang itu bersama teman atau pacar mereka. Sebenarnya mereka tahu nggak sih sejarah valentine itu kayak gimana? Kalau mereka nggak tahu, buat apa ngerayain? Cuma karena ikut-ikutan, gitu? Mending kalau ikut-ikutannya positif, ikut-ikutan temen ngaji misalnya. Tapi ini? Apa tulisan Islam di KTP hanya akan jadi penghias aja? Nah. Buat teman-teman yang pernah merasa bodoh karena pernah merayakan hari pink itu, kita sama-sama belajar yuk—sebenarnya apa sih pandangan Islam, bisyarah Rasulullah, dan Al-Qur’an mengenai Hari Pink ini. Jangan lupa, dakwahkan pelan-pelan ke keluarga dan teman terdekat ya. Boleh di share kok blog aku, nggak perlu izin.


Sejarah Valentine
Dalam buku ‘Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pusaka Alkautsar: 2005), sejarah Valentine Day dikupas secara detil. Inilah salinannya:

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera. 

Di Roma Kuno, 15 Februari sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing.


Di zaman Roma Kuno, pada pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilahkan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek liburan sang pemuda yang memilihnya.

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuan itu berebutan untuk bisa mendapatkan lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketiga agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari. 

Tentang siapa sesungguhnya Santo Valentinus sendiri, seperti telah disinggung di muka, para sejarawan masih berbeda pendapat. Saat ini sekurangnya ada tiga nama Valentine yang meninggal pada 14 Februari. Seorang di antaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa Romawi. Namun ini pun tidak pernah ada penjelasan yang detil siapa sesungguhnya "St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena setiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II yang memerintahkan Kerajaan Roma berang dan memerintahkan agar menangkap dan memenjarakan Santo Valentine karena ia dengan berani menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih, sembari menolak menyembah tuhan-tuhannya orang Romawi. Orang-orang bersimpati pada Santo Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan, Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat di dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Sebab itu kaisar lalu melarang para pemuda yang menjadi tentara untuk menikah. Tindakan kaisar ini diam-diam mendapat tantangan dari Santo Valentine dan ia secara diam-diam menikahkan banyak pemuda hingga ia ketahuan dan ditangkap. Kaisar Cladius memutuskan hukuman gantung bagi Santo Valentine. Eksekusi dilakukan pada 14 Februari 269 M.

Selain itu, tradisi mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan Santo Valentine. Pada tahun 1415 M, ketika Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine tanggal 14 Februari, ia mengirim puisi kepada isterinya di Perancis.

Oleh Geoffrey Chaucer, penyair Inggris, peristiwa itu dikaitkan dengan musim kawin burung-burung dalam puisinya. 

Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" yang sampai sekarang masih saja terdapat di banyak kartu ucapan atau dinyatakan langsung oleh pasangannya masing-masing? Ken Sweiger mengatakan kata "Valentine" berasal dari bahasa Latin yang mempunyai persamaan arti: "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, Yang Maha Kuasa". Kata ini sebenarnya pada zaman Romawi Kuno ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi.

Disadari atau tidak, demikian Sweiger, jika seseorang meminta orang lain atau pasangannya dengan menyebutkan, "Be my valentine" maka hal itu sungguh kita telah terang-terangan melakukan perbuatan yang dimurkai oleh Tuhan, kata Sweiger. Karena meminta seseorang menjadi "Sang Maha Kuasa" dan hal itu sama saja dengan upaya menghidupkan kembali budaya pemujaan kepada berhala.


Adapun cupid atau desire, si bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan cinta, karena ia begitu rupawan sehingga diburu banyak perempuan bahkan dikisahkan bahwa ibu kandungnya sendiri pun tertarik sehingga melakukan incest dengan anak kandungnya itu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi oleh Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja ini masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya.

Walaupun hari merah jambu ini masih dihidupkan sampai sekarang, bahkan ada kesan  kian meriah, itu tidak lain dari upaya para pengusaha yang bergerak di bidang percetakan kartu ucapan, pengusaha hotel, pengusaha bunga, pengusaha penyelenggara acara, dan sejumlah pengusaha lain yang telah meraup keuntungan sangat besar dari event itu.

Mereka sengaja, lewat kekuatan promosi dan marketingnya, meniup-niupkan Hari Valentine sebagai hari khusus yang sangat spesial bagi orang yang dikasihi, agar dagangan mereka laku dan mereka mendapat laba yang amat besar. Inilah apa yang sering disebut oleh para sosiolog sebagai industrialisasi agama, di mana perayaan agama oleh kapitalis dibelokkan menjadi perayaan bisnis.



Pesta Kemaksiatan
Sejak tahun 2001, The Greeting Card Association tiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary" kepada perusahaan pencetak kartu terbaik.

Sejak Howland memproduksi kartu ucapan Happy Valentine di Amerika, produksi kartu dibuat secara massal di seluruh dunia. The Greeting Card Visionary memperkirakan bahwa di seluruh dunia, sekitar satu milyar kartu Valentine dikirimkan per tahun. Ini adalah hari raya terbesar kedua setelah Natal dan Tahun Baru, di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama juga memperkirakan bahwa para perempuanlah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu di Amerika mengalami diversifikasi. Kartu ucapan yang tadinya memegang titik sentral, sekarang hanya sebagai pengiring dari hadiah yang besar. Hal ini sering dilakukan pria kepada perempuan. Hadiah-hadiahnya bisa berupa mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan Hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasa kepada perempuan pilihan.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Barat, sebuah kencan pada Hari Valentine sering ditafsirkan sebagai permulaan dari suatu hubungan yang serius. Ini membuat perayaan Valentine di sana lebih bersifat dating yang sering diakhiri dengan perzinahan ketimbang pengungkapan perasaan kasih sayang dari anak ke orangtua, guru, dan sebagainya yang tulus dan tidak disertai kontak fisik. Inilah sesungguhnya esensi dari Valentine Day.

Perayaan Valentine Day di negara-negara Barat umumnya dipersepsikan sebagai hari di mana pasangan-pasangan kencan boleh melakukan apa saja yang berakhir di masing-masing kamar yang diisi sepasang manusia berlawanan jenis. Ini yang dianggap wajar, belum lagi pesta-pesta yang lebih bersifat tertutup dan menjijikkan.


Ikut Mengakui Yesus Sebagai Tuhan
Tiap tahun menjelang bulan Februari, banyak remaja Indonesia yang notabene mengaku beragama Islam ikut-ikutan sibuk mempersiapkan perayaan valentine. Walau sudah banyak di antaranya yang mendengar bahwa Valentine Day adalah salah satu hari raya umat Kristiani yang mengandung nilai-nilai Kristen, ternyata hal ini tidak dipusingkan oleh mereka. 

Perayaan Hari Valentine memuat sejumlah pengakuan atas klaim dogma dan ideologi Kristiani seperti mengakui "Yesus sebagai anak tuhan" dan lain sebagainya. Merayakan Valentine Day berarti pula secara langsung atau tidak, ikut mengakui kebenaran atas dogma dan ideologi Kristiani tersebut, apa pun alasannya.

Nah, jika ada seorang muslim yang ikut-ikutan merayakannya, maka diakui atau tidak, ia juga ikut-ikutan menerima pandangan yang mengatakan bahwa "Yesus sebagai anak tuhan" dan sebagainya yang ada di dalam Islam sesungguhnya sudah termasuk perbuatan musyrik, menyekutukan Allah dan merupakan suatu perbuatan yang tidak akan mendapat ampunan dari Allah.

“Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ”
(Tirmidzi)

lbnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah juga berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai daripada memberi selamat atas perbuatan minum khamar dan membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah."

Allah sendiri di dalam Al-Qur'an Surah Al-Maidah ayat 51 melarang umat Islam untuk meniru-niru atau meneladani kaum Yahudi dan Nasrani, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." 


Virus Valentine Day Mewabah
Remaja adalah para anak yang baru saja mengalami banyak perubahan dari diri mereka. Mulai dari pertumbuhan fisik, pola pikir, nafsu, dan rasa ingin tahu yang tinggi. Makanya, mereka sangat tidak ingin menyia-nyiakan masa remaja mereka dengan hanya menonton televisi di rumah, baca buku, bantu ibu bapak, atau belajar siang-malam demi nilai ujian yang bagus. Kebanyakan dari mereka tidak betah dengan siklus kehidupan yang menurut mereka membosankan. Mereka butuh yang namanya refreshing, mencari sesuatu yang baru, dan mencari jati diri mereka. Kalau anak-anak remaja ini sedikit saja salah pergaulan, sedikit saja disuntik sama energi negatif yang membuat mereka penasaran dengan yang namanya maksiat, maka akan sangat bahaya untuk masa-masa setelah remaja. Demam cinta monyet, pacaran, nongkrong sama temen-temen gaul, main geng, merayakan hari jadi atau merayakan perayaan yang sebenarnya tidak pernah diajarkan Rasulullah.

Padahal mereka tetap mengakui bahwa diri mereka adalah muslim. Tapi apakah sesuai dengan perilaku yang ditunjukkan? Di sinilah tugas kita, sebagai remaja atau mungkin yang sudah hampir meninggalkan masa remaja untuk berdakwah. Tugas ini adalah tugas yang wajib diemban oleh seluruh umat Islam. Dan jangan takut jika mereka tidak suka dengan kita, menganggap kita sok pintar, sok menasihati, sok suci, padahal diri sendiri belum benar (ini pengalamanku), dan masih banyak lagi ungkapan-ungkapan kebencian mereka terhadap dakwah kita. Tapi coba tengoklah kisah bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya menyebarkan Islam ke seluruh penjuru dunia dengan perjuangan yang begitu keras. Kita ini belum ada apa-apanya. Apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk berdakwah, untuk agama Allah, tentu itu akan diperhitungkan di Hari Akhir nanti. Semua yang kita kerjakan bernilai pahala di mata Allah jika memang kita mampu lilaahi ta'ala.


Cinta Tidak Perlu Diungkapkan Dengan Cokelat Dan Mawar Merah
Siapa sangka? Para remaja muslim justru sedang asyik-asyiknya mendewakan yang namanya "cinta". Saking katanya jatuh cinta, mereka rela menyiapkan kejutan spesial Hari Valentine, hari yang dianggap sebagai hari penuh dengan kasih sayang itu ternyata hanya omong kosong. Dibelikanlah pacarnya boneka teddy bear yang besar, cokelat, dan satu lagi yang gawat: kissing or more than just kissing. Mereka menganggap itu adalah kebahagiaan tersendiri mempunyai kekasih. Padahal jika mereka menyadari yang sesungguhnya adalah bencana, malapetaka, musibah untuk wanita maupun pria yang mengeluarkan hasratnya hanya demi sebuah kata bernama "cinta".

Padahal cinta itu hanya akan terjaga kesuciannya jika dua insan manusia mampu membentengi diri untuk tidak berkhalwat sampai tiba saatnya ketika mereka berdua diizinkan oleh Allah untuk bersatu. Tidak ada yang lebih indah dari cinta ketika seorang suami pertama kali mencium kening sang istri sebagai tanda kasih sayangnya selama ini yang ia pendam. Ia senantiasa hanya mencurahkan isi hatinya kepada Sang Maha Cinta, Allah. Cinta itu suci, bersih dan tidak ternodai. Apabila sang istri mencium tangan sang suami, terhitung ibadah. Ketika sang suami minta untuk dipeluk, terhitung ibadah. Dan pada saat suami dan istri menyatukan diri mereka, meleburkan segala hasrat bahkan itu bernilah ibadah yang besar di mata-Nya. 


Beberapa link ini semoga bisa bermanfaat untuk kita dalam menambah pengetahuan tentang Hari Valentine dan beberapa perayaannya di luar Indonesia.




Wallahu’alam bisshawab.


Referensi: