Visitor

Tuesday, December 17, 2013

Saat Hidayah Menyapa

Terbukanya hati seseorang itu merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala semata.
Allah berfirman, yang artinya: 
"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." 
(QS. Yusuf: 103)

Ketika hidayah belum menyapamu
Sanggupkah engkau membelinya?
Masalah hati orang menerima atau tidak, itu adalah kuasa Allah semata
Dan tidak ada orang yang bisa campur tangan dalam urusan itu

Ketika engkau mendambakan hidayah
Sudahkah engkau memintanya?
Empat hal yang dimohon dan diminta oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Allah subhanahu wa ta'ala
Ya Allah
Aku mohon kepada Engkau petunjuk
Aku mohon kepada Engkau ketakwaan
Aku mohon kepada Engkau agar aku mampu untuk menjaga kehormatan diriku
Dan aku mohon kepada Engkau ya Allah akan kecukupan

Ketika hidayah menyapa hatimu
Sanggupkah engkau mempertahankannya?
Sesungguhnya Rasulullah telah mengabarkan akan suatu zaman, akan ada hari-hari kesabaran, orang yang berpegang pada agamanya, seperti memegang bara api
Ia panas, tapi ia harus dipegang, dan apabila ia lemparkan maka akan menjadi api neraka untuknya
Ia panas, namun harus segera ia pegang
Karena itu merupakan kebahagiaan untuk hidupnya di dunia dan akhirat

Maka Rasulullah memberi kabar gembira bagi mereka, yang kokoh, yang tegar, dan memegang sunnah Rasulullah di zaman fitnah seperti itu, beliau bersabda: "Orang yang berpegang kepada sunnahku di hari itu mendapatkan pahala 50 sahabat yang mengamalkan sunnah tersebut." 

Ketika kita melihat seorang wanita di tepi jalan, berpakaian tipis, menggunakan baju dengan belahan yang memperlihatkan aurat. Kemudian ia diperhatikan segerombolan pemuda dengan mata keranjangnya, apa yang muslimah rasakan saat itu?

Hati ini miris, melihat peristiwa pelecehan seperti itu. Sampai akhirnya, wanita itu berkata, "Saya bangga dengan tubuh indah saya, dan saya senang jika banyak pria yang menyukai saya dengan kelebihan saya ini. Maka, tidak ada ruginya kalau saya perlihatkan ke mereka semua."

Tidakkah dia sadari bahwa apa yang ia perbuat selalu Allah catat sebagai suatu amalan? Dan tidakkah dia sadari bahwa seorang wanita memiliki kesucian yang tidak dimiliki oleh lelaki manapun. Allah yang menciptakan keindahan itu, namun tidak adakah rasa sedikit saja ingin menjaga apa yang sudah Allah berikan?

Wanita...
Terkadang tidak menyadari apa yang diperbuatnya justru untuk menjatuhkan dirinya sendiri ke lubang.

Dan mereka masih terus membanggakan diri.





Sungguh, kita tidak mampu memberikan seluruh hidayah kepada mereka. Namun aku yakin, setiap manusia memiliki masa lalu. Entah dia pernah mengalami masa jahiliyah atau tidak, bagiku itu sama saja, karena yang terpenting dia mau memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatan buruknya di masa lalu. Itu saja. Kita tidak berkuasa apa-apa atas hidayah, oleh karena itu, hanya Allah sajalah yang mampu membuat hati seseorang terbuka.

Dan aku jadi teringat cerita sahabat mengenai perjalanan hijrahnya. Ternyata, hidayah tidak hanya dapat diidam-idamkan, tapi juga dijemput. Dan aku sungguh bersyukur diberi nikmat itu. Aku pun menangis di pundaknya karena rasa syukur itu. Hidayah mempertemukan aku pada sahabat yang in syaa Allah, kami 'kan bertemu tidak hanya di dunia saja, tetapi juga di akhirat, sebagai sahabat dunia dan akhirat.


Teman, mari kita ajak mereka untuk sama-sama menyapa hidayah. Dia tidak akan lari jika dia jodoh kita. Tugas kita adalah saling mengingatkan, membantu, dan mempertahankan tauhid yang sudah kita pegang. Semoga kita pun bisa bertemu di Jannah-Nya, in syaa Allah


Kelas Tadabbur AQL, November 2013. 

No comments:

Post a Comment