Visitor

Sunday, November 10, 2013

Tadabbur Al-Qur'an

Materi Tadabbur QS Al-Baqarah ayat 255

14 September 2013

AYATUL KURSI
"Proses Mengenal Allah"

Belajar Bertauhid
 
Siapa yang tidak tahu ayat kursi? Sebagai umat Islam, mereka mengenal ayat kursi sebagai doa untuk mengusir setan, jin atau hal-hal yang menakutkan. Benarkah hanya untuk itu saja? Tidak. Ayat kursi tidak hanya untuk mengusir setan, sebaliknya, ayat kursi adalah salah satu ayat Al-Qur'an yang isinya mengenai proses kita untuk mengenal Allah.

اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar."
(QS. Al-Baqarah: 255)

Perhatikan arti dari awal ayat. Allah, tidak ada Tuhan yang hendak disembah melainkan Dia. 

Allah adalah Tuhan kita, yang patut disembah, dan hanya kepada Dialah kita menyembah. Dia kekal dan tidak mati. Pada dasarnya, jika kita berpikir secara logika, apakah Tuhan yang maha hebat itu bisa binasa? Apakah Tuhan yang menciptakan manusia itu memiliki wujud yang sama dengan manusia? Apakah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta isinya mampu merasakan kantuk? Nah. Di sinilah kita akan belajar bertauhid. Allah itu tidak sama dengan makhluk apa pun. Tidak ada yang menyerupai Dia. Allah tidak mengantuk apalagi tidur. Bayangkan jika kita berdiri sepanjang hari dan memegang gelas kaca berisi air putih. Pegang gelas itu terus, jangan sampai jatuh. Coba bertahan sampai beberapa jam saja. Apakah sanggup? Jika sanggup, cobalah untuk terus memegang gelas yang berisi air itu sampai satu hari. Masih sanggup? Seketika itu kita akan merasa lelah dan capai. Akhirnya mulai tidak sadarkan diri dan tertidur. Apa yang terjadi? Gelas itu pecah dan air itu tumpah.

Belajar bertauhid. Ya, itu memang tidak mudah. Anggaplah ilustrasi di atas sama dengan keesaan Allah. Jika Allah mengantuk dan tertidur, bagaimana bumi dan langit ini? Hancur lebur bahkan tak bisa dibayangkan seperti apa. Tapi Allah tidak sekali pun merasa mengantuk dan tidur. Ini yang harus menjadi penebalan keimanan kita untuk bertauhid. 

Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka.
Subhanallah.
Kita terus dijaga oleh Allah.
Kita tidak dibiarkan sendiri. 
Allah yang paling mengetahui apa yang akan terjadi nanti dan apa yang akan kita hadapi nanti.
Kita tidak akan pernah tahu kapan kita mati, kapan kita merasakan sedih, kapan kita menikah, kapan kita bertemu dengan jodoh kita, dan semuanya, kita tidak tahu apa-apa.

Tetapi Allah.

Inilah Allah. Allah yang satu-satunya Tuhan kita. Tiada Tuhan selain Dia.

Coba resapi, tanamkan dalam diri, bacalah ayatul kursi ini setelah shalat fardhu dan ketika hendak tidur. Biasakan. Semoga kelak kita mampu memahami dan mendalami arti dari setiap ayat yang Allah turunkan.

Sayyidul Qalam atau perkataan paling baik yaitu Al-Qur'an
Sayyidul Baqarah atau surah yang paling baik yaitu Al-Baqarah
Sayyidul Kursi atau ayat kursi yang paling utama
Sayyidul Istighfar doa mohon ampun yang paling lengkap dan utama

"Barangsiapa yang membaca ayat kursi setelah shalat, Allah akan memberikan surga."

"Barangsiapa yang membaca ayat kursi sebelum tidur, Allah akan menjaganya sampai ia terbangun kembali di pagi harinya."

Membaca ayatul kursi dengan pemahaman mendalam memang akan menjadi salah satu obat bagi kerusakan hati yang mungkin pernah kita alami. Ketika hati terasa kosong, di situlah setan akan mulai mengisi. Jika kita tidak segera mencuci hati dengan beristighfar, membenahi diri, mendekatkan diri kepada Allah, dan kembali ke jalan-Nya, maka sungguh kita akan mudah terjatuh. Jangan sampai kita menjadi pemuda pemudi yang tidak mampu bangkit dari keterpurukan.

Ayat kursi adalah ayat yang sangat indah. Tiada duanya.
Allahulaa ilaaha. 
Al-hayul qayuum. 
Laahu maa fiisamawati wa maa fil ard. 
Dan tidak satu pun ayat dari Al-Qur'an berubah sejak dulu hingga saat ini. Kita menyadari dan tahu bahwa Al-Qur'an benar-benar wahyu dari Allah. Tetapi, sayangnya, banyak dari kita yang tidak mau belajar untuk memahami isi Al-Qur'an--termasuk bagaimana kita mengenal Allah.

Ada yang mengaku, saya Islam.
Tuhan saya Allah.
Nabi saya Muhammad.
Kitab saya Al-Qur'an.
Tetapi saya tidak tahu ayat kursi itu yang seperti apa.
 
Dan kemudian bertanyalah lagi, "Apakah saya pantas disebut sebagai seorang muslim?"

Ada tiga tangga yang mewakili bagaimana orang-orang Islam itu bertauhid.

1. Muslim
2. Mukmin
3. Mukhsin

Seorang yang muslim menganggap dirinya beragama Islam. Menjalankan perintah Allah, dengan shalat, zakat, puasa, mengaji, hingga berhaji.

Seorang yang mukmin akan menjadikan ucapan 'Laa ilaa ha ilaallah' sebagai kunci dia untuk mencintai Allah. Ia beristiqomah dalam beribadah. Mengerjakan sunnah, memperdalam Al-Qur'an, mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci Allah.

Seorang yang muhsin adalah seorang yang ketika ia beribadah, maka ia akan merasa seolah-olah Allah dan malaikat melihatnya. Ia takut, sangat takut untuk berbuat maksiat. Karena Allah selalu menjaganya, tidak pernah hilang darinya, di mana pun dan kapan pun ia merasa Allah berada sangat dekat dengannya. Ia sempurnakan shalatnya dan sunnahnya hingga ia merasa selalu kurang. Seusai shalat, rasanya ingin shalat lagi dan lagi. Ingin terus beribadah. Dan itulah yang dicintai Allah. Hamba yang selalu mencintai untuk beribadah kepada-Nya.


Wallahu'alam bis shawab.

No comments:

Post a Comment