Visitor

Wednesday, November 6, 2013

Ayah

Aku rindu pada seseorang yang namanya takkan pernah hilang.
Ialah yang selalu membasuhkan wajah gadis mungilnya dengan sentuhan kasih sayang yang tulus.
Walau tak lagi berjumpa dengannya, aku bersyukur pernah diperkenankan untuk mengenal sesosok ayah yang tanggung.
Meminta ampun kepada Allah atas segala kesalahan-kesalahannya.
Kelak aku besar nanti, menjadi dewasa, hingga tubuh ini 'kan kembali pada-Nya, kuberharap Dia mempertemukanku kembali.


Aku mencintaimu, Ayah.
Walau tak sempat kuucapkan kata maaf saat terakhir kau menghembuskan nafas terakhir.
Ayah, aku merindukanmu.
Betapa bahagianya aku jika kau di sana tersenyum melihatku seperti sekarang ini.

Gadis kecilmu kini sudah beranjak dewasa.
Kini tak lagi membiarkan kulitnya tersentuh oleh lelaki lain.
Ya, ayah, aku sudah berhijab.
Akankah kau mengatakan bahwa gadis kecilmu sudah berubah menjadi itik yang cantik?
Kau 'kan menjagaku, bukan?

Di sini, Ayah.
Tepat di sini.
Kau ada di sini.
Dan tak tergantikan.

:')

No comments:

Post a Comment