Visitor

Sunday, October 27, 2013

puisi mujahidah



Bertemu denganmu wahai para pejuang Islam
Bak suntikan kolagen dalam lapisan epidermis
Menggelembung dan mengental
Semangat dan keceriaan
Giroh mujahid yang rela masa mudanya direnggut
Direnggut dengan kata pengabdian
Menjadi pelayan
Pelayan Islam, pelayan Allah
Kening berkerut sebelum waktunya
Sibuk berkedar memikirkan ummat
Waktu tersita, kesenangan terlupakan dalam satu cita-cita
Melihat wajah-Nya
Dan memang itulah kesenangan tertinggi
Semoga..
Semoga kita semua kelak menjadi kumpulan harokah
Yang bertemu kembali
Dipertemukan dalam reuni panjang
Kekal dalam jannatul firdaus
Sebagaimana yang kita lakukan sekarang
Bersama memenuhi pundak dengan beban-beban tugas perjuangan
Tugas-tugas memikirkan ummat
Tugas-tugas pribadi, biirrul walidain, dan tugas-tugas lainnya
Maka
Beruntunglah
Bersyukurlah
Beruntunglah kita
Karena
Kitalah orang-orang yang dipilih itu
Kitalah orang yang terpilih
Terpilih untuk menghabiskan waktunya
Dalam kepadatan dan kepenatan
Disaat di luar sana
Jutaan pemuda-pemudi lain asik menjual waktunya untuk kesenangan dunia
Sementara kita?
Mesti berkutat dengan ilmu dakwah dan perjuangan
Mesti terkantuk dengan ghirah, ibadah dan pengabdian
Sibuk
Disibukkan
Menyibukkan
Terpaut pada tauhid lillah
Fasbir shabran jamiila
Maka bersabarlah dengan kesabaran yang baik
Walau
Terkadang terpikir
Memikirkan diri
Hidup juga belum mantap
Belum ada apa-apa
Tetapi
Maha Suci Allah
Kitalah
Kita semua yang tetap dijaga oleh-Nya
Kita semua yang diselamatkan oleh Islam dan dakwah
Kitalah pemuda-pemudi itu
Yang berani memutuskan tali kesenangan dengan kepenatan
Menanggung ‘perjuangan’ baik mesin perah
Menahan berat semua tugas
Meneruskan estafet perjuangan
Risalah Muhammad Saw
Kita
Berpeluh
Kita
Berkeluh
Namun sadarkah?
Kitalah yang terpilih itu
Bersyukur karena satu kata
‘Kita’ yang Allah persatukan
Bersatu
Berharokah
Dan menyatu
Memang lelah
Namun bukan saja engkau
Tapi “kita”
Kita semua lelah
Namun dengan harokah, epicentrum lelah menjadi ikhwah
Gelombang ikhwah menjadi lillah
Sungguh takkan sia-sia semua
Tak akan sia-sia
Dia melihat semua usaha kita
Melihat kita semua
Sungguh..
Maafkanlah diri yang pernah khilaf
Enggan dan berat
Terkadang terus menyalahkan
Persembahan terindah
Untuk kita, pemuda-pemudi yang terpilih
Karena kita ‘saling’
Saling memancarkan nur penuh semangat
Saling menularkan sependar keberanian
Kitalah orang-orang terpilih itu
Kitalah yang Allah pilih untuk menanggung beban ummat
Kita terpilih karena kita sangat berharga
Karena kita ‘khoiru ummah
Maka apakah kita akan berbalik?
Kitalah orang-orang yang terpilih untuk menikmati sejuk dalam sesak
Merasakan senyuman dan penat
Kitalah
Pemuda-pemudi Islam yang takkan gentar oleh apa pun
Kitalah
Pemuda-pemudi Islam yang takkan gentar oleh rasa takut
Bahagia berjuang dengan keuntungan yang teramat mahal
Jannah, jannah, jannah

Dan tiada lagi doaku selain itu
Semoga kelak kita semua berkumpul
Berkonsolidasi dan berharokah
Hingga kekal
Abadi di dalam jannatul firdaus-Nya
Engkaulah harta paling berharga
Sahabat-sahabat yang salih-salihah
Yang dengannya memancarkan cahaya iman
Menebarkan semangat juang
Dan terus bersama memperbaiki diri
Maka, janganlah kita mundur walau hanya selangkah
Teruslah saling mengingatkan, menasihati
Karena sungguh
Kitalah orang-orang yang terpilih itu
Kitalah orang-orang terpilih untuk menyelenggarakan bumi sesuai dengan aturan-Nya
Kitalah perebut kekuasaan Islam
Kita
Pemuda-pemudi Islam yang tangguh
Yang bertanggung jawab merenggut kembali kejayaan Islam di bumi Allah
Karena kekuasaan tidak bisa dihadiahkan
Karena kekuasaan tidak diberikan
Tetapi kekuasaan harus diperjuangkan
Diperjuangkan bersama
Berjuang, berjuang
Hingga Allah membayar semua usaha kita
Walau mungkin
Kita takkan sempat mengecap hasilnya
Karena boleh jadi
Hasil perjuangan kita sekarang
Akan dirasakan di zaman anak cucu kita
Mungkin
Di zaman itulah tujuan dakwah kita baru akan terwujud
Dan mungkin kita sudah tiada
Namun
Setidaknya kita telah menjadi agen atau pelaku
Pelaku perebut kekuasaan Islam
Pelaku perintis peradaban Islam
Karena kita
Khoiru ummah

by Astri (Quranic Generation member AQL Tebet)

No comments:

Post a Comment