Visitor

Sunday, August 25, 2013

Kekuatan Do'a

20 Agustus 2013 merupakan hari yang begitu tidak diduga-duga. Sewaktu aku sedang menulis, tiba-tiba saja kucingku mendatangiku sambil bermanja-manja. Aku sudah merasa pasti sebentar lagi dia akan melahirkan. Benar saja, pukul dua pagi ada satu anak kucing berwarna hitam. Kemudian disusul beberapa jam setelahnya, ada tiga anak kucing lagi. Tapi yang satu lagi ternyata sudah mati. Yang tersisa tinggallah tiga ekor.

Seperti tahun sebelumnya, induk kucingku tidak mau memakan ari-ari anak-anaknya. Jadi, harus aku yang memotong ari-ari mereka. Begitu mereka lahir, induk kucing langsung mendekati anak-anaknya dan menjilati-jilati bukti tanda sayangnya. Dan beberapa hari setelahnya, aku melihat satu ekor dari mereka seperti tidak mau menyusu dan sangat lemas. Aku sudah memperhatikannya seharian itu. Tapi kuperhatikan anak kucing itu tidak minum susu ibunya sampai dua hari. Jujur aku merasa agak pesimis. Aku memegang tangan dan kakinya yang mungil. Dingin. Lesu. Kemudian badannya sangat kurus. Esok harinya, induk kucingku mendatangiku sambil menggigit anak kucing tersebut. Aku bingung, induk kucing itu terus mengeong-ngeong. Seperti ingin memberitahukan bahwa anaknya sakit. Dan ia tidak tahu harus berbuat apa agar anaknya mau minum susu. Karena mengetahui salah satu anak kucing kami sakit, mamaku langsung merasa tidak akan lama lagi ia hidup. Tapi aku terus yakin, anak kucing yang satu itu tidak akan mati kecuali atas izin Allah. 

Allah Maha Menghidupkan dan Maha Mematikan.

Setelah mengetahui keadaan anak kucing itu, kudekati induknya, kemudian ia tertidur. Kudekati anak kucing itu ke pelukan induknya, kemudian ia tertidur. Dan kalian tahu apa yang kulakukan?

Ya, betul sekali. Aku berdo'a. Aku berdo'a kepada Allah agar anak kucing ini dapat terselamatkan. Sehatkanlah anak kucing ini. Dan berilah ia kesempatan untuk hidup. Karena aku tidak sanggup mengubur anak kucing lagi. Sungguh aku tidak sanggup. Dan aku terus berdoa. Terus berdoa. Aku yakin, semua adalah rencana Allah. Allah pasti memberikan yang terbaik.

Dan keesokannya, aku kembali melihat anak kucing tersebut yang lemas dan tak berdaya. Kata mama sebentar lagi ia akan mati. Wallahu' alam. Itu kuasanya Allah. Kita hanya akan dapat berdoa dan berusaha. SUBHANALLAH, beberapa jam setelah aku memperhatikan anak kucing tersebut, aku langsung menangis kecil melihat bayi kucing itu mulai menggerak-gerakkan badannya untuk mencari susu ibunya. Masya Allah! Aku tersenyum sangat lebar. Aku sangat bersyukur. Kupanggil mama dan kami melihat reaksi anak kucing tersebut. Kata mama, "Ini adalah kekuatan do'a."

Tidak ada yang dapat terjadi tanpa kuasa-Nya. Dan aku sangat percaya. Alhamdulillah, anak kucing tersebut kini kembali menyusu pada induknya. Kuperhatikan dari hari ke hari, tubuhnya sedikit demi sedikit berisi. Walau tidak segemuk kedua saudaranya. Tapi aku tetap bersyukur karena akhirnya bayi kucing ini mau minum susu ibunya. 

Aku percaya pada kekuatan do'a. 
Dengan menengadahkan tangan, menihilkan diri, berserah kepada Sang Maha Kuasa, Insya Allah, do'a kita akan didengar Allah. 
Jangan ragu Allah tidak akan kabulkan do'a kita. 
Apalagi do'a itu baik. 
Percayalah, pertolongan Allah sangat dekat.

No comments:

Post a Comment